
Beberapa saat kemudian, Alice telah selesai memasak kembali makanan tersebut. Mereka pun dapat menikmati makanan itu dengan rasa yang normal. Semuanya tampak sangat lahap menyantap makanan tersebut termasuk Albert.
“Ternyata seperti inilah rasa aslinya !” Ucap Mika sembari menyantap makanan tersebut dengan sangat lahap.
“Seharusnya bisa lebih enak, tetapi makanan ini sudah terlalu banyak cabai jadi tidak dapat diperbaiki sepenuhnya, aku hanya menambahkan garam dan sedikit rempah-rempah saja !” Jawab Alice menjelaskan.
“Oh seperti itu ? Baiklah, besok aku akan masak lagi dan membuat seperti ini !” Ucap Qhien Guan dengan penuh semangat.
“TIDAAK PERLU !” Spontan Alice dan Mika berteriak secara serentak.
“Tu..Tuan Putri sebaiknya tidak usah memasak lagi !” Kata Mika gugup.
“Betul ! Kau tidak perlu melakukan apapun, cukup diam dan tidak mengacau saja !” Sambung Alice.
“Memangnya kenapa ? Aku takkan melakukan kesalahan itu lagi !” Ucap Qhien Guan berusaha meyakinkan Alice dan Mika.
“Lebih baik kau fokus saja mencari batu sihir itu !” Ucap Alice.
“Saya akan membantumu mencari batu sihir itu Guan !” Kata Albert dengan penuh perhatian.
“Oh trimakasih banyak !” Jawab Qhien Guan sembari membungkukkan tubuhnya.
“Huh !! Sebelum batu sihir itu ditemukan, dengan terpaksa aku harus menghidupi dua orang aneh ini !” Keluh Alice di dalam hatinya.
“Mulai sekarang kita harus berhemat, tidak ada yang boleh makan berkali-kali, makan hanya boleh tiga kali dalam sehari ! Aku juga tidak akan membeli cemilan lagi !” Kata Alice kepada Qhien Guan.
“Hoi ! Kenapa begitu ?! Aku tidak terima !” Bantah Qhien Guan.
“Aku sudah kehabisan uang ! Baru satu bulan kau disini, aku telah menghabiskan uang sebesar tigapuluh juta hanya untuk makan saja !” Kesal Alice.
“Hoi Pria tampan ! Mulai sekarang kau harus memberikan uang kepada Alice setiap bulan !” Ucap Qhien Guan kepada Albert dengan suara lantang.
Plak
Spontan Alice lansung melayangkan pukulan kepada Qhien Guan.
“Hoi !! Kau selalu memukulku !!” Bentak Qhien Guan kesal.
“Sudah-sudah, nanti akan saya transfer setiap bulannya ke rekening Alice sebesar tigapuluh juta !” Jawab Albert.
“Tii..Tidak Per..lu pak !” Ucap Alice gugup.
“APA YANG TIDAK PERLU ?! SEHARUSNYA BAGUS, KITA MENDAPAT UANG TAMBAHAN !” Teriak Qhien Guan.
__ADS_1
“Aduh si bodoh ini” Batin Alice jengkel.
“Lebih baik kita selesaikan dulu makan malam ini !” Ucap Albert mencoba menenangkan suasana di meja makan.
“Ba..Baik pak !” Jawab Alice singkat.
Mereka pun kembali menyantap makan malam dengan tenang.
Setelah selesai makan, mereka berbincang-bincang tentang Qhien Guan dan Ksatria Langit. Alice menjelaskan identitas Qhien Guan dan Mika yang sebenarnya kepada Albert dengan sangat detail, ia juga menceritakan kejadian yang telah terjadi pada Qhien Guan dan Kerajaannya.
“Jadi laki-laki asing kemarin itu adalah Ksatria Langit yang sedang memburu Qhien Guan ?” Tanya Albert penasaran.
“Iya benar ! Ksatria itu harus segera di lenyapkan !” Jawab Mika penuh dendam.
