SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
IBLIS TINGKAT EMPAT


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Qhien Guan dan yang lainya telah selesai menikmati sarapan pagi, mereka pun memutuskan untuk kembali kerumah terlebih dahulu lalu menyusun sebuah rencana untuk mencari keberadaan dari lelaki berjanggut yang di maksud.


Beepp.. Beepp..


Telepon genggam milik Albert berdering, tanpa menunggu lama, Albert pun menjawab panggilan tersebut.


“Halo ! Oh begitu ! Baiklah ! Saya segera kesana !” tampak Albert sedang berkomunikasi melalui telepon genggam miliknya.


“Alice ! Sepertinya saya tidak bisa ikut dalam pencarian ini, ada hal penting yang harus di urus !” ucap Albert kepada Alice.


“Oh tidak apa – apa pak ! Apa perlu saya ikut ke kantor mendampingi bapak hari ini ?” Sebagai seorang sekretaris, Alice mencoba menawarkan sebuah bantuan kepada Albert.


“Tidak perlu ! Ini hal yang privasi ! Kamu nikmati saja hari libur ini sebaik mungkin !” jawab Albert.


“Guan ! Mohon maaf, sepertinya hari ini saya tidak bisa ikut mencari lelaki berjanggut itu bersamamu ! Mungkin besok saya akan temani kamu !” ucap Albert kemudian kepada Qhien Guan.


“Ah tidak apa – apa ! Tidak perlu sungkan begitu !” jawab Qhien Guan dengan santainya.


“Lagi pula manusia sepertimu tidak akan berguna dalam pencarian ini !” ketus Mika.


Jlep !


Ucapan Mika kembali menusuk hati Albert, meski dirinya sudah terbiasa mendengarkan perkataan mematikan yang telah keluar dari bibir tajam Mika namun tetap saja ia tidak dapat mencegah rasa sakitnya.


“Wanita ini sungguh monster yang mengerikan !” gumam Albert.


“Lebih baik tidak usah mendengarkan ucapannya pak, demi kesehatan mental bapak !” Alice mencoba mendinginkan suasana hati Albert.


“Ah tidak masalah ! Kalau begitu saya permisi dulu !” ucap Albert, lalu bergegas pergi meninggalkan Qhien Guan dan yang lainnya.


“Hem ! Hari ini hanya kita bertiga saja yang pergi mencari lelaki berjanggut itu !” ucap Alice sesaat setelah Albert pergi.


“Lebih baik kita pulang dulu untuk menyusun menyusun strategi berikutnya !” ucap Alice kemudian.


“Aku setuju ! Kita perlu membawa banyak makanan agar tidak lapar saat melakukan pencarian !” sambung Qhien Guan cengengesan.


“Tuan Putri, hamba selalu mendukung apapun yang menjadi keputusanmu !” sahut Mika.


“Tidak ada makanan ya ! Kita itu melakukan pencarian buka sedang berlibur !” bantah Alice.


“Huh ! Kau selalu saja menghalangi kesenanganku !” Qhien Guan tampak kecewa setelah mendengar ucapan Alice yang tidak menyetujui keinginannya.

__ADS_1


Mereka pun kembali kerumah dengan menggunakan sebuah taksi online yang telah dipesan oleh Alice beberapa menit lalu.


Beberapa saat kemudian, taksi online tersebut berhenti tepat di depan pintu gerbang rumah Alice. Tanpa berpikir panjang, mereka pun turun dari taksi online tersebut.


“Huh ! Seharusnya ini adalah hari liburku yang menyenangkan, tenang tanpa gangguan siapapun ! Tetapi sejak kedatangan dua orang aneh ini, rumahku selalu berisik dan dipenuhi kekacauan !” ucap Alice.


“Tapi setelah dipikir – pikir, sejak hadirnya mereka di hidupku, hari – hariku tidak lagi merasa kesepian ! Ternyata seperti inilah rasanya memiliki teman dan keluarga ! Sesaat aku merasa bersyukur dengan kehadiran mereka !” Seketika Alice teringat dengan rasa kesepian yang selalu menemani hari – harinya sebelum mengenal Qhien Guan dan Mika.


"Tapi kalau di ingat - ingat, lebih banyak rasa kesalnya daripada rasa syukur !" ucapnya kemudian.


Tiba - tiba


Wooshh ..


BLAAARRR !!


Sebuah ledakan muncul menyerang mereka, beruntungnya Qhien Guan berhasil menghindari serangan tersebut sembari menyelamatkan Mika dan Alice.


"Ini aura iblis !" ucap Qhien Guan lantang, membuat Mika sangat waspada.


