
"Belum ! Aku masih belum kalah !" Secara perlahan Qhien Guan bangkit berdiri.
Mika dan kedua teman manusianya dibuat kaget dengan tekad besar yang di miliki Qhien Guan.
Begitu pula dengan iblis tingkat lima itu, ia tampak ketakukan menyaksikan Qhien Guan yang masih berusaha bangkit untuk melawannya.
"Aku sudah bilang, aku akan mengalahkanmu dalam sepuluh menit !" Aura membunuh terpancar dari dalam tubuh Qhien Guan.
"Cih !! Omong kosong apa yang baru saja kau ucapkan ?! Tubuhmu saja sudah sekarat dan kau masih berani berkata seperti itu" Api kemarahan iblis tingkat lima kini semakin membara.
"Hujan panah api !" Iblis tingkat lima itu kembali mengucapkan mantra ucapnnya.
Byuuuurrr !
Seketika langit kembali menurunkan hujan panah api dengan derasnya.
"Sihir perisai cahaya !" Dengan cepat, Mika mengeluarkan sihir elemen cahaya miliknya untuk melindungi dirinya, Qhien Guan dan yang lainnya.
"Mika ! Trimakasih !" Qhien Guan mencoba fokus untuk mengeluarkan sihir kegelapan miliknya dengan mana yang cukup besar.
"Kurang ajar ! Si Penyihir lemah itu beraninya mencampuri pertempuranku !" Iblis tingkat lima itu dibuat emosi oleh Mika yang telah mengganggu pertempurannya dengan Qhien Guan.
"Terpentallah !" Iblis tingkat lima itu lagi - lagi mengucapkan mantranya, kali ini targetnya adalah Mika.
Whooossshh !
BRAAAKK !!
Mika pun terpental sejauh delapan meter.
"Akh !!" Rintihan kesakitan terdengar dari bibir Mika, darah kental kembali keluar melalui mulutnya.
"MIKKKAAAA !!" Dengan cepat, Alice berlari menghampiri Mika yang telah sekarat.
Albert yang menyaksikan itu juga ikut berlari menghampiri Mika.
"Itu upah untuk Penyihir lemah yang mencoba ikut campur" ucap iblis tingkat lima itu sembari tetap melayang di udara.
Tiba - tiba
"Sihir kegelapan penembus kehidupan !" Qhien Guan melancarkan aksinya dengan tubuh yang sekarat.
BLAAAAARRR !!
Dalam sekejab serangan dahsyatnya berhasil menembus tubuh iblis tingkat lima itu dan membelah jantungnya menjadi kepingan - kepingan kecil.
__ADS_1
"Aaaaaaaarrrrgggghhhhh !!" Suara rintihan kesakitan terdengar jelas dari bibir iblis tingkat lima itu.
Secars spontan, pandangan Mika dan yang lainnya lansung tertuju pada iblis tingkat lima itu.
DUBRAK !
Tubuh dari iblis tingkat lima itupun terjatuh menyentuh tanah dan berubah menjadi abu secara perlahan.
Tidak lama kemudian, tubuh Qhie Guan pun ikut terjatuh menyentuh tanah. Mana yang begitu besar membuat ia yang sekarat terkapar lemah tak berdaya.
"Tuan Putri !" Melihat itu, Mika berusaha bangkit berdiri untuk menghampiri Qhien Guan.
"Mika, berhati - hatilah ! Kau juga sedang sekarat" Alice mencoba memapah tubuh Mika.
Tiba - tiba
Seett !
Ketiga Ksatria Langit muncul di hadapan Qhien Guan yang sudah tidak berdaya.
"Aura ini ?!" Dengan cepat, Mika memandang kearah Qhien Guan.
Seketika tubuh Mika gemetar, wajahnya pun berubah menjadi pucat pasi.
Tubuhnya yang telah sekarat sudah tidak mampu lagi mengeluarkan sihir untuk menolong Tuan Putri Qhien Guan.
"Sepertinya baru terjadi pertempuran hebat disini !" Asta mencoba menyentuh abu dari tubuh iblis tingkat lima itu.
"Ini adalah tubuh iblis tingkat lima, dia adalah iblis yang sangat kuat ! Hebat sekali, Putri Penyihir ini mampu mengalahkannya !" Asta memandang tubuh Qhien Guan yang lemah.
"Kami harus membawamu ke Kerajaan para Penyihir !" ucap Asta kemudian kepada Qhien Guan.
"Kami akan mengakhiri hidupmu disana, di hadapan para Penyihir yang masih hidup dibalik persembunyiannya !" Asta berdiri secara perlahan dan menyaksikan Qhien Guan yang begitu tak berdaya.
