SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
IBLIS TINGKAT DUA


__ADS_3

Detik berganti menit, menit berganti jam, tanpa terasa malam telah berlalu.


Qhien Guan dan yang lainnya kembali berkumpul di ruang tengah.


Kali ini suasana menjadi sedikit berbeda, tampak Alice dan Albert saling memandang satu sama lain sembari menyimpan rasa malu.


"Hoi ! Ada apa denganmu ? Apa kau kerasuka  roh jahat ?" Qhien Guan yang menyaksikan itu tampak terheran - heran.


"Oh! Ti..tidak apa - apa kog!" jawab Alice tersipu malu.


"Hari ini, kami akan pergi mencari lelaki berjanggut itu bersama dengan Ksatria Langit sialan ini!" kata Qhien Guan.


"Aku akan membantumu mencari lelaki itu!" ucap Albert.


"Memangnya manusia biasa sepertimu bisa apa ? Jika tiba - tiba ada iblis yang datang, manusia sepertimu hanya akan menjadi beban!" Tampaknya Asta tidak ingin menyaksikan Albet ikut dalam pencarian lelaki berjanggut yang dimaksud.


"Sudah - sudah! Tidak perlu bertengkar seperti itu! Kita cari bersama - sama saja!" Alice mencoba membuat suasana tenang.


"Ah kalian berisik sekali ! Ini masih pagi tapi kaliam semua sudah merusak moodku!" ucap Qhien Guan.


"Cih! Penyihir memang tidak memiliki tata krama sama sekali !" ketus Yuno.


"Hei tutup mulutmu ! Kau tidak berhak berkata seperti itu kepada Tuan Putri ! Tangan temanmu yang hampir putus itu sudah disembuhkan oleh Tuan Putri dan kau masih berani berkata seperti itu! Dasar tidak tahu trimakasih! Apa semua mahkluk hidup di Kerajaan Langit seperti itu ? Sungguh tidak tahu diri dan memalukan!" Mika yang memiliki dendam membara kepada para Ksatria Langit lansung meluapkan emosinya saat itu juga.


"Yuno! Sebaiknya jangan cari masalah pada perempuan itu, bibirnya lebih tajam daripada pedang!" bisik Loid kepada Yuno.


Sementara itu di tempat lain, tampak iblis tingkat kedua sedang mencari sosok iblis yang akan menjadi calon pengisi posisi iblis yang dibutuhkan.


"Cih! Iblis di hutan ini sangat lemah! Tidak ada satupun yang pantas mengisi posisi itu!" ucap Iblis tingkat dua itu, tampaknya ia telah mengalahkan seluruh iblis yang berada di dalam hutan ini.


"Aku benci tugas ini ! Aku hanya ingin menghabisi pemimpin para Penyihir itu!"


"Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri!"


Tiba - tiba


Whooossshh!


Set!


Sosok iblis datang mengunjungi iblis tingkat dua itu, penampilannya seperti anak remaja laki - laki yang memiliki usia tujuh belas tahun. Wajahnya tampan, gerakannya lincah seperti seekor macan.


"Halo kakak senior!" sapa iblis tersebut sembari duduk santai di atas ranting pohon.

__ADS_1


"Menyingkirlah jika tidak ingin mati !" ketus iblis tingkat dua itu.


"Wah ! Kau sama sekali tidak ramah ya ? Bahkan teman - temanku telah kau bunuh semua ! Sekarang aku akan kesepian berada di hutan ini !"


"Apa ? Jadi dia selama ini berada di dalam hutan ini ? Kenapa aku tidak bisa merasakan auranya ? Apa dia dapat menyembunyikan aura ?" Seketika iblis tingkat dua itu tercengang setelah mendengar ucapan dari iblis tersebut.


Berbagai pertanyaan timbul di benaknya, ini adalah kali pertama ia tidak dapat merasakan aura dari sosok mahkluk, terlebih lagi iblis tersebut sama sekali tidak memiliki pangkat di dunia kegelapan seperti dirinya dan iblis berpangkat lainnya.


"Kakak ! Aku ingin tahu, bagaimana cara mengatasi kesepian ini sekarang ? Aku sudah bersusah payah mengumpulkan banyak iblis untuk menemaniku di hutan ini, tetapi kau justru menghabisi mereka semua! Kau harus tinggal disini untuk menemaniku selamanya !" ucap iblis remaja tersebut.


