
Di dalam rumah tampak Alice sedang gelisah menunggu Qhien Guan dan Mika pulang dari berbelanja. Perasaannya merasa tidak nyaman tak seperti biasanya.
"Kenapa mereka lama sekali ? Padahal jarak minimarket ke rumah sangat dekat !" Guman Alice sembari menunggu dengan kegelisahannya.
"Apa terjadi sesuatu ya pada mereka ? Ah tidak mungkinlah ! Mereka kan Penyihir kuat"
"Oh jangan - jangan mereka menghancurkan minimarket itu ? Gawat !! Aku bisa disuruh ganti rugi kalau hal itu terjadi ! Tapi mungkin saja hal seperti itu memang telah terjadi !"
"Aduh, kenapa aku menyuruh mereka yang berbelanja tadi, mereka kan sama bodohnya !"
Berbagai jenis pertanyaan muncul di benak Alice hingga ia menduga - duga Qhien Guan dan Mika melakukan hal buruk pada orang lain.
Tanpa berpikir panjang, Alice beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi menyusul Qhien Guan dan Mika ke minimarket dengan berjalan kaki.
"Kalau sampai terjadi hal seperti itu, akan aku patahkan leher kedua anak itu !" gerutu Alice sembari melangkahkan kakinya dengan cepat.
Sementara itu Qhien Guan dan Mika terjebak dalam sebuah pertarungan melawan iblis tingkat lima.
"Sudahlah ! Biarkan saja Penyihir lemah itu mati ! Kenapa kau masih mengurusnya juga ?" Iblis tingkat lima itu tersenyum sinis sembari memainkan rambut panjangnya dengan jari telunjuknya.
Tap tap tap
Qhien Guan melangkah maju secara perlahan.
"Sihir Nafas Naga !" Qhien Guan melancarkan serangan dengan menggunakan sihir elemen api.
"Musnahlah !" Balas iblis tersebut.
Swiingg !
Dalam sekejap, sihir api yang dikeluarkan oleh Qhien Guan musnah di udara bagaikan kabut.
"Ha ?" Qhien Guan terdiam sesaat.
"Aku lupa kalau dia bisa mengendalikan segalanya hanya dengan ucapan ! Aku harus memotong bibirnya !" Qhien Guan mengeluarkan sihir cahaya dan membentuknya menjadi sebuah pedang tajam yang melayang di udara.
Whooossh !!
BAAAAM !!
Qhien Guan melancarkan sebuah serangan dengan menggunakan sihir cahaya miliknya.
__ADS_1
Namun
"Terpentallah !" Lagi - lagi iblis tersebut mengucapkan mantranya.
Whuuusshh !!
Seet !
Tubuh Qhien Guan pun terpental sejauh tiga meter, beruntungnya ia dapat menahan tubuhnya dengan menggunakan sihir angin miliknya sehingga membuat tubuhnya tidak terbanting ke tanah.
"Aku tidak akan kalah dengan iblis yang telah melukai temanku !" dengan menggunakan sihir angin, Qhien Guan tampak melayang di udara lalu kembali melancarkan serangannya.
Booomm !
Dug !!
Seett !!
Qhien Guan melancarkan serangannya berkali - kali kepada iblis tingkat lima itu.
Namun berkali - kali pula serangannya gagal melukai iblis tersebut.
"Hahaha ! Percuma saja ! Tidak akan berhasil sama sekali !" Iblis itu tampak tertawa riang melihat Qhien Guan yang begitu memalukan.
"Sihir air bah penghancur !" kali ini Qhien Guan menggunakan sihir elemen air.
BLLLAARRRRÂ
Serangannya pun dilancarkan dengan dasyatnya, namun sayangnya sihir elemen air tersebut terbelah dua begitu sampai di hadapan iblis tingkat lima tersebut.
"Suara apa itu ?" Alice yang mendengar suara keributan tampak terkejut.
Alice berlari mencoba memastikan suara yang baru saja didengarnya, ternyata suara tersebut berasal dari pertempuran antara Qhien Guan dan iblis tingkat lima.
"Qhien Guan ?" gumam Alice terkejut.
"Ha ? Pak Albert ? Ngapain disana ?" Alice juga tampak terkejut ketika mendapati wajah Albert berada di belakang tubuh iblis tingkat lima itu.
"Dimana Mika ?" Pandangan Alice berputar mengelilingi daerah itu untuk mencari keberadaan Mika.
"Mika ?!" Alice berlari menghampiri Mika sesaat setelah menyaksikan tubuh Mika terkapar lemah dan bersimbah darah.
