SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
BERTEMU DENGAN IBLIS TINGKAT LIMA


__ADS_3

Di pagi yang cerah ini tampak suasana pada kediaman Alice terdengar sangat berisik, ternyata karena bahan-bahan masakan telah habis, lemari pendingin juga hampir terlihat kosong membuat Alice tidak dapat memasak sarapan dan bekal untuk ke kantor.


“Guan ! Tolong ke minimarket sebentar !” Teriak Alice dari dapur.


“Waah ! Aku akan belanja ?” Tanya Qhien Guan kegirangan.


“Jika aku membiarkanmu pergi sendiri, pasti uang akan habis dan tidak kelihatan hasil belanjanya” Ucap Alice sembari membayangkan Qhien Guan membeli bahan-bahan yang tidak dibutuhkan saat sedang berbelanja.


“Mika ! Sebaiknya kau juga ikut untuk mengawasinya ! Aku tidak percaya jika dia yang pegang uang belanja !” Kata Alice kepada Mika.


“Baik !” Jawab Mika singkat.


“Huh ! Padahal aku sangat ingin memegang uang, banyak yang ingin aku beli !” Gerutu Qhien Guan.


“Jangan membeli apapun selain barang-barang yang aku tulis di dalam daftar belanja !” Perintah Alice.


“Iya iya !” Sahut Qhien Guan.


“Huh ! Dia cerewet sekali !” Ucapnya kemudian.


Qhien Guan dan Mika pun pergi menuju minimarket terdekat sembari membawa kertas kecil yang berisi catatan daftar belanja.


Jarak rumah dengan minimarket hanya kurang lebih lima meter saja, jam di dinding masih menunjukkan pukul lima pagi hari, tidak ada kendaraan yang melintas pada waktu tersebut sehingga membuat suasana jalanan tampak sepi. Qhien Guan dan Mika akhirnya sampai ke minimarket tanpa halangan apapun.


Minimarket ini merupakan satu-satunya minimarket yang buka selama duapuluh empat jam.


Sesampainya di minimarket mereka lansung membeli bahan-bahan yang tertulis di dalam kertas catatan yang diberikan oleh Alice.


Tak butuh waktu lama, semua bahan telah terkumpul, kini waktunya untuk kembali kerumah agar Alice dapat memasak dengan cepat. Qhien Guan dan Mika pun kembali kerumah dengan berjalan kaki sambil membawa barang belanjaan.


Tanpa sengaja mereka bertemu dengan Albert pada saat sedang berjalan menuju rumah.


“Hei ! Kenapa keluar pagi-pagi begini ?” Sapa Albert dari dalam mobilnya.


“Kami baru saja selesai belanja !” Jawab Qhien Guan sambil tersenyum lebar.


“Kau sendiri ngapain keluar pagi-pagi ?” Ketus Mika kepada Albert.


“Oh ! Kebetulan saya mau membeli sesuatu di minimarket itu !” Jawab Albert.


“Mau saya antar pulang ?” Ucapnya kemudian.


Tiba-tiba


DOOOAAARRR !!!


Sebuah ledakan besar terjadi di dekat Qhien Guan dan Mika.


“Ah sial, aku meleset !” Ucap seorang wanita cantik dan bertubuh seksi dari kejauhan.


“Aura ini ?!” Ucap Mika.

__ADS_1


“Apa wanita itu yang meledakkan jalanan ?” Tanya Albert penasaran bercampur takut.


“Iya ! Dia adalah iblis tingkat lima” Jawab Qhien Guan ketika melihat sebuah tulisan angka lima pada dahi wanita itu.


“Halo Tuan Putri !” Sapa iblis tersebut sambil tersenyum manis yang terlihat cantik namun mematikan.


“Kau pasti kaget melihatku datang menemuimu bukan ??” Tanya iblis itu kemudian sambil melangkah maju dengan kemolekannya.


“Ah.. Aku bahagia sekali pagi ini, habis makan janin manusia lansung dapat hadiah, ini namanya beli satu gratis satu” Lanjutnya.


“Janin manusia ?” Batin Albert terkejut.


“Ooohh ?! Ternyata ada pria tampan dibelakangmu ? Ah dia sangat cocok menjadi makanan penutup untukku !” Ucap ilbis tingkat lima tersebut.


“Kemarilah !” Ucap iblis itu.


Seketika Albert melayang ke udara dan mendekat dengan iblis tingkat lima tersebut.


“Sihir ucapan ?” Heran Mika.


Iblis tingkat lima merupakan salah satu iblis terkuat diantara iblis lainnya. Iblis itu dapat mengendalikan segala sesuatu hanya dengan ucapan saja sehingga membuat ia dengan mudahnya menang dalam pertarungan.


