
“TUAANN PUTRIII !!” Mika yang terluka berusaha bangkit berdiri untuk menyelamatkan Qhien Guan.
Dengan seluruh tenaganya, akhirnya ia dapat berdiri dan mencoba menghentikan perbuatan iblis tingkat empat itu.
“Alice ! Bersembunyilah di tempat aman !” ucap Mika kepada Alice.
“Kau iblis menjauhlah dari Tuan Putri !” ucap Mika tegas sembari mengumpulkan mana untuk mengeluarkan sihir elemen cahaya miliknya.
“Kali ini aku pasti bisa !” gumam Mika penuh percaya diri.
“Sihir pedang cahaya !”
Whoossshh !!
Ribuan pedang dari elemen cahaya meluncur kearah iblis tersebut dengan kecepatan secepat kilat.
Namun dengan santainya iblis tersebut melenyapkan pedang - pedang itu.
"Meladeni mahkluk lemah sepertimu hanya membuat harga diriku jatuh !" Dengan penuh amarah iblis tersebut terbang menghampiri Mika.
Jlep !
Hanya dalam hitungan detik, iblis itu telah berada dihadapan Mika dengan tatapan tajam penuh dengan aura membunuh.
Mika yang terkejut terdiam sejenak.
"Kapan ? Kapan iblis ini berada dihadapanku ? Apakah sihirku memang selemah itu ?" Mika yang tampak panik tidak dapat melakukan apapun.
Dengan lembut iblis tingkat empat itu menempelkan tangan kanannya pada dada Mika.
CTAAAAASSSSS !!
Iblis itupun melontarkan Mika dengan tangan kanannya.
Whoosssshhh !
BRAAAAKKKK !!
Serangan itu membuat tubuh Mika terpental cukup jauh, darah kental mengalir deras dari tubuhnya.
"Uhuk !"
Serangan itu juga telah melukai tubuh bagian dalam Mika sehingga membuat Mika batuk darah.
"Mika !" Alice yang menyaksikan pertempuran itu sedari tadi hanya bisa diam tanpa kata.
Syuungggg !!
Lagi - lagi iblis itu terbang dengan kecepatan secelat kilat menghampiri Mika yang sudah terluka parah.
Hanya dalam hitungan detik iblis itupun telah sampai dihadapan Mika yang terkapar penuh luka.
Rasa sakit yang dideritanya membuat tubuhnya tidak dapat berdiri lagi.
"Iblis itu kuat sekali !" batin Mika sembari menahan rasa sakit yang teramat pedih.
"Sungguh menjijikkan ! Aku pikir telah berhadapan dengan Penyihir terkuat ! Ternyata itu hanyalah rumor palsu !" ucap Iblis itu sesaat setelah berada di hadapan Mika.
"Cih ! Mahkluk lemah seperti kalian tidak pantas berada di bumi ini !" ucap iblis itu kesal.
__ADS_1
"Aku, apakah aku akan benar - benar mati kali ini ? Maafkan hamba Tuan Putri, hamba tidak dapat melakukan apapun !" Seketika pandangan Mika mulai buram, ia telah pasrah pada kehidupannya.
"Mati ! Mati ! Matilah mahkluk lemah !" Iblis itu kembali mengumpulkan energinya untuk menghabisi nyawa Mika yang telah sekarat.
CTAAASS !
Serangan kembali dilancarkan kepada Mika.
Namun
BAAAAMM !!
Secara tiba - tiba serangannya lenyap dan berbalik kepadanya, membuat wajah iblis tingkat empat itu mengalami luka ringan.
Dengan cepat, iblis tersebut menoleh kearah munculnya sihir yang berhasil menggagalkan serangannya.
Jlep !
Ia tampak terkejut ketika mendapati Qhien Guan berdiri kokoh di kejauhan dengan tubuh yang telah terluka parah.
Darah kental bercucuran dari kening, lengan dan juga bahu sebelah kanannya.
"Jangan pernah sentuh temanku !" Tatapan amarah pada sepasang bola mata Qhien Guan memunculkan aura mematikan di sekeliling area pertempuran.
Deg !
Seketika jantung iblis tersebut berdetak kencang setelah merasakan aura mematikan yang sangat besar terpancar dari tubuh Qhien Guan.
"Auranya bisa membuat tubuhku bergetar ?" gumam iblis tingkat empat itu.
"Padahal tubuhnya sudah terluka parah, mengapa dia tetap berusaha melindungi penyihir lemah itu ?" Iblis tingkat empat itu merasa heran menyaksikan kegigihab Qhien Guan yang tidak menyerah untuk mengalahkan dirinya.
BLAAARR !
BRAAAKK !!
Secara tiba - tiba Qhien Guan melancarkan serangan secepat kilat, membuat iblis itu terpental jauh.
Craaaasshh !!
Seketika dara bercucuran dari perut iblis tersebut, ternyata serangan itu membuat perutnya menancap pada sebuah besi bangunan yang berada disana.
