SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN

SIHIR YANG TAK TERKALAHKAN
QHIEN GUAN TELAH PULIH SEPENUHNYA


__ADS_3

Dengan santai Asta kembali ke ruang tamu berkumpul bersama dengan yang lainnya. Ia juga telah menghapus sihir pembatas ruangan itu.


“Loid ! Yuno ! Ayo pergi dari sini !” Perintah Asta.


“Baik Tuan !” jawab Loid dan Yuno serentak.


Para Ksatria itupun pergi meninggalkan tempat kediaman Alice.


Menyaksikan para Ksatria itu telah pergi, Albert, Alice dan Mika pun bergegas menghampiri Qhien Guan untuk memastikan keadaannya.


Sesampainya disana


Deg !


Wajah Albert seketika berubah menjadi pucat ketika menyaksikan Qhien Guan terbaring tanpa sehelai benang menempel pada tubuhnya. Sepasang matanya menangkap pakaian – pakaian yang di kenakan Qhien Guan yang telah robek teletak di lantai.


“Tuan Putri !” Teriak Mika panik, sesaat setelah menyaksikan tubuh Qhien Guan telanjang dan dipenuhi dengan cap berwarna merah.


“Hah ? Apa yang telah dilakukan Ksatria bodoh itu pada Tuan Putri ? Mengapa tubuhmu di penuhi dengan cap – cap berwarna merah ? Apa dia telah mengutuk tubuhmu ?” tanya Mika dengan polosnya.


“Apa yang telah dilakukannya pada Guan ?” Albert merasa kecewa dengan apa yang telah disaksikannya saat ini, hatinya hancur berkeping – keeping.


Grep !


Secara spontan Alice menutup kedua mata Albert dengan tangannya.


“Maaf pak ! Ada hal terlarang yang tidak boleh bapak saksikan” Tanpa disadari, Alice mendekap wajah Albert dengan erat, sehingga membuat wajahnya menempel pada dadanya yang berisi.


“Empuk sekali !” batin Albert sesaat setelah merasakan kenyalnya bagian itu.


“Dan juga wangi !” batinnya kemudian.


Deg !


Deg !


Deg !


Kini jantung Albert berdetak semakin kencang, lebih kencang daripada ia menatap tubuh Qhien Guan yang tidak dibalut sehelai benangpun.


“Bapak keluar dulu !” Alice membawa Albert keluar ruangan sembari tetap mendekap wajah Albert.


“Silahkan bapak tunggu disini dulu ya ! Saya akan masuk kembali !” ucap Alice sesaat setelah sampai di ruang tamu.


“I..iya !” jawab Albert gugup, wajahnya juga tampak memerah, tanpa sengaja sepasang matanya menatap pada buah dada milik Alice.


“Besar sekali !” batinnya kemudian.

__ADS_1


Alice pun kembali keruangan itu, sedangkan Albert tampak mematung setelah merasakan kenyalnya bagian tubuh sekretarisnya itu.


“Guan ! Apa yang dilakukannya kepadamu ?” tanya Alice penasaran.


“Apa dia telah menodai mu ?” tanya Alice lagi.


“Aku juga tidak tahu apa yang telah dilakukannya ! Aku pikir dia telah membunuhku, tetapi ternyata tidak !” jawab Qhien Guan menjelaskan.


“Aku harus mengembalikan energiku sekarang !” ucap Qhien Guan kemudian.


“Dengan cara apa ? Apa yang harus kami lakukan agar energimu kembali pulih ?” Alice tampak sangat khawatir kepada Qhien Guan.


“Makan !” jawab Qhien Guan singkat.


“Makan ? Baiklah, kami akan menyiapkannya !” ucap Alice, lalu pergi bersama Mika untuk menyiapkan makanan sebanyak – banyaknya.


Beberapa saat kemudian, makanan telah di hidangkan di hadapan Qhien Guan. Tanpa berpikir panjang, Alice pun membantu memasukkan makanan itu satu per satu ke dalam mulut Qhien Guan.


Benar saja, makanan ternyata mampu mengembalikan stamina Qhien Guan, ia pun segar kembali, ia juga telah menggunakan sihir penyembuh miliknya untuk menyembuhkan dirinya sendiri.


Cap yang diberikan oleh Asta pun ikut menghilang bersamaan dengan luka – luka yang ada pada tubuhnya, ia juga telah menyembuhkan tubuh Mika yang juga terluka. Albert yang menyaksikan itupun tampak senang.


Setelah selesai memberikan Qhien Guan makan, Alice dan Mika kembali ke dapur untuk membereskan piring – piring yang telah kotor dan menata dapur yang telah berantakan.


