SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
AKHIR HIDUP DARI MANTAN KSATRIA LANGIT


__ADS_3

"Ada apa non ? Mengapa melihat saya seperti itu ?" Kata pak Asep kepada Qhien Guan.


Ia merasa salah tingkah di perhatikan oleh Qhien Guan saat sedang membersihkan taman belakang.


"Apa kau tau pria berjanggut ?" Tanya Qhien Guan dengan lugunya.


"Pria berjanggut ?" Seketika pak Asep membayangkan pesulap lelaki berjanggut yang ada di dalam acara televisi tadi malam.


"Tentu saja bapak tahu, dia hebat sekali !" Pak Asep menduga bahwa pria yang dimaksud itu adalah pesulap yang telah disaksikannya di acara televisi.


"Benarkah ? Sekuat apa dia ?" Tanya Qhien Guan penasaran.


"Bapak juga heran, kenapa dia bisa sekuat itu, bayangin saja tadi malam dia angkat mobil dengan giginya, hebat bukan ?" Kata pak Asep kagum.


"Dengan gigi ?"


"Iya benar, bapak tidak habis pikir, bagaimana dia melatihnya ?"


"Baiklah ! Aku juga akan melatih gigiku agar aku bisa berhadapan dengannya secara lansung !" Jawab Qhien Guan dengan suara lantang.


"Eeehh !! Tidak mungkin ! Itu hal yang mustahil, lagi pula non ini perempuan, jangan melakukan yang aneh-aneh !"


"Memangnya kenapa kalau perempuan ? Aku bisa melatih gigiku juga !" Kata Qhien Guan.


"Ah bagaimana kalau latihanku kali ini di temani olehmu pak tua !" Ucapnya lagi.


"Sekarang naiklah keatas gigiku, aku akan mencoba mengangkatmu dengan gigiku !" Ucap Qhien Guan lagi sembari berbaring menunjukkan giginya.


"HAAAAAAA ??!" Ucap pak Asep yang tidak habis pikir dengan tingkah laku Qhien Guan.


Sementara itu di tempat kediaman para Ksatria Langit, pertempuran sengit antara Ksatria Langit dan iblis tingkat enam berlansung hebat.


Ksatria Langit bekerja sama dalam menghadapi iblis tingkat enam tersebut.


Selama tiga jam, pertempuran itu berlansung secara seimbang.


Tiba-tiba


Crashhh !!


Serangan dari iblis tersebut menghantam lengan sebelah kanan Loid.

__ADS_1


Loid dan Yuno tampak sangat kelelahan sehingga membuat Loid lengah. Beruntung hanya lengan saja yang terkena serangan.


"LOIIIDD !!" Teriak Yuno panik.


"Akh !" Rintih Loid sembari memegang lukanya.


"Raga ! Hentikan aksimu itu !" Perintah Asta.


"Aku tidak akan mematuhi ucapanmu lagi !" Jawab Raga sembari bersiap melancarkan serangan kepada Asta.


Whoosshh !!


Braaakk !


Kembali Raga melancarkan serangannya, kali ini ia melancarkan serangan secara membabi buta.


Dendam yang mendalam membuat Raga menyerang secara brutal, ia tidak menyadari bahwa konsentrasinya telah hilang, saat ini bayangan istri dan anaknya selalu melintas dalam pikirannya.


Ia menyerang para Ksatria langit sambil membayangkan senyum manis istri dan anaknya. Ia juga membayangkan penduduk Kerajaan Langit yang mengusir dan mengutuknya karena telah menjalin hubungan asmara dengan seorang Penyihir wanita.


Pertempuran sengit ini pun menjadi tidak seimbang, Asta dapat melihat celah yang dibuat oleh Raga.


Whooosshh !!


Serangan Asta berhasil menghantam jantung iblis tingkat enam itu.


Craack !


Darah kental menyembur deras ke udara.


Braakk !


Iblis tingkat enam itu pun terkapar lemah menunggu ajalnya.


"Mengapa kalian membuangku ? Aku hanya mencintai seorang Penyihir. Apa mencintai termasuk dosa besar ? Lagi pula aku tidak bisa memilih wanita yang harus aku cintai" Ucap Raga lemah.


"Jika aku dapat memilih, sudah pasti wanita dari Kerajaan Langit yang akan aku cintai"


"Anak dan istriku yang tidak bersalah juga telah kalian bunuh" Senyum kepedihan terpancar di wajah Raga.


"Padahal aku sudah memberikan yang terbaik untuk Kerajaan, aku melakukan apapun untuk Kerajaan dengan tulus, seluruh nyawaku telah kuberikan untuk melindungi Kerajaan. Aku juga melayanimu dengan segenap hatiku, tapi inilah balasan yang aku terima, hanya karna aku mencintai wanita yang salah" Ucapnya lagi.