Plok plok plok


"Luar biasa sekali ! Inilah kemampuan dari Penyihir yang sesungguhnya !" Tak lama kemudian, muncullah seorang remaja lelaki perlahan menghampiri mereka.


Lelaki tersebut terlihat seperti remaja yang memiliki usia empatbelas tahun, terdapat tulisan angka empat pada keningnya.


"Iblis tingkat empat !" Mika tampak terkejut dengan apa yang telah disaksikan saat ini.


"Dia adalah iblis yang telah membunuh para petinggi Penyihir yang berada di dunia ini Tuan Putri ! Jurusnya adalah elemen api ! Meski penampilannya masih kecil, tetapi dia sangat berbahaya dan sangat kuat !" Mika mencoba menjelaskan tentang iblis tingkat empat itu kepada Qhien Guan.


"Wow ! Luar biasa ! Ternyata kau sangat mengenalku !" ucap iblis tersebut kepada Mika.


Seketika pandangan iblis tersebut memandang Alice yang berdiri di samping Qhien Guan dengan raut wajah penuh ketakutan.


"Ah manusia lemah ini sangat merusak pemandanganku ! Maaf ya !" Iblis tingkat empat itu melancarkan sebuah serangan kepada Alice.


Whooosssshhh...


Dengan kecepatan secepat kilat, Qhien Guan berhasil menyelamatkan Alice.


"Berdirilah di belakang kami !" perintah Qhien Guan kepada Alice.

__ADS_1


"Ber.. Berdiri katamu ??! Bagaimana caraku berdiri dibelakang kalian kalau kalian sedang bertempur ?!" ucap Alice kesal.


"Ah kau keras kepala sekali ! Jangan manja minta digendong ! Aku bukan ibumu !" jawab Qhien Guan, membuat Alice semakin kesal.


"Tuan Putri ! Awaaass !!"


BLAAARR !!


Kembali iblis tersebut melancarkan serangan kepada Alice, beruntungnya Qhien Guan dapat menyelamatkan Alice kembali.


"Sudah kubilang kan ?!" ucap Qhien Guan kemudian sesaat setelah serangan itu berhasil di hindari olehnya.


"Cih ! Aku ini manusia biasa, mana mungkin bisa mengikuti pergerakan kalian yanh cepat !" kesal Alice.


"Kalau begitu bersembunyilah di tempat aman !" Qhien Guan pun kembali menghampiri Mika untuk berhadapan dengan iblis tingkat empat itu.


"Penyihir melindungi seorang manusia ? Ada apa ini ? Manusia dan Penyihir terlihat sangat akur ?" ucap iblis tingkat empat itu.


"Itu lebih baik daripada sendirian terlihat menyedihkan seperti dirimu !" jawab Mika dengan wajah datarnya, membuat amarah dari iblis tingkat empat itu sedikit terpancing.


"Seperti apa rasanya kesepian ? Pasti sangat tidak menyenagkan bukan ?" Mika kembali membuat iblis tingkat empat itu murka.


"Sayang sekali ! Lidahmu memang sangat tajam, tetapi aku tidak akan mudah terpancing !" ucap iblis tersebut.


"Padahal kau masih anak kecil, tetapi tidak tahu sopan santun !" kesal Qhien Guan.


"Jangan sepelekan tubuhku yang terlihat seperti anak kecil, usiaku sudah ratusab tahun !" Iblis tingkat empat itu merasa tidak terima karena telah dianggap sebagai anak kecil, iblis itupun melancarkan sebuah serangan kepada Qhien Guan sebagai tanda kekesalannya.


BLAARRR !!


Dengan cepat Qhien Guan menghindari serangan tersebut.


"Sial !! Elemen api miliknya sangat hebat ! Bahkan elemen api milikku saja tidak seperti itu !" Qhien Guan tampak terkejut menyaksikan serangan dari iblis tersebut.


"Tolong jangan menghindar ! Hadapilah aku dengan elemen api milikmu itu ! Aku dengar kau juga penguasa elemen api ! Mari kita lihat siapa yang lebih kuat disini !" Iblis tingkat empat itu mengumpulkan sihirnya pada tangannya seakan bersiap untuk melancarkan serangan.


"Tentu saja yang lebih kuat itu kau !" Dengan polosnya Qhien Guan menjawab pertanyaan dari iblis itu dengan sangat jujur, membuat iblis tingkat empat itu tampak kebingungan.


"Hem ?? Hahahaha ! Ternyata kau ini lucu sekali ya !" Seketika iblis itu tertawa lebar setelah mendengar perkataan yang telah diucapkan oleh Qhien Guan.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2