Dengan sangat santai, iblis itu mencabut besi tersebut tanpa merasa sakit sedikitpun. Kemudian ia menyembuhnya dirinya sendiri dalam sekejab.
"Ternyata selama ini, kau menyimpan energimu ya ?! Aku mencabut ucapanku tadi, aku mengakui kekuatanmu ! Coba dari tadi kau seperti ini, pasti kau tidak akan terluka seperti sekarang !" Senyum licik terpancar pada wajah iblis tingkat empat itu, secara perlahan ia berjalan menghampiri Qhien Guan.
"Aku suka ini ! Hahahaha !" Kini iblis tersebut tertawa lebar setelah menyaksikan sosok Qhien Guan yang terdiam penuh dengan aura mematikan.
Energi besar yang dikeluarkan oleh Qhien Guan terasa mencekam dan mematikan, bahkan para Ksatria Langit yang masih berjalan dapat merasakan energi tersebut.
"Tuan ! Sepertinya ada peperangan disekitar sini !" ucap Loid kepada Asta.
"Auranya terasa mencekam !" sambung Yuno.
"Aura ini mirip dengan aura Penyihir pertama yang menjadi kesayangan para Dewa !" Asta tampak terkejut ketika merasakan aura tersebut.
"Ayo kita cari sumber energi ini !" perintah Asta.
"Baik Tuan !" jawab Yuno dan Loid secara serentak.
__ADS_1
BLAAARRR !!
BLAAARRR !!
Pertempuran sengitpun terjadi antara Qhien Guan dan iblis tingkat empat itu.
Kali ini pertempuran dikuasai oleh Qhien Guan, energi besar yang dikeluarkannya mampu mempecundangi iblis tingkat empat itu dengan mudahnya. Namun energi yang begitu besar telah merebut kesadaran Qhien Guan. Saat ini ia sedang bertarung dan menjadi sangat kuat tanpa kesadaran yang utuh.
"Tuan Putri !" batin Mika.
BLAAARRR !!
BLAARRR !!
Iblis tingkat empat itu melancarkan serangannya berkali - kali, namun dengan mudahnya serangan itu dihindari oleh Qhien Guan.
Kini iblis itu tampak seperti bayi baru lahir yang lemah dimata Qhien Guan.
BAAAAMMM !!
DOAAARRR !!
Qhien Guan melancarkan serangan balik yang tepat pada sasarannya sehingga membuat iblis itu terpental berkali - kali.
Darah bercucuran dari tubuh iblis tingkat empat itu, serangan yang dilancarkan Qhien Guan kali ini tidak dapat membuat iblis itu menyembuhkan dirinya sendiri. Ia juga merasakan sakit yang teramat pedih di bagian - bagian tubuhnya yang terluka.
"Sial ! Ternyata inilah kemampuan sesungguhnya dari Penyihir itu !" Iblis tingkat empat itu menyusun rencana untuk melarikan diri dari medan pertempuran.
Ia menyadari bahwa dirinya tidak mampu menghadapi Qhien Guan.
BLAAARR !!
Satu serangan dilancarkan kepada Qhien Guan, lalu berusaha kabut dari area pertempuran, namun sayangnya aksinya itu di gagalkan oleh Qhien Guab dalam sekejab.
CTAAAAASSSSS !!
Kepala iblis tingkat empat itupun terpenggal dan menggelinding di tanah.
"Kepalaku terputus ?! Apakah aku sudah kalah ?" Iblis tingkat empat itu tidak menyangka bahwa dirinya akan berakhir sebentar lagi.
"Kekuatan seperti apa yang dimiliki Penyihir itu ? Aku tidak dapat melihat celah sama sekali !" Secara perlahan tubuh iblis tingkat empat itu berubah menjadi abu dan lenyap di udara.
Sesaat setelah itu, tubuh Qhien Guan terjatuh diatas tanah. Ia pun kehilangan kesadaran.
Mika yang menyaksikan itu berusaha bangkit berdiri, namun luka - luka yang dialaminya sangatlah parah sehingga membuat ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya sama sekali.
"Akh !" rintih Mika.
"Tenanglah ! Lukamu sangat parah, jika manusia biasa, kamu pasti sudah mati !" ucap Alice khawatir.
Dug !
Tiba - tiba sosok lelaki berwajah tampan muncul dihadapan Qhien Guan yang sedang tak sadarkan diri, di dahinya terdapat tulisan angkat tiga yang artinya pria tersebut adalah iblis tingkat tiga yang memiliki kekuatan jauh lebih kuat daripada iblis sebelumnya.
Jlep !
Seketika Mika sangat terkejut menyaksikan kedatangan sosok pria tersebut.
"Aura ini ? Dia adalah iblis yang sangat kuat !" ucap Mika, membuat Alice menjadi sangat khawatir.
__ADS_1
Bersambung..