"Aku tidak punya waktu untuk bermain - main denganmu!" ketus Iblis tingkat dua itu.


"Ternyata kau iblis yang memiliki pangkat tertinggi ya! Bagaimana kalau kita bertarung saja! Jika aku bisa mengalahkanmu, berikan pangkat itu padaku ! Hehehehe!"


"Melawan iblis rendahan sepertimu hanya membuang - buang waktuku saja!" ketus iblis tingkat dua itu.


Tiba - tiba


Whooosshh!


BAAMM!


Iblis tersebut melancarkan serangan mendadak kepada iblis tingkat dua, beruntungnya iblis tingkat dua itu dapat menghindari serangan tersebut.


"Serangan iblis ini sama sekali tidak dapat tercium olehku ? Jika aku terkena serangannya, mungkin aku sudah tewas!" batin iblis tingkat dua itu.


"Ayo kakak ! Kita bermain sebentar untuk menghilangkan rasa kesepianku di hutan ini" Kembali iblis tersebut melancarkan serangan unik miliknya.


BOOOMM!


DOAAARR!


DOAAARR!


Secepat kilat, serangan dari iblis itu menghantam iblis tingkat dua itu secara bertubi - tubi, namun sayangnya serangan itu masih dapat dihindari oleh iblis tingkat dua dengan mudahnya.


"Serangannya cepat sekali ! Ternyata benar dugaanku, iblis ini sangat berbeda dari iblis yang telah aku kalahkan sebelumnya" batin Iblis tingkat dua itu, lalu melancarkan serangan balasan kepada iblis pria remaja tersebut.


Whoossh!


BAAAMM!


DOOAAAARR!

__ADS_1


Pertempuran dahsyat pun terjadi begitu cepat, tampaknya sosok iblis remaja tersebut dapat mengimbangi kekuatan dari iblis tingkat dua itu.


Dengan mudahnya iblis itu menangkis serangan yang dilancarkan oleh iblis tingkat dua itu.


Sudah dua jam pertempuran sengit itu berlansung secara seimbang, tidak ada yang kalah dan tidak ada pula yang menang.


Keduanya tampak sangat menikmati pertempuran hebat itu.


"Ah kakak hebat sekali! Aku suka ini!" ucap iblis tersebut sembari memberikan serangan terus - menerus tanpa jeda sedetikpun.


"Sial ! Tenagaku benar - benar habis dibuatnya! Ternyata dia buka iblis sembarangan!" batin iblis tingkat dua itu.


Tiba - tiba


Whuuussshh!


Craakk!


Satu serangan yang dilancarkan iblis tingkat dua itu akhirnya berhasil tapat pada sasarannya, membuat lengan sebelah kiri iblis remaja terputus terputus menjadi tiga bagian.


"Oh ! Kau hebat sekali kakak! Belum ada yang bisa melukaiku sebelumnya! Hahaha" Iblis remaja tersebut dengan mudahnya menumbuhkan lengan yang telah terputus itu.


BAAAMM!


Kembali ia melancarkan serangan dahsyatnya sesaat setelah lengannya tumbuh.


Dengan cepat iblis tingkat dua itu menghindar "Sial ! Ternyata aku tidak boleh anggap remeh!" Iblis tingkat dua itupun mengeluarkan jurus pamungkasnya.


Dalam sekejab, iblis tingkat dua itu tampak melayang diatas udara sembari mengumpulkan sihir yang begitu besar. Sosok iblis remaja itupun tampak tercengang dibuatnya.


DOAAARR!


Serangan dahsyatpun dilancarkannya kepada iblis remaja itu.


BRAAKKK !


Dalam sekejab iblis itu terpental jauh dengan dahsyatnya sehingga membuat pepohonan tumbang menyentuh bumi.


"Uhuk! Uhuk!" Tampaknya serangan dari iblis tingkat dua itu berhasil membuat sosok iblis remaja tersebut terluka sehingga membuat ia batuk dan mengeluarkan darah.


"Huhahahaha! Ternyata inilah kekuatan dari iblis pangkat tertinggi! Aku sangat suka" Secara perlahan iblis remaja itu bangkit berdiri, lalu mengumpulkan sihirnya untuk diarahkannya kepada iblis tingkat dua itu.


"Dia masih belum mati ? Padahal aku sudah mengerahkan seluruh tenagaku!" Iblis tingkat dua itu tampak tercengang menyaksikan iblis remaja itu masih dapat bertahan.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2