SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
IBLIS TINGKAT TIGA DIKALAHKAN


__ADS_3

"Hahaha ! Aku suka ! Aku suka menyaksikan ekspresi kalian seperti itu !" ucap iblis tersebut sembari tetap berdiri tegap di udara.


"Hm ?? Ternyata belum mati juga ya ?" Seketika iblis tersebut manyaksikan tubuh Loid yang masih bernyawa.


"Baiklah ! Akan kuakhiri sekarang juga !" Iblis tersebut pun mengerahkan kekuatannya.


Whooosssshhh !


Satu serangan dilancarkan kepada Loid.


BAAAAMMM


Dengan cepat, Asta menangkis serangan tersebut dengan pedangnya.


"Owh ! Aku lupa kalau disini ada Rajanya ! Baiklah, aku akan memberikan sejuta serangan tanpa henti !" Kembali iblis tersebut melancarkan aksinya.


BLAAARRR !!


BLAAARRR !!


Seranga  bertubi - tubi diarahkannya kepada Loid, namun sayangnya serangan itu dapat ditangkis oleh Asta sang Ksatria Langit.


BLAAARRRR !!


BLAAARRR !!


Whusssshhh !


Sembari menangkis serangan tersebut, Asta terbang menghampiri iblis tersebut untuk membalas serangannya.


Namun


Set !


Dengan cepat, iblis tersebut menghindar sejauh mungkin.


"Lambat ! Sungguh lambat ! Rasakan sihir kegelapan milikku !" Kembali iblis tingkat tiga itu melancarkan serangannya.


BLAAAARRR !!


DOAAAARRR !!


Lagi - lagi Asta terpojok dan terpaksa harus menangkis serangan tersebut agar tidak melukai yang lainnya.


"Sial ! Aku harus lebih cepat lagi !" Asta pun mengerahkan seluruh kekuatannya dan berusaha mengimbangi kecepatan dari iblis tersebut.


Whossshhh !!


BLAAARRRRR !!


DOAAAAARRR !!


Pertempuran sengit kembali terjadi antara Asta sang Ksatria Langit dan Iblis tingkat ketiga.


Seluruh mata tampak tercengang menyaksikan pertempuran yang tidak ada celah sama sekali.


Bahkan pergerakan mereka tidak bisa diikuti oleh pandangan mata.


Whoossshh !

__ADS_1


BLAAAAAAARRRR !


"Sepertinya aku tidak bisa masuk kedalam pertempuran itu ! Bagaimana ini ?" Yuno tampak kebingungan untuk memasukin pertempuran tersebut.


Ia hanya bisa berdiri disamping Loid yang terkapar sambil berjaga jika sewaktu - waktu ada serangan yang nyasar menghantam tubuh Loid.


Sementara Qhien Guan masih terkapar tidak sadarkan diri diatas tanah.


Tiba - tiba


CTAAAAASSS !


Satu kaki dari iblis tersebut terputus dan bergelinding mendekati tempat Alice dan Mika.


"Uwaaahh ! Menjijikkan sekali !" Seketika Alice berteriak menyaksikan sepotong kaki menghampiri dirinya.


"Hebat sekali ! Ksatria itu bisa mematahkan kaki iblis yang begitu kuat !" gumam Mika.


CTAAAASSSS !!


Kini lengan dari iblis tersebut terputus dengan pedang sihir milik Asta.


"Akh !" Rintihan kesatikan terdengar dari bibir iblis tingkat tiga itu.


"Kenapa aku merasakan sakit ? Padahal hanya kaki dan lengan yang terputus !" teriak iblis tersebut.


"Itu karena pedang suciku pemberian dari para Dewa ! Sekarang matilah !" Kembali Asta mengayunkan kedua pedangnya.


Ctaaaassss !


Akhirnya kepala dari iblis tingkat itu terputus dan bergelinding kebawah.


Tubuhnya yang melayang pun ikut terjatuh kabawah.


"Aku tidak mungkin kalah ! Aku tidak mungkin kalah ! Aku tidak mungkin kalah ! Aku tidak mungkin ka..." ucap iblis tingkat tiga itu berulang kali hingga tubuhnya lenyap menjadi abu dan terbang ke udara.


"Hebat sekali !" Seketika Mika tercengang menyaksikan Asta sang Ksatria Langit telah berhasil mengalahkan iblis tersebut.


"Hoi manusia ! Aku mohon padamu, bawa Tuan Putri kembali kerumah sekarang juga !" pinta Mika kepada Alice.


"Kau bagaimana ?"


"Kau bisa menjemputku setelah mengantar Tuan Putri ! Dia tidak boleh mati, Dia satu - satunya yang bisa menyelamatkan Kerajaan Penyihir !" ucap Mika sembari menahan kesakitan yang luar biasa.


"Baiklah ! Aku akan membawanya kerumah ! Tunggulah disini !" jawab Alice, lalu bergegas melangkah menghampiri Qhien Guan.


