
“Terimalah rasa sakit dari pohon besar ini kakak” Ucap Iblis tingkat tujuh itu dengan centilnya.
Whoooosh !
Dengan cepat iblis tingkat tujuh itu melayangkan batang pohon besar ke tubuh Mika dengan menggunakan kekuatan sihirnya.
BAAAMM !!
Tiba-tiba saja batang pohon besar itu meledak di udara sebelum mengenai tubuh Mika. Mika yang menyadari itu lansung memalingkan pandangannya kepada Qhien Guan. Ternyata Qhien Guan telah berhasil menggagalkan rencana iblis tingkat tujuh tersebut, ia telah berhasil merasakan mana sehingga membuat dirinya berhasil memusnahkan batang pohon besar itu meski dengan mata terpejam.
“Wow ! Kakak sudah berhasil merasakan mana ya ?” Kata iblis tingkat tujuh itu.
“Apa yang sudah kau lakukan kepada temanku ?!” Ucap Qhien Guan dengan penuh amarah.
“Aku hanya menusuknya dengan ranting-ranting pohon ! Memangnya salah ?” Jawab iblis itu tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
“Meskipun kau seorang anak kecil, aku tidak akan mengampunimu !” Ucap Qhien Guan sambil tetap memejamkan kedua matanya.
“Hahaha ! Coba saja !” Kesal iblis tersebut.
Wuusshh
Dengan kecepatan penuh, iblis itu menyerang menghampiri Qhien Guan.
Splash !!
Dengan kecepatan yang tidak tertandingi Qhien Guan melancarkan serangan dengan menggunakan sihir elemen air.
BRAAKK
Iblis tingkat ketujuh itu pun terpental sejauh tiga meter. Iblis yang dihadapi oleh Qhien Guan sebelumnya mampu membuat gerakannya menjadi lebih cepat berkali-kali lipat daripada sebelumnya, sehingga membuat gerakannya tidak dapat di tandingi oleh iblis tingkat tujuh tersebut.
“Akh !” Rintih Iblis tingkat ketujuh tersebut.
“Sihir Nafas Naga” Qhien Guan melancarkan sihir elemen api.
Gruoahhhh !!!
Dengan dasyatnya sihir nafas naga itu membakar iblis tingkat ketujuh tersebut.
“Akh !! Tidak !!” Rintih iblis tersebut seraya menghilang menjadi debu secara perlahan.
Qhien Guan pun membuka kedua matanya setelah merasakan mana dari iblis tingkat tujuh itu menghilang.
“Mika !!!” Dengan sigap Qhien Guan bergegas menghampiri Mika yang sedang terluka parah bahkan hampir tewas.
“Bertahanlah ! Aku akan menyembuhkanmu !” Ucap Qhien Guan seraya mengeluarkan sihir penyembuh miliknya.
Luka yang ada pada tubuh Mika sangatlah parah sehingga butuh waktu tiga jam untuk mengobatinya dengan sihir penyembuh milik Qhien Guan.
“Sial !! Aku hampir kehabisan tenaga !” Keluh Qhien Guan.
__ADS_1
Mana yang digunakan secara terus-menerus membuat tubuh Qhien Guan menjadi lemah, apalagi mana yang dikeluarkannya cukup besar.
“Aku harus mengisi energy !” Ucap Qhien Guan.
Tiba-tiba pandangan matanya tertuju pada makanan yang telah mereka bawa sebelumnya.
“Oh masih ada makanan sisa !” Ucap Qhien Guan sembari meneteskan air liurnya.
“Tidak ! Aku harus menyelesaikan pengobatan ini terlebih dahulu !” Ucapnya kemudian.
“Ah lapar sekali !" Ucapnya lagi seraya menatap sepotong roti coklat disana.
“Bertahanlah Qhien Guan ! Kau harus menyembuhkan Mika dahulu !” Ucapnya kepada dirinya sendiri.
Qhien Guan pun kembali fokus untuk mengobati Mika dengan sihir penyembuh miliknya.
Kali ini ia memejamkan kedua matanya agar pandangan matanya tidak tertuju pada makanan yang ada disana.
Tanpa terasa, tiga jam sudah berlalu. Hari pun sudah sore, Mika yang tadinya sekarat kini sudah sembuh total berkat sihir penyembuh milik Qhien Guan, sedangkan Qhien Guan yang telah kehabisan tenaga terkapar lemah di atas tanah.
“Tuan Putri” Panik Mika.
“Mii..Miika !!” Ucap Qhien Guan lemah.
“Trimakasih sudah menyelamatkan hamba !” Kata Mika.
