
"Cih melawan Penyihir seperti ini saja harus mati !" Iblis tingkat tiga tampak meremehkan iblis yang telah bertempur dengan Qhien Guan sebelumnya.
"Kalau sudah begini, aku hanya bisa memberikan serangan penutup !" Iblis itu mengarahkan jari telunjuknya tepat di kening Qhien Guan dan mengeluarkan sihir kegelapan miliknya dengan tujuan untuk melenyapkan Qhien Guan.
Namun
CTAAASSSS !!
Aksinya itu digagalkan oleh Asta sang Ksatria Langit.
Seketika Mika dan Alice merasa lega melihat kedatangan para Ksatria Langit itu tepat pada waktunya.
"Ada perlu apa para Ksatria Langit disini ? Apa kau ingin menyelamatkan musuhmu si Penyihir ini ?" Dengan santai iblis tingkat tiga itu berhadapan dengan para Ksatria Langit.
"Bukankah seharusnya kalian memusnahkan seluruh Penyihir dari dunia ini ? Seharusnya kalian bertrimakasih kepadaku karena telah bersedia membantu kalian melenyapkan si Penyihir ini !"
"Dimana harga dirimu, menyerang Penyihir yang telah sekarat seperti itu ?" ucap Asta.
"Harga diri ? Hahaha ! Sejak kapan para iblis memiliki harga diri ?! Kami menyerang siapapun yang muncul di depan mata termasuk bayi !" jawab iblis tersebut.
"Bukankah para Ksatria Langit juga tidak memiliki harga diri ? Kalian menyerang anak bayi juga kan !" lanjutnya.
Sett !!
Para Ksatria Langit itupun mengeluarkan pedang sihir mereka bersiap untuk bertempur.
"Wow ! Tenanglah ! Jangan terburu - buru begitu !" ucap iblis tersebut.
"Lebih baik kita mengakrabkan diri dan bekerjasama membunuh Penyihir ini, lalu biarkan aku mengambil batu sihir itu !" ucap iblis itu lagi.
"Bekerjasama lebih baik daripada dikerjakan oleh seorang diri, tujuan akan lebih mudah tercapai dan akupun akan menjadi Raja dari para iblis di dunia ini ! Hahaha !"
Tiba - tiba
Wuuussshhh !
Sreeekk !!
Para Ksatria Langit melancarkan serangan secara bersama - sama. Namun dengan mudahnya iblis tingkat tiga itu menghindari serangan tersebut.
"Rupanya kalian tidak bisa diajak bekerjasama ya ?! Baiklah jika itu keinginan kalian ! Jangan salahkan aku jika nyawa kalian berakhir disini !" Iblis itupun mencoba menlancarkan serangan balik.
Dalam sekejab, pertempuran sengit pun terjadi antara para Ksatria Langit dan iblis tingkat tiga.
Mika yang lemah hanya dapat mendengarkan suara dari pertempuran tersebut.
"Ak.. Aku harus menyelamatkan Tuan Putri !" ucap Mika sembari menahan rasa sakit yang teramat pedih.
"Tolong tenanglah ! Lukamu sangat parah ! Aku akan mencoba membawa Guan kesini !" kata Alice khawatir.
"Tidak ! Jangan pernah memasuki area pertempuran itu ! Kau tidak akan keluar dengan selamat !" ucap Mika menghentikan niat Alice.
Satu jam pun telah berlalu, para Ksatria Langit masih bertempur dengan iblis tingkat tiga itu.
Pertempuran tampak seimbang, hanya saja luka pada lengan Loid terbuka lebar membuat darah bercucuran di sepanjang pertempuran.
"Loid ! Berhati - hatilah ! Luka di lenganmu telah terbuka !" Yuno tampak sangat mengkhawatirkan Loid.
__ADS_1
"Aku tidak akan kalah semudah itu ! Ini hanyalah luka ringan !" jawab Loid, lalu kembali bertempur menghadapi iblis tersebut.
BLAAAARRR !!
BLAAARR !!
BLAAAARRR !!
Pertempuran itu berlansung dengan sengitnya. Tidak ada celah sedikitpun yang terlihat dari pertempuran tersebut.
Pergerakan merekapun terlihat seperti cahaya kilat petir yang menyambar kesana dan kemari.
DOAAAARRR !!!
BLAAAARRR !!!
"Hahaha ! Ini sangat menyenangkan ! Sudah lama aku tidak bermain - main seperti ini !" Iblis tingkat tiga itu tampak sangat menikmati pertempuran, ia terlihat sangat bahagia menghadapi para Ksatria Langit itu.
DOAAARRR !!
"Luar biasa ! Aku tidak menemukan celah sama sekali !" batin Mika sembari menyaksikan pertempuran sengit itu.
CTAAAASSS !
Pedang sihir milik Asta akhirnya dapat memotong lengan sebelah kanan iblis tersebut.