Iblis tingkat lima sangat menyukai janin yang masih berada di dalam kandungan manusia, menurutnya janin itu adalah makanan yang paling segar dan dapat mengembalikan stamina dan kecantikkannya.


Jika ia tidak mendapatkan janin, maka jalan terakhir adalah mengkonsumsi manusia-manusia yang memiliki paras cantik dan tampan, menurutnya manusia seperti itulah yang layak untuk di santap.


"Kembalikan dia !" Perintah Qhien Guan kepada iblis tersebut dengan lantang.


"Tuan Putri, dia sangat berbahaya ! Berhati-hatilah !" Ucap Mika kepada Qhien Guan.


"Kau juga Mika !" Jawab Qhien Guan singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari iblis tingkat lima tersebut.


"Kau sangat cantik Tuan Putri ! Bagaimana kalau kita bekerja sama saja ! Wanita cantik berteman dengan wanita cantik, aah indah sekali !" Ucap Iblis tersebut bertingkah manja.


"Hm ? Di belakangmu juga lumayan cantik, tapi dia sangat lemah ! Dia tidak pantas berada diantara kita !" Ucap iblis itu lagi.


"Ah ! Kau merusak pandanganku saja Penyihir lemah !" Ucap iblis itu dengan raut wajah kecewa.


"Aku sangat tidak suka ini ! Maka dari itu, aku akan melenyapkanmu terlebih dahulu !" Seketika tatapan iblis tersebut menjadi sangat tajam.


"Sejujurnya aku juga tidak suka dengan iblis sepertimu ! Kau tampak seperti wanita penggoda yang terlalu centil ! Membuatku jijik !" Ucap Mika ketus.


"Cih ! Beraninya penyihir lemah sepertimu berbicara kepadaku !! Harusnya kau tahu levelmu !" Kesal iblis tersebut.


"Terpentallah !" Ucap iblis tingkat lima itu dengan nada suara pelan.


Seketika


BRAAAK !!


Mika terpental sejauh enam meter kebelakang.

__ADS_1


"Akh ! Uhuk uhuk !!" Benturan pada dadanya membuat ia batuk mengeluarkan darah.


"MIIKAAAA !!!" Teriak Qhien Guan panik.


"Nah, begini baru terlihat pantas dan sangat cocok !" Ucap iblis tersebut.


"Tidak perlu ada noda seperti penyihir lemah itu !" Lanjutnya.


"Segala makhluk hidup yang lemah di dunia ini pantas dimusnahkan saja daripada menjadi hama, dan manusia-manusia harus kita biarkan berkembang biak agar makanan kita tidak pernah habis, ah indahnya hidup ini !" Ucap iblis tersebut dengan centilnya.


"Kau !! Tidak akan pernah kuampuni !!" Ucap Qhien Guan penuh amarah.


"Aku malah menjadi beban untuk Tuan Putri !" Gumam Mika dari kejauhan.


"Aku tidak bisa seperti ini ! Setidaknya aku dapat membantu Tuan Putri meski hanya lima menit saja !" Mika berusaha bangkit berdiri.


Iblis tingkat lima yang menyadari hal tersebut merasa tidak senang melihat Mika yang berusaha bangkit untuk menghadapinya.


"Ohhh ?! Masih bisa berdiri ya ?" Ucap iblis tersebut.


Seketika Qhien Guan mengalihkan pandangannya kepada Mika.


"Mika !" Ucap Qhien Guan khawatir.


"Maafkan hamba Tuan Putri ! Hamba selalu menjadi beban untuk Tuan Putri" Kata Mika kepada Qhien Guan.


"Kali ini hamba akan membantu Tuan Putri !" Ucapnya kemudian.


"Haaaa ??! Membantu ? Ternyata nyali Penyihir lemah ini boleh juga, meski tidak berguna sama sekali !" Kesal iblis tingkat lima itu.


"Melayanglah setinggi-tingginya dan terjatuhlah dengan cepat !" Iblis tingkat lima itu kembali mengucapkan mantra pembunuhnya.


Tiba - tiba


Whooossshh !!


Mika melayang naik ke udara setinggi mungkin.


"MIIIIKKKAAAAA !!" Teriak Qhien Guan.


"APA YANG KAU LAKUKAN PADA TEMANKU ?!!" Tanya Qhien Guan dengan lantang kepada iblis tingkat lima itu.


"Oohh ! Aku hanya ingin melenyapkannya dengan cepat !" Jawab iblis tersebut dengan santai.


Whoosssshh !!


Grep !


Dengan cepat Mika terjatuh ke tanah, namun beruntungnya Qhien Guan berhasil menangkap tubuh Mika dengan kekuatan sihir angin yang dimilikinya.


"Mika ! Apa kau baik-baik ?! Tanya Qhien Guan khawatir.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2