SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
PENCARIAN


__ADS_3

Whooosshh!


BLAAARRRR!


Kembali iblis remaja itu melancarkan serangan dahsyatnya dengan kecepatan secepat kilat.


“Habislah kau kakak! Huhahaha!” Iblis remaja itu melancarkan serangannya bertubi – tubi dan membabi buta, membuat iblis tingkat dua tampak kewalahan menghadapinya.


“Sial! Iblis itu tidak memberikan waktu untukku seddetikpun!” Dengan kecepatan secepat kilat, iblis tingkat dua itu menangkis serangan dari iblis remaja tersebut.


DOOAAARR!


BLAARR!


“Huhahaha! Ini sangat menyenangkan! Sudah lama aku tidak mendapatkan iblis sekuat dirimu kakak!” Dengan lincah, iblis remaja itu melompat dari satu pohon ke pohon lainnya sembari melancarkan aksinya.


“Ayo kakak! Serang aku sekarang juga! Aku ingin menyaksikan kekuatanmu yang sebenarnya! Huhahaha!”


DOAARRR!


Whoosshh!


BLAARRR!


Pertempuran sengit itu terjadi dengan dahsyatnya, membuat pohon – pohon di dalam hutan tumbang satu per satu.


“Sial! Iblis ini benar –benar membuang tenaga dan waktuku! Aku harus mengakhiri pertempuran ini secepat mungkinn” Tampak iblis tingkat dua mengumpulkan mana yang begitu besar sehingga membuat segala tumbuhan dan hewan yang berada di dekatnya mati dalam sekejab karena iblis tingkat dua itu telah menyerap habis energinya agar kekuatan iblis tingkat dua itu meninggkat tujuh kali lipat.


“Ha ? Semua pohon – pohon dan hewan yang berada di sekitarnya seketika mati!” Iblis remaja itu tampak kebingungan menyaksikan hal itu, sesaat ia menoleh kearah iblis tingkat dua yang secara perlahan mengambang di udara sembari memancarkan cahaya merah yang menyilaukan mata.


“Mana yang dikeluarkannya besar sekali! Apa mungkin dia menyerap energy dari mahkluk hidup ini untuk memaksimalkan kekuatannya!” ucap iblis remaja itu.


“Aku belum pernah menyaksikan kekuatan sebesar ini sebelumnya! Iblis pangkat tertinggi memang sangat hebat!” Seketika iblis remaja itu terkesima menyaksikan kekuatan dari iblis tingkat dua itu.


“Kau! Iblis rendahan! Aku akan mengakhiri hidupmu sekarang juga!” Dengan mata menyala – nyala, iblis tingkat dua itu melancarkan serangan pamungkasnya, membuat iblis remaja itu melarikan diri secepat kilat.


DOOAARR!


DOOAARR!


Serangan iblis tingkat dua itu dapat mengejar iblis remaja yang sedag melarikan diri dari pertempuran.


“Aku tidak akan membiarkanmu kabur!” ucap iblis tingkat dua itu sembari melancarkan aksinya.


“Cih! Padahal hanya iblis rendahan tetapi bisa membuatku mengeluarkan kekuatan yang sesungguhnya!” Dengan kecepatan tiga kali lipat, iblis tingkat dua itu melancarkan aksinya.


BAAAAAMMM!


Akhirnya iblis remaja itu terkena serangan pamungkas milik iblis tingkat dua.


“AAAKKKHHH!” Serangan itu menembus tubuh iblis remaja itu dengan dahsyatnya.


Set!


Secara perlahan, iblis tingkat dua membawa tubuh iblis remaja itu dengan menggunakan sihirnya.

__ADS_1


“Aku akan membiarkanmu hidup asal kau bersedia mengisi posisi iblis yang dibutuhkan!” ucap iblis tigkat dua itu, sesaat setelah iblis remaja berada di hadapannya.


“Uhuk!” Turunkan aku!” Tampak iblis remaja itu sedang mengalami rasa sakit yang sangat luar biasa.


“Aku bisa saja menyembuhkanmu dengan sihirku! Itupun jika kau ingin bersedia mengisi posisi iblis yang kosong! Jika kau tidak bersedia, maka aku akan menghancurkan tubuhmu menjadi kepingan – kepingan debu!”


“Ak..Aku bersedia! Cepat turunkan aku!”


“Jika kau melarikan diri, aku tidak akan mengampunimu!”


“Ba..baik!”


Dalam sekejab, sihir milik iblis tingkat kedua itu lenyap tanpa jejak, membuat iblis remaja itu terjatuh menyentuh rerumputan.


“Aaakkhh!” Darah kental menetes dari dalam mulut iblis remaja itu.


“Aku akan menyembuhkan lukamu!” Sesaat cahaya merah terpancar dari telapak tangan iblis kedua itu, lalu mengarahkannya pada tubuh iblis remaja itu.


Dalam sekejab, tubuh iblis remaja itu kembali pulih, luka – luka yang ada pada tubuhnya lenyap tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.


“Luar biasa! Aku menyukaimu kakak! Selain cantik, kau juga sangat kuat dan hebat!” ucap iblis remaja itu ssesaat setelah tubuhnya pulih seperti semula.


“Maukah kau menjadi kekasihku kakak ?” tanya iblis remaja itu kemudian dengan mata penuh harapan.


“Jangan banyak omong! Cepat persiapkan dirimu dan ikut denganku!” jawab iblis tingkat dua dengan wajah datarnya.


