SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
ALICE MURKA


__ADS_3

Telah sampailah Alice di depan sebuah lemari pendingin yang ada di dalam rumahnya. Ia membuka lemari pendingin tersebut untuk mengambil air putih yang akan diberikan kepada Albert.


Namun ketika ia membuka lemari pendingin itu


Jlep !


Jantung Alice berdetak kencang, emosi menyelimuti hati dan pikirannya sesaat setelah melihat isi dalam lemari pendingin miliknya.


Lemari pendingin itu tampak kosong melompong, tidak ada satupun makanan yang tersisa di dalamnya. Hal itu membuat amarah Alice naik ke ubun-ubun dalam waktu sekejap.


“Qhieeeenn Guuuuuaaaaannn !!!!” Ucap Alice sembari menggertak giginya sebagai tanda amarahnya.


Beberapa saat kemudian


“Kami pulang !!” Ucap Qhien Guan begitu mereka sampai dirumah.


“Ini air putihnya pak, Silahkan diminum !” Ucap Alice sembari menghidangkan segelas air putih kepada Albert.


“Oh ternyata ada kau disini” Kata Qhien Guan kepada Albert.


“Haa..Hai” Ucap Albert gugup.


“Guan ! Mika ! Ke belakang sebentar ! Ada yang ingin saya sampaikan kepada kalian berdua” Kata Alice dengan tatapan penuh amarah.


Seketika Qhien Guan dan Mika merasa takut, bulu roma mereka pun naik secara tiba-tiba bagaikan melihat makhluk halus.


“ADA APA ? APA SALAH KAMI ?” Tanya Qhien Guan dengan suara nyaring seakan mengerti apa yang akan dilakukan Alice terhadap mereka.


“Ya benar ! Salah kami apa ?” Sambung Mika.


Albert yang menyaksikan itu tampak bingung, adegan apa lagi yang akan terjadi di depan matanya.


“Ke belakang sekarang !” Perintah Alice masih dengan tatapan emosi seakan ingin melenyapkan Qhien Guan dan Mika saat itu juga.


“TIDAK MAU !” Bantah Qhien Guan sembari berlindung dibalik tubuh Albert, sementara Mika masih tetap berdiri penuh ketakutan.


“Tidak mau ya ?” Tanya Alice dengan tatapan menyeramkan.


“Hiiii kau seram sekali !! Apa salah kami ? Kami tidak merusak barang-barang yang ada dirumah ini !” Ucap Qhien Guan menjelaskan sebelum Alice memukul kepalanya.


“Masih tidak mau ke belakang kan ?” Tanya Alice lagi masih dengan tatapan menyeramkan.


“Tolong kami !!” Pinta Qhien Guan kepada Albert dengan mata berkaca-kaca.


Deg !


Seketika jantung Albert berdetak kencang melihat wajah Qhien Guan yang begitu berbinar-binar memohon perlindungan kepadanya.


“Imut sekali !” Batinnya.


“Pak Albert ! Jangan dengarkan perempuan bodoh itu !” Ucap Alice yang terlihat seperti Penyihir kejam dan siap mengutuk anak tirinya


“Jangan bertingkah seperti perempuan baik-baik ! Pasti kau akan memukul kepalaku kan ?” Kata Qhien Guan.


“Kemana semua makanan yang ada di dalam kulkas ?!” Ucap Alice dengan lembut namun masih dengan tatapan menyeramkan.


“Seram sekali !” Gumam Mika ketakutan.

__ADS_1


“Oh ! Sudah kami habiskan !” Jawab Qhien Guan dengan santai tanpa merasa bersalah sedikit pun.


“Habis ?” Tanya Alice masih dengan nada suara pelan.


“Ya ! Kami habiskan saat hendak ke hutan Selatan ! Iya kan Mika ?” Kata Qhien Guan dengan polosnya.


“Benar ! Sudah kami habiskan bersama Tuan Putri !” Sahut Mika dengan lantang.


“KALIAN BILANG HABISSSS ??!! SEMUA MAKANAN YANG ADA DI DALAM KULKAS HABIS DALAM SEHARI ??!!” Teriak Alice dengan penuh emosi.


Seketika tubuh Qhien Guan dan Mika gemetar penuh dengan rasa takut, namun mereka tetap tidak mengetahui kesalahan apa yang telah mereka perbuat sehingga membuat Alice menjadi seperti itu.


“KAU PIKIR BELANJA MAKANAN ITU TIDAK BUTUH DUIT ?! MAKANAN ITU HARUSNYA CUKUP UNTUK SEMINGGU TAPI KALIAN HABISKAN TANPA RASA BERDOSA SEDIKITPUN !!” Bentak Alice.


“Em.. Tenang dulu Alice” Albert mencoba menenangkan Alice yang terlihat marah besar.


“Pak Albert ! Ini adalah masalah kami ! Mereka memang harus diberi pelajaran !” Kata Alice masih dengan tatapan menyeramkan.


“Kami minta maaf ! Kami tidak akan mengulanginya lagi !” Kata Qhien Guan sembari berlindung di balik tubuh Albert.


“Hoi Mika ! Minta maaflah !” Perintah Qhien Guan.


“Baik Tuan Putri” Sahut Mika.


“Mohon maafkan kesalahan hamba dan Tuan Putri ! Kami tidak akan mengulangi kesalahan itu lagi !” Kata Mika kepada Alice.


“Maaf ??!! Memangnya kalau aku memaafkan kalian, isi dalam kulkas dapat kembali seperti semula ?” Kesal Alice.