“Laa.. Laa..” Ucap Qhien Guan dengan suara terbata-bata dan lemah.
“Buu..kan !”
“Maksud Tuan Putri apa ?” Mika tampak bingung, ia tidak mengerti bahwa maksud dari Qhien Guan adalah lapar.
“Aaakk..ku.. laa..” Ucap Qhien Guan masih dengan nada suara lemah dan terbata-bata.
“Akula ?” Gumam Mika.
“Apa maksud Tuan Putri ? Akula itu apa ?” Gumam Mika lagi dengan penuh kebingungan.
“Iii..tuu !” Qhien Guan pun menunjuk makanan yang ada disana dengan jari telunjuknya.
“Benar juga !! Tuan Putri sudah kehabisan mana ! Tuan Putri butuh energy untuk mengisi mana kembali” Gumam Mika seraya mengambil beberapa makanan disana.
Melihat itu, Qhien Guan tampak senang. Ia membayangkan dirinya telah menyantap sepotong roti coklat yang dilihatnya tadi. Rasa nikmat dari roti cokelat itu pasti akan mengembalikan energynya dengan cepat. Lelehan cokelat dari roti itu juga terasa sangat nikmat membuat ia kembali segar bugar.
“Buah ini cantik sekali ! Sepertinya buah ini dapat mengembalikan energy Tuan Putri dengan cepat” Gumam Mika seraya memegang buah lemon yang besar dan terlihat segar.
Ia pun memotong buah lemon tersebut menjadi beberapa bagian lalu bergegas memberikan buah itu kepada Qhien Guan.
Qhien Guan yang masih memebayangkan lelehan cokelat yang keluar dari roti merasa tidak sadar bahwa saat ini ia sedang mengunyah air liurnya sendiri.
“Ah pasti nikmat sekali rasanya !” Ucap Qhien Guan sambil tetap membayangkan sepotong roti cokelat yang dilihatnya sedari tadi.
__ADS_1
“Tuan Putri” Ucap Mika lirih.
Secara perlahan, Mika memberikan sepotong buah lemon kedalam mulut Qhien Guan.
Tanpa sadar, Qhien Guan mengunyah buah tersebut dengan lahapnya.
Tiba-tiba
“BUAH APA INI ??!” Teriak Qhien Guan seraya memuntahkan buah lemon tersebut.
“APA KAU INGIN MEMBUNUHKU YA ?!” Bentak Qhien Guan.
“Ma..Maaf Tuan Putri ! Hamba hanya ingin mengembalikan energi Tuan Putri” Ucap Mika dengan perasaan bersalah.
“Tapi buah ini asam sekali !! Kalau kau ingin membunuhku, bukan begitu caranya !!” Kesal Qhien Guan.
“Maa.. Maafkan hamba Tuan Putri ! Hamba tidak tahu kalau buah itu terasa asam” Ucap Mika menyesali tindakannya.
“Haah ! Padahal aku tadi berharap agar kau memberikan roti cokelat padaku” Keluh Qhien Guan.
“Roti Cokelat ? Maksud Tuan Putri yang ini ya ?” Kata Mika seraya memberikan sepotong roti cokelat yang dilihat oleh Qhien Guan tadi.
“Iya benar !” Jawab Qhien Guan kegirangan.
“Ini Tuan Putri, Ambillah !” Mika pun memberikan sepotong roti cokelat tersebut kepada Qhien Guan.
“Waahh terimakasih !” Ucapnya sembari mengambil roti cokelat tersebut lalu menyantapnya dengan lahap.
“Tuan Putri, masih banyak makanan yang kita punya” Kata Mika sambil memberikan semua makanan yang tersisa.
“Waaahh bagus sekali ! Kita bisa mengisi energi dengan makanan-makanan ini !” Jawab Qhien Guan penuh senyum.
“Ayo kita makan ! Kau juga jangan diam saja ! Makanlah karena tubuhmu itu masih lemah !” Kata Qhien Guan kemudian.
“Ba..Baik Tuan Putri”
Qhien Guan dan Mika akhirnya menyantap makanan tersebut dengan sangat lahap.
Sementara itu, tampak Alice dan Albert telah berada di dalam rumah Alice. Alice tampak bingung melihat suasana rumah yang begitu sepi.
“Silahkan duduk pak ! Saya akan mengambilkan minum sebentar” Kata Alice kepada Albert.
“Oh air putih saja ya !” Ucap Albert.
“Baik pak”
Alice pun menuju dapur sembari mencari Qhien Guan dan Mika di dalam rumah.
“Kemana mereka pergi ? Apa mungkin Belum pulang jam segini ?" Ucap Alice kebingungan.
Bersambung..
__ADS_1