"Wow ! Kau sangat keren ! Kau bisa melukaiku ! Hahahaha !" Dengan riang gembira, iblis tingkat tiga itu menumbuhkan kembali lengannya yang sudah terputus.
Proses penyembuhannya jauh lebih cepat daripada iblis yang telah ia temui sebelumnya.
"Ah ini sunggu menyenangkan ! Berikan aku permainan yang lebih baik lagi !" Kembali iblis tingkat tiga itu melancarkan serangannya.
BLAAAAARRRR !!
Sudah hampir tiga jam pertempuran masih berlansung secara seimbang, tidak ada satupun yang terluka diantara mereka kecuali Loid.
Luka pada lengan Loid merupakan bekas luka dari pertempuran melawan iblis sang mantan Ksatria Langit, pertempuran hebat ini membuat lukanya kembali terbuka bahkan membuatnya semakin parah.
"Loid ! Lebih baik kau hentikan pertarungan ini ! Luka dilenganmu sudah sangat parah !" Yuno yang tampak khawatir berusaha menghentikan Loid yang sedang bertempur.
"Aku tidak akan berhenti sampai titik darah penghabisan !" ucap Loid sembari terus bertarung.
BLAAAAAARRR !!
DUBRAAAKK !!
Satu serangan menghantam dada Loid sehingga membuatnya jatuh diatas rerumputan.
"LOIIIDDDD !!!" Tanpa berpikir panjang, Yuno bergegas menghampiri Loid yang sedang terluka.
Seketika pandangan Asta tertuju kepada Loid, membuat ia kehilangan konsentrasi dalam sekejab.
"Lihat musuh !" ucap iblis itu sembari terus melancarkan serangannya.
Dengan terpaksa, Asta harus menghadapi iblis tingkat tiga itu tanpa menghiraukan Loid yang telah terluka.
"Loid ! Bertahanlah !" Yuno mencoba menghentikan darah yang mengalir deras dari tubuh Loid.
__ADS_1
"Akh !" Rintihan kesakitan terdengar dari bibir Loid.
Luka yang dialaminya sangatlah parah, membuat ia sulit untuk bernafas.
"Loid ! Bertahanlah ! Atur pernafasanmu !" Yuno tampak panik menyaksikan tubuh Loid berada diambang kematian.
"Hahaha ! Satu sudah tumbang ! Tersisa dua lagi ! Ah ingin sangat menyenangkan !" ucap iblis itu sembari terus malancarkan akasinya.
Tiba - tiba
BAAAAMM !!
Kedua pedang sihir milik Asta telah menancap pada jantung iblis tingkat tiga tersebut.
"Akh !" Darah kentalpun mengalir deras dari mulut iblis tingkat tiga itu.
Dengan cepat, Asta menarik kembali kedua pedangnya.
SLUUURRRPP !!
Darah segar pun memancar dengan derasnya dari tubuh iblis tersebut.
"Akh !" Rintihan kesakitan keluar dari bibir iblis itu.
Namun
Kreekk !
Kreekk !
Kreekk !
Tubuh iblis tingkat tiga itu kembali seperti semula secara perlahan, luka yang cukup berat membuat ia tidak dapat menyembuhkan dengan cepat seperti sebelumnya.
"Dia masih bisa memulihkan diri ?!" Asta tampat terkejut ketika menyaksikan hal tersebut.
CTAAASSSS !
Tanpa memberikan waktu, Asta melancarkan serangannya dengan memotong - motong tubuh iblis itu, membuat bagian bawah perut terpisah dengan tubuh bagian atas.
Asta melupakan satu hal, bahwa iblis hanya dapat dikalahkan dengan cara memenggal kepalanya dan membakarnya dengan sihir api.
Sejenak iblis tingkat tiga itu tampak seperti kalah, namun tanpa disadari tubuhnya kembali tumbuh secara perlahan - lahan hingga menjadi utuh kembali.
Set !
Kini iblis tingkat tiga itu tampak tengah berdiri tegap di udara menyaksikan para Ksatria Langit dari atas yang terlihat sedang mengkhawatirkan seorang Ksatria yang terluka yaitu Loid.
"Hahaha ! Sungguh malang nasib Ksatria itu ! Mengapa tidak menjadi iblis saja agar dapat menyembuhkan diri sepertiku ?!" Iblis itu berusaha melemparkan kata - kata hinaan kepada Ksatria Langit.
Jlep !
Semua yang menyaksikan itu tampak terkejut, termasuk Alice.
"Bukankah iblis itu tadi sudah mati ?" ucap Alice heran.
"Bagaimana mungkin dia dapat menyembuhkan dirinya lagi ? Bukankah Ksatria Langit sudah membunuhnya ?" Mika tampak tercengang menyaksikan iblis tingkat tiga itu berdiri dengan kokoh diatas udara tanpa ada luka sedikitpun terdapat pada tubuhnya.
__ADS_1
Bersambung..