“Em maaf mencampuri urusan kalian ! Bagaimana kalau kita belanja saja untuk mengganti makanan-makanan yang telah habis” Kata Albert mencoba menenangkan Alice.


“Belanja ? Apa itu belanja ?” Tanya Qhien Guan penasaran.


Tanpa rasa ragu, Qhien Guan mengambil uang tersebut dari tangan Albert.


“Ini bisa dipakai untuk membeli sesuatu ?” Tanya Qhien Guan penasaran.


“Benar ! Ayo kita belanja sekarang ! Kalian boleh beli apa saja !” Kata Albert.


“Tapi pak, kami merasa tidak enak kalau begini” Ucap Alice.


“Tidak apa-apa ! Saya juga senang melakukannya !” Jawab Albert.


“Baiklah kalau begitu” Ucap Alice singkat.


Mereka pun akhirnya pergi menuju supermarket terdekat untuk membeli bahan-bahan masakan serta cemilan-cemilan ringan.


Setelah beberapa jam berbelanja, akhirnya amarah Alice telah hilang. Makanan-makanan yang dibutuhkan pun sudah di beli, bahkan mereka menambah daftar makanan baru untuk cemilan selama satu bulan.


“Saya pamit pulang dulu !” Kata Albert berpamitan setelah selesai menghantarkan Alice, Qhien Guan dan Mika kembali kerumah.


“Tidak ingin mampir dulu pak ?” Tanya Alice dengan sopan.


“Lain kali saja ! Lagi pula masih ada hari esok !” Jawab Albert.


“Oh ! Kalau begitu, trimakasih atas semuanya pak” Kata Alice.


“Bertrimakasihlah pada pak Albert” Bisik Alice kepada Qhien Guan dan Mika.

__ADS_1


“Trimakasih sudah mengganti semua makanan yang telah kami habiskan ! Aku harap kau selalu seperti itu ya ! Agar kami dapat menikmati makanan enak sepuasnya !” Kata Qhien Guan tanpa ragu, membuat Albert tersenyum tipis.


“Aduh !!” Mendengar itu, Alice hanya bisa menepok jidatnya sambil tertunduk malu.


“Trimakasih manusia atas kebaikanmu ! Semoga kau bisa mati dengan tenang dan bereinkarnasi menjadi manusia baik dan dipenuhi berkat” Kata Mika.


Jlep !


Seketika Albert dan Alice terkejut mendengar ucapan terimakasih yang disampaikan oleh Mika.


“Dia malah menyumpahiku mati ?” Gumam Albert terlihat sedikit panik mendengar sumpah yang diucapkan oleh Mika.


“Kenapa tidak ada yang normal diantara mereka berdua ?” Ucap Alice di dalam hatinya sembari menutupi wajahnya dari pandangan Albert karena sedikit malu mendengar ucapan Qhien Guan dan Mika.


“Yap !! Mika benar ! Semoga kau mati dan bereinkarnasi kembali ! Hehehe !” Sambung Qhien Guan cengengesan.


Plak


Spontan Alice melayangkan satu pukulan kepada Qhien Guan dengan menggunakan tangannya.


“Ada Apa ? Kenapa kau selalu memukul kepalaku ?!” Kesal Qhien Guan.


“Itu karena kebodohanmu !” Kesal Alice singkat.


“Maaf pak ! Maksud mereka mungkin bukan seperti itu ! Mereka ini memang sedikit aneh ! Hehehe” Kata Alice kemudian kepada Albert.


“Ah tidak apa-apa kog ! Saya juga mengerti ! Kalau begitu saya permisi dulu” Kata Albert berpamitan.


“Baik pak, Hati-hati dijalan !”


“Oh iya, besok jam tujuh pagi saya jemput ya !” Kata Albert.


“Oh baik pak, trimakasih” Jawab Alice singkat.


Sementara Qhien Guan menatap Alice kesal sembari memegang kepala yang baru saja dipukul oleh Alice.


Albert pun pergi meninggalkan rumah Alice dengan mengendarai mobil mewahnya.


Sementara itu di sebuah Restoran cepat saji milik tante Maya, tampak Asta dan Loid sedang bekerja dengan menggunakan seragam berwarna merah.


Jam kerja di restoran ini terbagi menjadi dua shift yaitu shift pagi masuk pukul sembilan pagi hingga pukul empat sore, dan shift malam masuk pukul tiga sore hingga pukul sepuluh malam.


Pergantian shift di restoran ini terjadi setiap minggu. Minggu ini Asta dan Loid mendapat shift malam.


“Tuan ! Apa tindakan seperti ini tidak membuang-buang waktu ? Mengapa kita tidak mencari Penyihir itu saja ?” Tanya Loid kepada Asta.


“Loid ! Aku mengerti apa yang kau rasakan ! Tetapi kita tidak dapat bertindak sesuka hati di dunia ini !” Jawab Asta.


“Aku tidak ingin membuat kita jatuh kedalam dosa !” Lanjutnya sembari mengeringkan piring-piring dengan kain lap berwarna putih.


“Maafkan hamba Tuan !” Kata Loid menyesali ucapannya.


“Tidak apa-apa ! Aku yakin cepat atau lambat Penyihir itu pasti akan kita dapatkan !” Jawab Asta dengan penuh wibawa.


“Untuk saat ini kita fokus saja melayani manusia yang datang ke restoran ini !” Ucap Asta lagi.


“Baik Tuan !” Jawab Loid singkat.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2