SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
IBLIS TINGKAT ENAM


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah tampak Qhien Guan, Mika dan Alice sedang berbincang-bincang di meja makan sambil menikmati sarapan pagi. Mika menjelaskan kejadian yang telah mereka alami di hutan Selatan kepada Alice.


Qhien Guan dan Mika merasa kecewa karena tidak dapat menemukan lelaki berjanggut yang mereka cari meskipun pada kenyataannya mereka hanya menikmati cemilan di dalam hutan seperti sedang menikmati hari libur musim panas.


“Hm ? Jadi sebenarnya tujuan kalian mencari lelaki berjanggut itu hanya untuk menemukan batu sihir itu ya ?” Tanya Alice.


“Benar sekali ! Batu sihir itu harus ditemukan untuk memperbaiki dan melindungi Kerajaan Penyihir” Jawab Mika tegas.


“Terus lelaki yang datang kemarin itu bernama Asta ya ?” Tanya Alice.


“Benar !! Dia adalah Ksatria Langit yang jahat ! Dia sudah membuat Kerajaanku hancur !” Ucap Qhien Guan penuh dendam.


“Aku akan membantu kalian mencari lelaki berjanggut itu !” Kata Alice menawarkan bantuan.


“Nanti pulang kerja, aku akan ikut membantu kalian mencari lelaki berjanggut itu” Ucap Alice kemudian.


“Benarkah ? Kami akan menunggumu !” Kata Qhien Guan kegirangan.


“Tapi ingat, Jangan habiskan isi dalam kulkas dan jangan menghancurkan barang-barang yang ada dirumah ! Mengerti ?” Ucap Alice dengan tegas.


“Baik kami mengerti !” Jawab Qhien Guan singkat.


Beberapa saat kemudian


Bim ! Bim!


Terdengar suara klakson mobil dari luar rumah, ternyata Albert sudah datang menjemput. Tanpa berpikir panjang lama, Alice pun berlari keluar rumah menghampirinya.


“Hei ! Guan tidak ikut ?” Tanya Albert.


“Tidak pak ! Mereka lebih baik dirumah saja ! Saya takut mereka akan membuat kekacauan di kantor” Jawab Alice sembari memasang sabuk pengaman pada tubuhnya.


“Oh begitu ! Baiklah kalau begitu, kita berangkat sekarang ya !”


“Baik pak”


Albert pun menjalankan mobil mewahnya, tinggallah Qhien Guan dan Mika dirumah saling bertatap muka seperti dua wanita idiot yang tidak tahu harus melakukan apa.


“Ayo kita bermain sihir !” Ajak Qhien Guan.


“Maaf Tuan Putri, lebih baik kita tidak melakukan itu ! Hamba takut barang-barang dirumah akan hancur jika terkena sihir Tuan Putri” Ucap Mika menolak dengan lembut.


“Kalau begitu bagaimana kalau kita pergi mencari iblis untuk mengisi waktu luang ?”

__ADS_1


“Hamba juga tidak setuju rencana itu Tuan Putri, Lebih baik kita menunggu Alice datang agar kita lebih leluasa bertindak !”


“Aaahh kau ini kaku sekali ! Yasudahlah, lebih baik aku melihat pak Asep saja” Ucap Qhien Guan merasa sedikit kecewa dengan penolakan Mika.


Sementara di tempat kediaman para Ksatria Langit tampak Loid dan Yuno sedang perang bibir seperti sebelumnya.


“Kau harusnya bersyukur masih bisa makan nasi pakai garam ! Uang kita sudah tidak ada lagi, kita tidak dapat membeli apapun lagi” Kata Yuno kepada Loid.


“Kau selalu saja berkata seperti itu, sebenarnya kau bisa mengatur keuangan di dunia ini tidak ?” Kesal Loid.


“Lebih baik kau tidak usah makan !” Jawab Yuno sembari menarik makanan milik Loid.


“Sudahlah ! Kalian selalu saja bertengkar, ini ambil saja makananku !” Ucap Asta sambil memberikan makanan miliknya berupa nasi dan dua potong tempe goreng.


“Tempe goreng lagi ? Sepertinya nasib Ksatria Langit di dunia ini memang ditakdirkan untuk hidup susah” Keluh Loid di dalam hatinya.


“Tidak Tuan, itu adalah jatah Tuan ! Tuan tidak boleh memberikannya begitu saja kepada kami ! Kami bisa makan dengan garam saja” Ucap Yuno menolak dengan sopan.


Hidup para Ksatria Langit sangatlah miskin, mereka selalu bertengkar karena masalah keuangan. Uang yang mereka miliki tidak cukup untuk membeli menu makanan lain selain tempe untuk kehidupan sehari-hari.