“Ah kakak! Aku sangat menyukaimu! Aku akan mengikutimu kemanapun kamu pergi!”


Sementara itu di tempat lain, tepatnya di sebuah pasar akhir pecan, tampak Qhien Guan dan yang lainnya sedang mencari lelaki berjanggut.


“Tidak!” jawab Mika singkat.


“Seperti apa ciri – cirinya ? Apa kau bisa mendiskripsikannya ?” tanya Albert kemudian.


“Lelaki tua dan memiliki janggut sangat panjang!” jawab Mika.


“Cih! Mendeskripsikan ciri – ciri orang saja tidak bisa! Bagiamana kalau ternyata janggut lelaki yang kalian cari itu sudah di cukur! Bodoh sekali!” ketus Loid, membuat Mika seketika naik pitam.


“Seharusnya Tuan Putri tidak perlu menyembuhkan lenganmu! Biarkan saja terputus!” ucap Mika dengan api amarah yang membara.


“Sudah – sudah! Kita tidak perlu berkelahi lagi! Sekarang kita harus bekerja sama dengan baik!” Alice mencoba membuat suasana menjadi tenang dan akrab.


Saat semua sedang asik berdiskusi, tidak ada satu orangpun diantara mereka yang memperhatikan Qhien Guan yang telah pergi dari tempat itu.


“Ksatria yang tidak tahu bertrimakasih ini harus diberi pelajaran agar mulutnya dapat terkunci rapat!” kesal Mika.


“Bukannya bibirmu yang cocok untuk dikunci ? Soalnya bibir milikmu itu terlalu tajam, bahkan lebih tajam dari pada pedang!” jawab Loid, membuat Mika semakin naik pitam.


“Itu benar sekali Loid! Dia tidak perlu menggunakan pedang lagi karena bibirnya itu bisa menebas kepala manusia dalam sekejab!” gumam Yuno.


“KAAALLIIIIIAAAAN!!!” Dalam sekejab, sihir besar telah terkumpul di dalam telapak tangan Mika, bersiap untuk melancarkan serangan besarnya.


Namun


“Guan mana ?” kata Alice mengagetkan semua orang, sihir yang dikeluarkan oleh Mika pun kembali disimpannya.

__ADS_1


Sesaat Alice dan lainnya menoleh ke kiri, ke kanan dan kebelakang, namun tidak juga di temukannya.


“Hoi! Kemana perginya Ratumu ?” tanya Asta kepada Mika.


“Tuan Putri!” Mika mencoba mencari sekelilingnya dengan sepasang bola matanya.


“Bawahan seperti apa yang tidak tahu keberadaan Ratunya! Kau sunggu tidak pantas menjadi bawahan Ratu Penyihir itu!” ucap Loid, membuat Mika semakin emosi.


Tiba – tiba


“Hooiiii! Semuuuaaanya!” teriak Qhien Guan dari kejauhan sedang berjalan menghampiri mereka dengan mengangkat seorang kakek tua sang pengemis yang memiliki janggut panjang dan berwarna putih, membuat Alice dan yang lainnya tercengang seketika.


“Siapa yang di bawa oleh Guan ?” tanya Albert.


“Apa yang dibawanya ?” batin Asta.


“Hoi! Lihatlah ! Aku sudah menemukan pria tua yang memiliki janggut!” ucap Qhien Guan penuh kegirangan, membuat Alice dan yang lainnya semakin tercengang menyaksikan itu.


“Hah! Ini mudah sekali, aku melihatnya duduk disana sambil memegang mangkuk ini!” begiu sampai ditempat, Qhien Guan mencoba menjelaskan sambil memberikan sebuah mangkuk kecil yang berisi uang recehan.


Seorang kakek tua yang dibawa oleh Qhien Guan tampak gemetar dengan rasa takut yang luar biasa.


“Aku tidak merasakan aura Penyihir pada lelaki tua ini!” kata Asta.


“Apa Ratu Penyihir ini sangat bodoh ? Atau dia memang tidak dapat merasakan aura dari kaumnya sendiri ?” batin Yuno tercengang.


“Tu..Tuan Putri ! Si..siapa lelaki tua yang hampir mati ini ?” tanya Mika kepada Qhien Guan, membuat Alice sedikit kesal mendengarnya.


“Hah! Ternyata bukan aku saja yang merasa kalau dia sudah hampir mati ! Lihat saja tangannya kering sekali!” ucap Qhien Guan sembari mengangkat tangan kanan kaket tua itu.


Plak !


Satu pukulan dilayangkan oleh Alice ke kepala Qhien Guan.


“Aduh! Kenapa kau memukulku ?!” bentak Qhien Guan.


“Si bodoh ini selalu membuat orang kesal!” gumam Alice kesal.


“Mika! Apa ini orang yang kalian cari ?” tanya Alice kemudian kepada Mika.


“Bu..bukan!” jawab Mika gugup.


“Haaaa ? Jadi sebenarnya lelaki yang seperti apa ?! Aku sudah susah payah mengambil si tua ini dari sana ya!” teriak Qhien Guan.


Plak !


Lagi – lagi satu pukulan dilayangkan Alice kepada Qhien Guan, membuat para Ksatria Langit semakin tercengang.


“Manusia lemah itu berani memukul Ratu Penyihir ini ?” batin Asta.


“Mengapa Ratu Penyihir itu tidak memberikan perlawanan kepada manusia itu, padahal manusia itu sangat lemah!” gumam Yuno.


“Tidak mungkin Penyihir begitu akrab dengan manusia!” batin Loid.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2