Tinggallah Albert bersama Qhien Guan di dalam ruangan.


“Guan !” panggil Albert.


Cup !


Tanpa basa – basi Albert mengecup bibir Qhien Guan dan menikmatinya dalam – dalam, membuat Qhien Guan sangat terkejut.


“I..ini sama seperti yang dilakukan Ksatria itu tadi !” batin Qhien Guan.


“Aku tidak dapat menolak ini !” Qhien Guan tampak pasrah dan menikmatinya.


“Maaf ! Aku hanya ingin menghilangkan rasa sakit hatiku pada lelaki itu” ucap Albert, ia teringat perbuatan yang telah dilakukan Asta kepada Qhien Guan.


“Oh !” Qhien Guan tampak tersipu malu.


“Ah lelah sekali malam ini !” ucap Alice.


Tampaknya Alice dan Mika telah selesai membereskan dapur, mereka kembali ke dalam ruangan tempat Qhien Guan beristirahat.


Tanpa terasa malam sudah sangat larut malam, waktunya untuk Albert kembali ke rumahnya.


Albert pun berpamitan pulang dan pergi dengan menggunakan mobil mewah miliknya.

__ADS_1


Keesokan paginya, Albert datang kembali ke tempat kediaman Alice.


Hari ini adalah hari libur bekerja, Albert memutuskan untuk menghabiskan hari bersama Qhien Guan dan yang lainnya.


"Pak Albert, pagi - pagi begini sudah datang, ada apa ?" tanya Alice penasaran.


"Oh ! Saya hanya ingin memastikan keadaan Qhien Guan !" jawab Albert.


"Hoi lelaki tampan ! Kau sudah datang ?" teriak Qhien Guan yang baru saja datang dari dapur.


"Bagaimana kondisimu ?" tanya Albert kepada Qhien Guan.


"Aku baik - baik saja ! Lihat ni aku bahkan bisa melakukan kayang dengan mudah" Dengan cepat, Qhien Guan melakukan atraksi kayang di hadapan Albert dan yang lainnya.


"Huh ! Si bodoh ini, tidak perlu menjelaskan sampai segitunya !" gerutu Alice.


"Oh ! Syukurlah kalau semua baik - baik saja" Albert tampak lega ketika menyaksikan Qhien Guan sudah kembali seperti biasanya.


"Lagi pula matamu kan bisa melihatnya dengan jelas tanpa harus bertanya ? Kau tidak perlu merepotkan Tuan Putri dengan pertanyaan konyol itu padahal sudah jelas - jelas terlihat dengab jelas bahwa Tuan Putri baik - baik saja" ucap Mika dengan wajah datarnya seperti yang ia lakukan setiap saat.


Jlep !


Lagi - lagi perkataan Mika menusuk hati Albert.


"Wanita ini adalah monster yang sesungguhnya !" batin Albert.


"Pasti tidak akan ada pria yang jatuh hati pada monster seperti ini !" Albert menatap wajah dengan tatapan aneh.


"Ada apa dengan matamu ? Apa aku salah berbicara ?" tanya Mika kepada Albert.


"Sudah - sudah ! Lebih baik kita sarapan saja dulu ! Setelah itu kita akan memikirkan tindakan selanjutnya !" ucap Alice menghentikan percakapan itu.


"Aku tahu restoran murah dan bersih disini ! Kita sarapan disana saja ! Aku sedang malas memasak hari ini !" ucap Alice kemudian.


Mereka pun pergi ke restoran Ms. Zee, tempat para Ksatria Langit bekerja.


Secara kebetulan, para Ksatria Langit mendapatkan shift pagi pada hari ini.


"Lho ? Itu kan Ksatria Langit !" ucap Alice mengagetkan.


Seketika seluruh mata memandang Asta yang sedang bekerja melayani tamu.


"Kenapa datang kesini ?" Secara tiba - tiba Loid telah muncul di hadapan mereka sembari menbawa buku menu yang mencatat daftar makanan yang di restoran ini.


"Kau !" Mika tampak terkejut menyaksikan Loid berada di hadapan mereka dengan lengan yang terluka.


"Kami tidak akan membunuh kalian disini ! Kami tidak ingin membuat manusia - manusia itu panik ! Sekarang apa yang ingin kalian pesan" Sesaat Loid memancarkan aura mamatikan, tatapannya juga begitu tajam.

__ADS_1


Mika yang telah di penuhi dendam membalas tatapan itu dengan tajam dan aura membunuh pun terpancar dari dalam tubuhnya.


Bersambung..


__ADS_2