
“Waaahh !!” Teriak Qhien Guan yang membuat Alice kembali terkejut.
“Bisakah kau diam ?” Kesal Alice.
“Ini sangat luar biasa !! Kita bisa melihat jalan hitam dengan jarak sedekat ini” Qhien Guan menempelkan wajahnya pada kaca mobil bagian depan.
Tingkah laku Qhien Guan bagaikan seorang anak kecil yang baru pertama kali mengendarai mobil. Tampak Qhien Guan merasa takjub melihat kendaraan yang lalu lalang di jalan besar.
“DUDUKLAH YANG TENANG CEWEK ANEH” Teriak Alice yang sedari tadi sudah menahan amarahnya.
“Hm ? Apa aku tidak boleh melihat jalan ?” Tanya Qhien Guan dengan ekspresi wajah lugu merasa tak berdosa.
Melihat Qhien Guan yang sulit di atur, dengan cepat Alice menginjak rem mobilnya lalu memaksa Qhien Guan untuk duduk pada bangkunya.
“DENGAR YA !! AKU TIDAK MAU BERTANGGUNG JAWAB JIKA KAU MATI !!” kesal Alice seraya memasang safety belt pada Qhien Guan dengan penuh emosi.
“Jadi selama aku yang nyetir, kau harus pakai sabuk pengaman ini !!” Lanjutnya.
“Ha ? Apa ini ?” Tanya Qhien Guan dengan wajah lugunya.
“Ini alat untuk menahan tubuhmu agar kau tidak terlempar ke neraka kalau sewaktu-waktu terjadi sesuatu” Jawab Alice dengan nada suara ketus.
“Terlempar ? Ke neraka ?” Qhien Guan dibuat semakin bingung dengan jawaban Alice.
“Tapi semoga saja hal seperti itu tidak pernah terjadi !!” Ucap Alice kemudian.
“Jadi bangku ini bisa melempar kita ke neraka ?” Tanya Qhien Guan yang percaya begitu saja dengan apa yang telah dikatakan Alice.
“Jika hal itu terjadi, kamu tidak usah takut !! Aku menguasai sihir elemen api, aku pasti akan menyelamatkanmu” Ucap Qhien Guan dengan rasa percaya diri diatas rata-rata.
“Haa ??” Alice terpelongo mendengar perkataan Qhien Guan.
Ia tidak menyangka melihat Qhien Guan dengan mudahnya percaya begitu saja pada ucapannya. Terlebih lagi raut wajah Qhien Guan tampak sangat serius mengatakan hal seperti itu.
“Ternyata kepalamu itu tidak ada isinya ya !” Ucap Alice kemudian.
“Isi ? Kepala ada isinya ?” Tanya Qhien Guan dengan lugunya.
“Apa kepalamu ada isinya ?” Tanya Qhien Guan kemudian.
“Astagaaa !!!!" Alice menepok jidat.
“Ternyata kepalamu memang tidak ada isi sama sekali” Ucap Alice.
“Sepertinya tidak ada gunanya dijelaskan kepadanya, yang ada malah makin ribet” Gumam Alice kemudian.
__ADS_1
“Hoi !! Apa benar kepala ada isinya ?” Tanya Qhien Guan lagi.
“Boleh aku membelah kepalamu sebentar untuk melihat isinya ?” Lanjutnya penuh penasaran.
“Kamu sudah gila ya ?! Lebih baik kamu diam saja !! Tidak usah banyak tanya” Jawab Alice.
“Tapi aku sangat penasaran dengan isi kepalamu” Kata Qhien Guan.
“BISAKAH KAU BERHENTI MEMBAHAS KEPALA ??!!” Ucap Alice kesal.
“Oh baiklah !” Jawab Qhien Guan singkat.
“Ha ? Secepat itu ia menuruti ucapanku ? Sepertinya memang dia tidak berbahaya” Gumam Alice.
“Baiklah sudah aku putuskan, kamu akan kujadikan teman !” Ucap Alice kemudian tanpa rasa ragu di hatinya.
“Karena menurutku kamu bukanlah orang jahat, kamu hanya seorang wanita bodoh yang sedang berkeliaran di dunia ini ?” Lanjutnya.
“HOI SIAPA YANG KAU SEBUT BODOH ?? AKU BISA MEMBACA YA !!” Jawab Qhien Guan dengan ekspresi wajah seakan ingin menelan Alice hidup-hidup. Ia sangat tidak suka disebut sebagai wanita bodoh.
“Apa yang dibanggakan dari membaca, anak kelas satu SD aja bisa membaca” Gumam Alice sambil memandang Qhien Guan dengan tatapan Aneh.
“Sepertinya kebodohannya sudah tidak tertolong lagi” Gumamnya kemudian masih dengan tatapan Aneh.
