
"APA YANG KAU LAKUKAN ?! AKU SALAH APA ?” Tanya Qhien Guan lantang.
Qhien Guan tidak mengetahui kesalahan yang telah dilakukannya sehingga membuat Alice murka dan memukulnya secara berkali-kali.
“Maafkan atas perkataan mereka pak ! Mereka memang sangat bodoh !” Ucap Alice kepada Albert.
“I..Iya ! Tidak-tidak apa kog !” Jawab Albert gugup.
“Mengerikan sekali !” Gumam Albert ketika melihat Alice sedang marah besar.
“Hoi ! Jawab dulu ! Kenapa kau memukulku ?!” Tanya Qhien Guan lagi kepada Alice.
“BISAKAH KAU DIAM !” Bentak Alice dengan emosi yang membara.
“Dia bahkan lebih seram dari iblis” Batin Albert lagi sesaat setelah menyaksikan Alice membentak Qhien Guan.
Akhirnya mereka pun pergi bersama-sama mencari lelaki berjanggut itu dengan mengendarai mobil mewah Albert.
Alice dan Albert duduk dibangku bagian depan, sedangkan Qhien Guan dan Mika duduk di bangku bagian belakang.
Berhubung mereka tidak memiliki gambar dari lelaki berjanggut itu, maka satu-satunya cara untuk menemukannya adalah dengan melihat setiap wajah pria yang memiliki janggut di dagunya.
Grep !
Tiba-tiba Qhien Guan menarik seorang pria tua dengan paksa.
"Hei lihatlah ! Si tua ini memiliki janggut !" Teriak Qhien Guan kegirangan.
"Lagi-lagi si bodoh ini membuat masalah" Gumam Alice menepok jidatnya.
"Ada apa ? Apa kesalahan saya ?" Panik lelaki tua itu.
"Tenanglah pria berjanggut ! Sekarang katakanlah, seperti apa bentuk batu sihir itu ?" Tanya Qhien Guan kepada lelaki tua itu dengan lantang.
"Batu sihir apa ? Saya tidak tahu apapun, saya berani bersumpah" Jawab lelaki tua itu, ia tampak panik dan terlihat kebingungan.
"Jangan berbohong ! Aku akan memotong lidahmu jika kau berani berbohong !" Ancam Qhien Guan kepada lelaki tua itu.
Tiba-tiba
Plak !!
Lagi-lagi Alice melayangkan sebuah pukulan kepada Qhien Guan.
"KENAPA KAU MALAH MEMUKULKU ?!" Kesal Qhien Guan.
"Jangan bertindak seenaknya ! Ada banyak lelaki berjanggut di dunia ini !" Jawab Alice kesal.
"Mika ! Apa bapak ini lelaki yang kalian cari ?" Tanya Alice kepada Mika.
__ADS_1
"Tidak ! Bentuk badannya saja sudah beda ! Si tua ini terlalu kering dan peot, mungkin sekali tebas lansung tewas !" Jawab Mika dengan wajah datarnya.
Seketika lelaki tua itu merasa sakit hati setelah mendengar perkataan yang keluar dari bibir Mika, disamping itu ia juga terlihat panik dan ketakutan mendengar kata tewas dan tebas yang telah diucapkan Mika baru saja.
"Kenapa tidak ada yang normal diantara mereka berdua ? Yang satu bodoh sekali, satu lagi psikopath" Gumam Alice.
"Maafkan kami pak, karena telah mengganggu bapak ! Kami pikir tadi bapak saudara kami !" Kata Alice kepada lelaki tua itu.
"Saudara ? Saudara siapa ? Dia bodoh sekali" Batin Qhien Guan sembari menatap Alice dengan kesal.
"I..iya, tidak apa-apa !" Jawab lelaki tua itu.
Lelaki tua itupun berlari sekencang-kencangnya dari hadapan mereka, namun usianya membuat ia tidak dapat berlari kencang.
"Kenapa pak tua itu ?" Tanya Albert sembari menyaksikan lelaki tua itu berlari dengan tongkat dan tubuh yang bergetar.
"Kenapa dia terlihat bergetar ?" Tanya Qhien Guan penasaran.
"Mungkin bapak itu ketakutan melihat kita ! Jadi dia mencoba berlari dari kita sejauh mungkin, tetapi tenaga yang dimilikinya sudah tidak sanggup lagi untuk berlari kencang" Jawab Alice menjelaskan.
"Lebih baik dia berjalan daripada berlari seperti itu ! Tidak ada gunanya sama sekali, tetap saja dia dapat ditebas dengan mudah !" Kata Mika dengan raut wajah datarnya.
"Yasudah ! Ayo kita lanjutkan pencarian ini ! Lama-lama bersama kalian bisa membuatku cepat tua !" Kesal Alice sembari melangkah menuju mobil.
"Jika kau tua, kau akan terlihat seperti lelaki tadi ! Lebih baik kau mati muda saja !" Kata Mika.
Jlep !
"Aku harap mereka cepat menghilang dari pandanganku" Gumam Alice kesal.