"Loid ! Gunakan sihirmu untuk membuka portal ! Kita akan kembali sekarang ! Tugas kita sudah selesai !" perintah Asta kepada Loid.
"Baik Tuan !" Loid pun menggunakan sihirnya untuk membuka portal yang dimaksud.
Tak berapa lama kemudian, portal telah muncul di udara.
"Inikah akhir hidupku ? Mungkinkah aku akan mati ? Apakah Kerajaanku memang akan benar - benar punah ?" Berbagai pertanyaan muncul di benal Qhien Guan yang sekarat tak berdaya.
"Wahai Putri Penyihir ! Kami akan membawamu saat ini juga ! Berdoalah atas dosa - dosamu kepada sang Pencipta !" ucap Asta, lalu bersiap mengeluarkan sihirnya untuk mengangkat tubug Qhien Guan yang sekarat.
"BERHENTI !!" Teriakan Alice mengalihkan pandangan para Ksatria Langit.
__ADS_1
"Manusia ?" batin Yuno dan Loid secara serentak.
"Dia adalah teman manusia dari Putri Penyihir ini !" ucap Asta kepada kedua pengawal setianya.
"Penyihir berteman dengan manusia ? Itu adalah hal yang mustahil !" Yuno dibuat bingung dengan kejadian ini.
"Jangan membawa Guan pergi ! Atau aku akan menghajarmu sekarang juga !" Alice mencoba mengancam para Ksatria Langit dengan sepotong kayu yang baru saja ditemukannya.
"Alice ? Kau masih saja terlihat bodoh ! Mengancam para Ksatria Langit dengan benda seperti itu tidak akan mempan bodoh ! Yang ada kepalamu bisa hilang ditebas oleh mereka !" gerutu Qhien Guan di dalam hatinya.
Tiba - tiba
Pluungg !!
Sebuah serangan kayu menghantam tubuh bagian belakang Yuno.
Ternyata Albert berusaha menyerang Yuno untuk menyelamatkan Qhien Guan.
Cttaass !
Kayu yang di gunakan Albert pun seketika patah menjadi dua bagian.
"Apa - apaan pria itu ?! Aku saja tidak berani menghadapi para Ksatria itu, bisa - bisanya dia manusia biasa menyerang hanya dengan sepotong kayu lapuk ! Dia dan Alice memang tidak ada bedanya sama sekali ! Keduanya sama - sama bodoh !" Qhien Guan tidak habis pikir menyaksikan tingkah laku Alice dan Albert yang begitu nekat menyerang para Ksatria Langit dengan menggunakan senjata sepotong kayu lapuk.
"Mengapa ada manusia yang menyerangku ?" ucap Yuno sembari menatap wajah Albert dengan tajam.
"Apa dia pikir, dia bisa mengalahkan kita dengan kayu lapuk itu ?" Sesaat Loid memandang sepotong kayu lapuk yang telah patah dalam genggaman tangan Albert.
"Dia juga salah satu teman si Putri Penyihir ini !" Asta mencoba menjelaskan kepada Loid dan Yuno.
Albert tampak gemetar ketakutan berada diantara para Ksatria Langit itu.
"Pe..pergi dari sini !" perintah Albert gugup.
"Hei manusia ! Mengapa kau ingin melindungi mahkluk pendosa ini ?" Asta mencoba bertanya kepada Alice dan Albert.
"DIA BUKAN MAKHLUK PENDOSA ! MEREKA ADALAH TEMAN - TEMANKU !" teriak Alice dengan lantangnya.
Mendengar itu, Qhien Guan dan Mika tampak terharu. Ternyata ada manusia - manusia lemah yang begitu ingin menyelamatkan orang lain padahal mereka sendiri adalah makhluk yang lemah dan begitu rapuh !
"Tuan ! Bagaimana ini ? Apa yang harus kita lakukan ?" Yuno tampak bingung menghadapi situasi yang sedang terjadi.
Mereka tidak ingin menyakiti para manusia baik secara fisik dan kebatinan.
"Sepertinya kita harus menunda penangkapan ini ! Kita akan memberikan kesempatan kepada mereka sampai mereka benar - benar pulih ! Lalu disaat mereka telah pulih, disaat itu pula kita harus menangkapnya !" Asta mengurungkan niatnya untuk membawa Qhien Guan kembali ke Kerajaan Penyihir untuk diadili.
__ADS_1
Para Ksatria Langit itu memberikan sebuah kesempatan kepada Qhien Guan dan Mika untuk memulihkan diri terlebih dahulu.
Bersambung..