“Okey !! Aku sudah putuskan !! Kamu akan kujadikan temanku !! Bertrimakasihlah karena kau orang pertama yang aku terima dalam hidupku !!" Ucap Alice kepada Qhien Guan.
Namun entah apa yang difikirkannya, ia dapat menerima Qhien Guan sebagai seorang temen tanpa takut di anggap sebagai anak pembawa masalah.
“Apa kau dengar ?? kau harus berterimakasih padaku !” Kata Alice.
“Hm ?? Trimakasih karena sudah menjadikan aku sebagai temanmu !!” Jawab Qhien Guan sambil membungkukkan sedikit tubuhnya.
“Ha ? Dia lansung bertrimakasih begitu saja ?” Gumam Alice.
“Apa kau tidak punya teman di dunia ini ?” Tanya Alice kemudian.
“Tidak !! Kau adalah teman pertamaku di dunia ini” Jawab Qhien Guan dengan sangat santai.
Mendengar jawaban dari Qhien Guan, seketika air mata Alice menetes.
“Mungkinkah selama ini dia juga kesepian sepertiku ?” Batinnya.
Tanpa bertanya, Alice lansung memeluk Qhien Guan dengan tujuan untuk menghibur Qhien Guan yang menurutnya Qhien Guan juga merasa kesepian sama sepertinya.
“Heii kenapa ini ? Ada apa ?” Qhien Guan yang tiba-tiba di peluk merasa sedikit bingung.
__ADS_1
“Aku mengerti, kau pasti sangat kesepian di dunia ini” Kata Alice dengan lembut.
“Siapa yang bilang aku kesepian ? Aku tidak pernah merasa kesepian ! Aku punya banyak teman” Jawab Qhien Guan dengan sangat santai.
“Jadi selama ini kau punya teman ?” Tanya Alice memastikan.
“Tentu saja !! Aku punya banyak teman, mereka sangat baik kepadaku tetapi aku tidak tau bagaimana nasib mereka saat ini” Seketika Qhien Guan membayangkan peristiwa yang telah terjadi pada Kerajaannya.
“LALU KENAPA KAU BILANG AKU TEMAN PERTAMAMU DI DUNIA INI ??!!” Kesal Alice.
“Ya memang kau temen pertamaku di dunia ini !” Jawab Qhien Guan singkat.
“Huh sepertinya bukan hanya kepalamu yang kosong, jiwamu kayaknya juga terganggu” Kesal Alice.
“Lalu dimana rumahmu ?” Tanya Alice kemudian sambil tetap menyetir mobilnya.
“Di dunia ini aku tidak punya rumah” Jawab Qhien Guan singkat.
“Jadi selama ini hidupnya sangat menderita” Ucap Alice didalam hatinya dengan perasaan iba.
“Eemm.. Jadi kamu selama ini tinggal dimana ? Sorry ya ! Kalau kamu merasa tidak nyaman, lebih baik tidak usah dijawab !! Tidak apa-apa kog” Ucap Alice kepada Qhien Guan dengan suara lemah lembut demi menjaga perasaan Qhien Guan.
“Aku tinggal di Kerajaan” Jawab Qhien Guan sambil cengengesan.
Mendengar jawaban dari Qhien Guan, Alice mulai sedikit kesal, ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan demi menahan emosinya.
“Iya Kerajaan kamu itu dimana ?” Tanya Alice lagi masih dengan suara yang lemah lembut.
“Untuk menuju ke Kerajaanku, kita harus menggunakan portal. untuk sekarang aku tidak bisa membukanya karena sihirku belum sempurna. Tapi suatu hari nanti, aku pasti bisa membukanya !!” Jawab Qhien Guan dengan senyum mengerikan terpancar di wajahnya.
Alice yang mendengar itu hanya bisa melihat Qhien Guan dengan tatapan aneh, ia menganggap Qhien Guan terlalu banyak menonton film fiksi sehingga membuat ia banyak mengkhayal.
“Sepertinya memang tidak ada gunanya bertanya padamu !!” Ucapnya kesal.
“Jika kau tidak punya rumah, kau boleh tinggal dirumahku !!” Kata Alice kemudian.
“Benarkah ?” Tanya Qhien Guan memastikan.
“Ya !!” Jawab Alice singkat.
“Yeaah !! Akhirnya aku punya tempat tinggal” Ucap Qhien Guan dengan penuh kegirangan.
“Tapi sebagai gantinya, kau harus bersih-bersih dirumahku setiap hari !! Kau juga harus menyediakan sarapan, makan siang dan makan malam !! Dan kau juga harus menyiapkan bekal untukku !! Apa kau mengerti ?”
“Oh baiklah !!” Jawab Qhien Guan singkat tanpa memikirkan perkataan dari Alice.
__ADS_1
“Huh ! Sepertinya rumahku akan sangat berisik karena telah menampung wanita bodoh dan setengah gila” Ucap Alice.
Bersambung..