Mereka pun kembali mencari pria berjanggut yang dimaksud.
Sudah tiga jam lamanya mereka mencari lelaki berjanggut itu, namun masih tidak ditemukan. Bahkan mereka menelusuri sebuah desa kecil hanya untuk mencari pria berjanggut itu, akan tetapi tetap saja pria itu belum ditemukan juga.
Malam pun semakin larut, mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan pencarian ini karena esok hari Alice dan Albert akan berangkat bekerja seperti biasa. Mereka terpaksa harus kembali kerumah dan memutuskan untuk mencari pria berjanggut itu di lain hari.
Qhien Guan merasa kecewa, ia terpaksa harus mengundur waktu untuk menyelamatkan Kerajaan Penyihir.
Ingatan-ingatan masa lalu pun menghampiri pikirannya. Wajah riangnya seketika menghilang. Semua menyadari perasaan Qhien Guan yang sangat ingin menyelamatkan keluarganya.
"Tuan Putri !" Ucap Mika dengan suara lirih.
"Ah, aku malah melamun ! Yasudah kita pulang saja ! Lain kali akan kita temukan lelaki itu !" Ucap Qhien Guan berusaha menyembunyikan kesedihannya di hadapan semua orang.
"Minggu depan sudah libur panjang, kita bisa mencarinya sampai ketemu !" Albert berusaha menghibur Qhien Guan yang terlihat sedih.
"Oh benarkah ?" Tanya Qhien Guan dengan lantang.
"Iya benar ! Kita akan menemukannya minggu depan ! Semoga saja" Jawab Albert.
__ADS_1
"Ya, sebaiknya kita pulang saja" Sambung Alice.
"Pak Albert ! Mampirlah kerumah untuk makan malam bersama !" Ajak Alice dengan sopan.
"Baiklah ! Mau makan apa ?" Tanya Albert kemudian.
"Oh sebaiknya kita masak sendiri saja agar lebih sehat !" Jawab Alice.
"Aku akan memasak untuk kalian semua !" Ucap Qhien Guan yang membuat Alice dan Mika panik secara bersamaan.
"Tidak-tidak ! Biar aku saja yang memasak !" Ucap Alice panik.
"I..Iya Tuan Putri ! Sebaiknya Tuan Putri tidak perlu memasak !" Sambung Mika.
Sepertinya Alice dan Mika tidak ingin menyantap makanan iblis buatan Qhien Guan lagi.
"Lho ?! Tidak apa-apa Guan yang memasak ! Saya juga penasaran dengan masakan Guan" Ucap Albert dengan penuh harapan agar dapat menikmati makanan yang dibuat oleh Qhien Guan.
Deg !
Seketika Alice dan Mika terkejut, wajah mereka tampak shock secara bersamaan. Kali ini Alice dan Mika satu pendapat untuk tidak membiarkan Qhien Guan menciptakan masakan iblis lagi.
"Se..Sebaiknya jangan pak !" Ucap Alice gugup.
"Jika kau tidak ingin mati, sebaiknya jangan ijinkan Tuan Putri memasak !" Sambung Mika dengan nada suara pelan agar tidak dapat didengar oleh Qhien Guan.
"Ya ! Mika benar pak !" Bisik Alice kepada Albert.
"Ah tidak apa-apa ! Lagi pula saya sudah terbiasa makan makanan kurang enak !" Jawab Albert yang begitu ingin merasakan masakan Qhien Guan.
"Makanan Tuan Putri itu sangat tidak enak ! Dapat membuat lidah dan perutmu bergetar seperti mau pecah ! Satu lagi, kalau makanannya tidak dihabiskan maka Tuan Putri akan marah besar" Mika mencoba merayu Albert agar tidak meminta Qhien Guan memasak.
"Mika benar sekali pak !" Begitupun dengan Alice, ia juga sangat berharap agar Qhien Guan tidak memasak untuk mereka.
Qhien Guan tampak kebingungan menyaksikan tingkah laku Alice dan Mika yang berusaha meyakinkan Albert untuk tidak mencoba merasakan makanan yang dibuat oleh Qhien Guan.
"Nanti saya yang akan habiskan ! Kalian tidak perlu khawatir ! Lagi pula Qhien Guan benar, membuang makanan itu tidak baik !" Albert masih tetap pada pendiriannya.
"Kalau begitu, terserah bapak saja ! Yang penting sudah saya ingatkan !" Ucap Alice lemah.
"Hei manusia ! Kau harus menghabiskan seluruh jatah makananku nanti ! Jika tidak, aku akan memotongmu menjadi beberapa bagian" Bisik Mika kepada Albert.
Jlep !
Ucapan Mika seketika membuat jantung Albert berdetak kencang, bulu romanya juga ikut berdiri. Ia tampak ketakutan mendengar perkataan yang baru saja di ucapkan oleh Mika.
"Bagaimana Alice bisa hidup dengan wanita seseram ini ?" Gumamnya kemudian.
Bersambung ..
__ADS_1