Sangat berbeda dengan kehidupan Qhien Guan, begitu sampai di dunia ini, ia telah mendapat seorang teman yang dapat memenuhi kebutuhannya, hidupnya sangat baik dan dipenuhi dengan kemewahan dunia.


“AKU TAHU KALIAN BERADA DISINI WAHAI KSATRIA LANGIT !”


Tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki dari atap rumah membuat para Ksatria Langit terkejut, mereka pun bergegas mencari letak suara tersebut.


Beberapa tahun lalu Asta memiliki seorang Ksatria yang sangat setia terhadapnya. Ia bernama Raga, Raga adalah sosok Ksatria kepercayaan Asta, ia juga termasuk salah satu Ksatria terhebat di Kerajaan Langit, kekuatan yang dimillikinya hampir setara dengan kekuatan milik Asta.


Raga juga sangat menghormati Asta, ia selalu siap kapapun saat Kerajaan Langit membutuhkannya. Namun sayangnya Raga secara diam-diam telah menjalin sebuah hubungan asmara dengan seorang wanita yang berasal dari Kerajaan Penyihir. Hal itu membuat ia di buang dan di campakkan dari Kerajaan Langit.


Selain itu, Asta juga telah menyegel kekuatan milik Raga untuk mencegah sesuatu hal yang buruk terjadi.


Ternyata tindakan itu malah membuat Raga menjadi seorang iblis, tulisan di dahinya menunjukkan bahwa Raga adalah iblis tingkat enam.


“Selamat siang Tuan !” Sapa Raga dengan senyum sinis terpancar di wajahnya.


“Owh ! Ternyata Tuan memiliki Ksatria baru sebagai penggantiku” Ucap Raga ketika melihat Loid dan Yuno.


“Ah hatiku sakit sekali ! Padahal aku sangat menghormatimu dan mematuhi mu” Ucap Raga dengan lembutnya.


“Raga ! Apa maksud tulisan yang ada di dahimu ?” Tanya Asta dengan tegas.


“Oh ini ? Ini adalah sebuah kehormatan yang aku miliki di dunia ini” Jawab Raga sambil tersenyum tipis.

__ADS_1


“Kau tahu bahwa itu adalah dosa, Mengapa kau memilihnya ?”


“Dosa ? Hahaha ! Dosaaa oh dosaaa ! Hahaha” Raga tertawa terbahak-bahak.


“Sejak awal aku sudah berdosa kan ? Menjalin hubungan dengan Penyihir adalah sebuah dosa besar, lantas apalagi yang harus aku jaga ? Hahahaha” Ucapnya kemudian.


“Kau membuangku ke dunia ini, Asta !” Tawanya pun hilang, kini ekspresi penuh dendam terpancar di wajahnya.


“Kau telah membunuh anak dan istriku ! Kau harus bertanggung jawab ! Aku akan melenyapkanmu disini bersama dengan kedua pengawalmu !” Ucap Raga dengan raut wajah menyeramkan penuh dendam.


Swoossh !!


Dalam sekejab, tanah yang di injak para Ksatria Langit tergulung bagaikan sebuah tikar yang digulung dengan cepat.


Beruntungnya para Ksatria Langit dapat menghindari serangan itu tepat pada waktunya.


“Wow ! Luar biasa sekali, kalian dapat menghindar dari seranganku, padahal aku mengeluarkan sihirku dengan niat membunuh” Kata Raga.


“Mengapa kau ingin membunuh Tuan mu sendiri ?” Tanya Loid kepada Raga dengan nada suara lantang.


“Tuan ? Tuan katamu ? Hahaha !” Raga kembali tertawa.


“Tuan yang membuang Ksatria yang begitu setia kepadanya, Tuan yang membunuh anak dan istri dari Ksatrianya, itu adalah Tuan ? Hahaha !” Ucapnya lagi.


“Ya ! Itu adalah Tuan dari Kerajaan Langit !!” Kini Amarah terpancar sangat jelas pada raut wajah Raga.


“Setelah selesai memusnahkanmu, aku juga akan memusnahkan seluruh penduduk Kerajaan Langit karena sudah menghakimiku !” Ucapnya lagi.


“Jika itu adalah rencanamu, aku tidak akan mengampunimu” Jawab Asta.


Whoooooosh !


Asta terbang dengan kecepatan secepat kilat.


BAAM


Ia melayangkan satu serangan kepada Raga, namun sayangnya Raga dapat menghindari serangan itu dengan cepat.


Meski kekuatannya telah disegel, namun ia masih terlihat sangat kuat, gerakannya pun sangat cepat bagaikan kilat yang melintasi langit.


Splash !


Swoosh !

__ADS_1


Loid dan Asta pun ikut bertarung bersama Asta untuk menghadapi iblis tingkat enam tersebut.


Bersambung..


__ADS_2