Namun


Whuuuuussshh !


Secara tiba - tiba, Asta sang Ksatria Langit terbang secepat kilat menghampiri tubuh Qhien Guan yang sekarat.


"Tidak !" Mika tampak panik menyaksikan hal itu.


Grep !


Asta pun menggendong tubuh Qhien Guan, membuat seluruh mata memandang tercengang seketika.


"Tuan !" ucap Yuno lirih.

__ADS_1


"Di..dia menggendong Tuan Putri ?" ucap Mika terkejut.


"Aku akan menggendongnya menuju rumahmu, cepat kau bantu si Penyihir itu !" kata Asta kepada Alice.


"Ah.. iya !" Dengan cepat, Alice pun memapah Mika yang sekarat.


"Yuno ! Bawa Loid ketempat mereka ! Kita akan beristirahat disana malam ini !" perintah Asta kepada Yuno.


"Baik Tuan !" Tanpa mengulur waktu, Yuno pun membawa Loid menuju tempat kediaman Alice.


Sesampainya disana, Alice mencoba mengobati semua orang yang terluka.


"Lebih baik aku panggilkan dokter saja !" Alice yang merasa tidak mampu menangangi luka yang begitu parah, ia hanya bisa berharap pada kemampuan seorang dokter.


"Tidak perlu ! Tuan Putri bisa menyembuhkan luka ini ! Hanya saja saat ini dia sedang terluka ! Berikan Tuan Putri makanan agar beliau mendapatkan energi untuk menyembuhkan dirinya sendiri, lalu Tuan Putri akan menyembuhkan luka ini !" ucap Mika menjelaskan.


"Oh baiklah !" Alice pun bergegas menuju dapur dan mengeluarkan seluruh makanan yang berada di dalam lemari pendingin.


Ia juga mencoba memasak berbagai jenis makanan untuk dihidangkan kepada Qhien Guan dan yang lainnya.


"Aku tidak menyangka, ternyata Ratu kalian memiliki kemampuan sihir penyembuh !" ucap Yuno.


"Cih ! Ini seperti kemampuan dari para iblis ! Memang Penyihir pantas dilenyapkan dari dunia ini !" ucap Yuno kemudian.


"Jangan samakan kami dengan iblis - iblis itu ! Kalian para Ksatria Langitlah yang pantas disebut iblis ! Membunuh tanpa sebab yang pasti !" Mika tampak murka mendengar perkataan Yuno.


Sementara itu, didalam kamar tampak Asta sedang duduk disamping ranjang tempat Qhien Guan berbaring.


"Lukanya cukup parah ! Apa dia bisa diselamatkan ?" Raut wajah Asta menunjukkan rasa khawatir menyaksikan Qhien Guan yang sekarat.


"E..ner..gi..ku.. te...lah.. ha..bis.. !" Tiba - tiba terdengar suara dari bibir Qhien Guan secara terbata - bata.


"Energi ?" Asta mencoba memikirkan kalimat yang telah diucapkan oleh Qhien Guan.


Dengan kecepatan secepat kilat, Asta pun menghampiri Mika, membuat seluruh mata yang memandang tampak tercengang.


"Energi !! Ratu kalian baru saja menyebutkan Energi ! Apa maksudnya Energi ? Darimana dia mendapatkan energi ?" ucap Asta lantang.


"Kenapa dia ? Apa otaknya bergeser ya ?" batin Mika.


"Cepat katakan ! Energi Ratu kalian didapatkan dari mana ?" ucap Asta tegas.


"Dari makanan ! Tuan Putri mendapat energi dar..." Belum selesai Mika berbicara, Asta telah meninggalkannya dan berlari menuju dapur.


"Ada apa dengan Ksatria itu ?" batin Mika penasaran.


"Tuan !" Loid dan Yuno pun tampak tercengang menyaksikan tingkah laku dari pemimpinnya tersebut.


Setibanya di dapur, Asta mencoba mencari beberapa makanan untuk diberikan kepada Qhien Guan.


"Kamu sedang mencari apa ?" tanya Alice.


"Berikan aku makanan yang banyak !" ucap Asta tanpa basa - basi.


"Ya ampun, dia lucu sekali !" batin Alice, ia tampak terkesima melihat wajah Asta yang begitu imut disaat meminta makanan, seperti seekor kelinci lucu.


"Kamu mau makan ya ? Yasudah ini ambillah ! Kamu hanya boleh memakan ini, karena yang lainnya hanya untuk Guan ! Aku juga sedang memasak makanan untuk Guan !" kata Alice sembari memberikan beberapa kue kepada Asta.


Tanpa menunggu lama, Asta pun mengambil kue tersebut dan bergegas menuju kamar tempat Qhien Guan berada.

__ADS_1


Setibanya disana, ia lansung menyuapi Qhien Guan dengan tangannya sendiri.


Bersambung..


__ADS_2