__ADS_1
"Mika ! Bertahanlah ! Aku akan menghentikan pendarahanmu !" Alice mencoba memapah Mika berjalan jauh dari tempat pertempuran yang berbahaya itu.
Sementara itu, pertempuran antara Qhien Guan dengan iblis tingkat lima tersebut tampak tidak seimbang.
Serangan yang di lancarkan Qhien Guan berkali - kali gagal menembus jantung iblis tersebut, bahkan sihir Qhien Guan tidak berhasil menyentuh sehelai rambutpun dari iblis tingkat lima itu.
Kekuatan ucapan dari iblis itu membuat Qhien Guan sangat kewalahan dalam menghadapinya. Namun meskipun demikian, Qhien Guan tetap tidak akan menyerah. Ia bertekad untuk menang dan menyelamatkan teman - temannya dari kejahatan iblis tingkat lima itu.
Qhien Guan kembali melancarkan aksinya. Kali ini ia mencoba segala elemen yang di milikinya satu per satu dengan tujuan untuk mencari tahu sihir yang mampu menyentuh iblis tingkat lima tersebut.
"Hahahaha ! Percuma saja, kau hanya membuang - buang energimu Putri Penyihir !" Iblis tingkat lima itu mencoba menjatuhkan mental dan semangat Qhien Guan dengan cara menertawai usahanya yang telah sia - sia.
"Masih belum !" Kobaran semangat yang membara terpancar pada wajah Qhien Guan.
"Aku tidak akan kalah denganmu !" Qhien Guan kembali melancarkan serangannya.
Qhien Guan melakukan serangan secara membabi buta, berbagai jurus sihir dari beberapa elemen telah di kerahkannya untuk menumbangkan iblis tingkat lima tersebut, namun tetap saja upaya yang dilakukannya berakhir sia - sia.
"Hosh.. Hosh !" Nafas Qhien Guan mulai tidak beraturan.
Ia hampir kehabisan tenaga dalam menghadapi iblis tingkat lima itu. Meskipun serangan yang dilancarkan selalu gagal menyentuh iblis tersebut, namun ia tetap memiliki semangat yang membara untuk menyelamatkan teman - temannya dan manusia lainnya.
"Jika aku tidak melenyapkanmu hari ini, maka kedua temanku akan mati di tanganmu. Selain itu, manusia yang mati akibat dirimu juga akan bertambah setiap harinya" Qhien Guan mencoba menenangkan dirinya dan mengatur nafasnya agar kembali normal seperti biasanya.
"Tenangkan diri dan bernafaslah !" Qhien Guan mencoba untuk berkonsentrasi, sepintas terlintas bayangan Kerajaannya.
"Tidak ! Aku harus tenang ! Aku pasti akan menyelamatkan Kerajaanku dengan segera" Qhien Guan menutup kedua matanya dan mencoba mengeluarkan sihir kegelapan yang belum pernah ia gunakan sebelumnya.
"Cih ! Apapun yang kau lakukan tidak ada gunanya ! Menyerah sajalah, dan bekerja sama denganku untuk menguasai dunia ini !" Tampak iblis tingkat lima tersebut sedang memperhatikan Qhien Guan yang sedang mengontrol ketenangan dirinya.
"Aku pikir, rumor yang beredar tentang Putri Penyihir itu adalah benar, ternyata cuma segitu kemampuan dari seorang Tuan Putri dari Kerajaan Penyihir" Iblis tingkat lima berusaha menjatuhkan mental Qhien Guan.
"Cih ! Kalau seperti ini, kau tidak ada bedanya dengan Penyihir lemah tadi ! Ya meskipun begitu, aku tetap menyukaimu ! Jika kau ingin menerima tawaranku, kita bisa menjadi saudara yang saling tolong menolong ! Aku akan menolongmu kapanpun dan dimanapun !" ucap iblis tingkat lima itu sembari meraih tangan Albert yang berada di dekatnya.
Albert yang tidak memiliki kekuatan apapun tampak ketakutan.
"Hei kau pria tampan ! Aku beri kamu pilihan bagus ! Kau ingin aku memakan tanganmu terlebih dahulu atau memakan bola matamu yang indah ini ?" tanya iblis tersebut sembari membelai lembut kelopak mata Albert.
Mendengar itu, tekad Qhien Guan untuk melenyapkan iblis tersebut semakin besar. Amarahnya pun telah memuncak sampai ke ubun - ubun.
Namun ia harus mengontrol emosinya agar ia dapat melancarkan serangan tepat pada sasarannya.
__ADS_1
Bersambung..