__ADS_1


Para Ksatria Langit hanya bisa terdiam mendengar perkataan dari iblis tingkat enam itu.


Mereka juga menyadari bahwa hal itu juga tidak adil untuk hidupnya.


"Cih ! Ternyata beginilah akhir dari hidupku, aku harus mati di tangan Tuan ku sendiri, sungguh menyedihkan" Kata Raga tersenyum sinis.


"Tunggu aku istriku !" Ucapnya kemudian sambil menatap langit.


"Raga ! Sesungguhnya anak dan istrimu masih hidup !"  Ucap Asta.


Mendengar itu, Raga sedikit tercengang, ia memandang Asta dengan penuh harapan.


"Aku tidak membunuh anak dan istrimu, aku membebaskan mereka ! Sejujurnya istri dan anakmu ada di dalam Istanaku, mereka menjadi pelayan setia untuk Kerajaan" Ucap Asta kemudian.


Seketika air mata Raga terjatuh membasahi pipi, ia tidak menyangka bahwa anak dan istrinya masih hidup.


Selama ini ia meratapi nasib dan menangisi kehidupannya yang malang. Ia sangat mencintai anak dan istrinya, bertahun-tahun lamanya ia telah menahan rindu yang teramat mendalam. Ingin rasanya ia bertemu dengan keluarga kecilnya walau hanya sedetik saja, namun kematian istri dan anaknya selalu mengisi pikirannya sehingga membuat ia dendam kepada seluruh pemimpin yang ada di dunia. Raga kemudian memutuskan untuk menjadi iblis dan membantai seluruh pemimpin-pemimpin yang ada di dunia ini, bahkan pemimpin suatu kelompok terkecilpun turut dimusnahkan.


"Seharusnya penduduk yang menjalin hubungan asmara dengan Kerajaan Penyihir mendapat hukuman mati bersama kekasihnya, tetapi para penduduk tidak ingin kau di hukum mati, begitu juga denganku !" Kata Asta menjelaskan.


"Kau adalah Ksatria yang telah banyak berjasa untuk Kerajaan Langit, sebenarnya aku melemparmu ke dunia ini hanya untuk mengujimu kembali, setelah itu aku akan mengampuni dosa-dosamu lalu mengangkatmu kembali menjadi Ksatria Langit" Lanjutnya.


"Para penduduk di Kerajaan Langit juga setuju atas keputusan itu, mereka semua merindukanmu ! Mereka juga sangat menyayangi anak dan istrimu tanpa membedakan ras. Aku minta maaf karena tidak memberitahumu tentang hal ini ! Aku sengaja tidak melakukannya agar kau dapat menyelesaikan ujian ini dengan baik dan adil" Ucap Asta kemudian.


Mendengar itu, Raga terdiam sesaat. Ia tidak menyangka bahwa selama ini para penduduk di Kerajaan Langit dapat menerima dirinya dan keluarganya. Kini dendam di hatinya telah hilang, senyum kelegaan terpancar di wajahnya.


"Maafkan atas perbuatan hamba Tuan ! Hamba tidak tahu kebenarannya, seandainya hamba tahu hal yang sebenarnya terjadi mungkin tidak akan seperti ini jadinya, tetapi semua sudah terlambat ! Hamba merasa sangat berdosa telah mencoba untuk membunuh Tuan, mohon maafkan hamba agar hamba dapat pergi dengan tenang" Ucap Raga menyesali perbuatannya, namun perasaan lega menghiasi hatinya setelah mengetahui hal yang sebenarnya terjadi.


"Trimakasih Tuan, aku masih menghormatimu sampai aku mati" Ucap Raga lemah.


Secara perlahan-lahan tubuh mantan Ksatria Langit itu alias iblis tingkat enam berubah menjadi abu hingga lenyap di udara.


Loid dan Yuno yang menyaksikan itu sedikit merasa iba melihat kisah hidup Raga yang begitu malang.


Ingin rasanya mereka mengubah takdir yang telah terjadi.


"Semoga kau bereinkarnasi kembali menjadi seorang Ksatria hebat !" Kata Asta sembari menyaksikan debu-debu yang bertebaran dari tubuh Raga.


"Kau tidak apa-apa ?" Tanya Yuno kepada Loid sembari memegang luka pada lengan Loid dengan penuh rasa khawatir.


"Akh ! Tidak bisakah matamu melihatnya ?! Lenganku sedang terluka, jangan kau sentuh sembarangan !" Kesal Loid.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2