“Bagaimana cara mengalahkan para Ksatria itu ?” Tanya Albert lagi.
“Nenek moyang percaya bahwa kekuatan dari batu sihir dapat mengalahkan para Ksatria Langit itu dengan mudah” Jawab Mika lantang.
“Itu benar ! Batu sihir itu juga dapat menyelamatkan Kerajaan Penyihir !” Sambung Qhien Guan.
“Tuan Putri !” Ucap Mika lirih melihat Qhien Guan yang tampak antusias.
“Tapi dimana batu sihir itu berada ?” Tanya Albert penasaran.
“Menurut mereka, batu sihir itu ada dirumah saya pak ! Tapi mereka sendiri tidak mengenali aura dari batu sihir itu !” Jawab Alice mencoba menjelaskan.
“Kalau lelaki berjanggut itu sudah ditemukan, otomatis batu sihir itu juga di temukan, apakah kalian akan pergi dari dunia ini ?” Tanya Albert lagi.
“Sudah jelas kami akan pergi !” Jawab Qhien Guan singkat.
“Jika Guan pergi, maka aku tidak akan dapat melihat wajah imutnya lagi” Batin Albert yang sedikit kecewa mendengarkan jawaban Qhien Guan.
“Jika kau ingin betemu dengan kami, bisa saja !” Ucap Mika kepada Albert.
“Benarkah ? Bagaimana caranya ?”
“Aku hanya perlu mencongkel satu bola matamu lalu memberikannya nyawa agar dapat tersambung denganmu di dunia ini, lalu kami akan membawa sebelah bola matamu itu bersama kami !” Jawab Mika dengan raut wajah datar yang mengerikan.
Seketika Albert merinding ketakutan, ucapan Mika bagaikan seorang psikopath yang tidak punya belas kasihan sama sekali.
“Owh ! Itu ide bagus !” Sahut Qhien Guan sambil tersenyum lebar.
“Huh ! Aku menyerah dengan mereka berdua !” Keluh Alice lemah.
__ADS_1
“Ak..Aku juga setuju denganmu !” Sahut Albert sedikit memelas.
Sementara itu di restoran Ms.Zee tampak Asta dan Loid sedang menyusun barang-barang bersiap untuk pulang ke rumah.
“Asta !” Panggil tante Maya.
Secara bersamaan Asta dan Loid menoleh kearah tante Maya.
“Eem.. Saya ingin mengajak kamu makan malam bersama !” Kata tante Maya tersipu malu.
“Oh tidak bisa !”
Jlep !
Seketika tante Maya merasa malu mendengar Asta menolak ajakannya secara mentah-mentah.
“Tuan sama sekali tidak peka” Batin Loid.
“Oh yasudah, mungkin lain kali saja ! Hehehe !” Jawab tante Maya salah tingkah.
Dengan perasaan malu dan kecewa, tante Maya pun pergi meninggalkan Asta.
“Apa dia tidak bisa menolaknya secara halus ?!” Keluh tante Maya.
“Tuan ! Sepertinya wanita tua itu menyukai Tuan !” Kata Loid kepada Asta.
“Tidak mungkin ! Wanita tua itu bahkan hampir keriput !”
“Mungkin dia tertarik dengan pria muda seperti Tuan !”
“Kita harus segera pulang ! Besok jadwal libur kita, kita harus menyusun strategi untuk menangkap Penyihir itu ! Kali ini kita akan menangkapnya bersama-sama ! Aku ingin semua ini segera berakhir !”
“Baik Tuan !”
Keesokan harinya, para Ksatria Langit sudah mantap untuk menangkap Penyihir yang telah kabur yaitu Qhien Guan. Sebelum berangkat, mereka akan menikmati sarapan pagi bersama-sama seperti biasanya.
“Tuan ! Sebaiknya Penyihir itu kita hukum di hadapan penyihir lainnya ! Kita harus menangkapnya hidup-hidup agar seluruh kaumnya datang untuk menyelamatkannya ! Mereka pasti akan datang karena Penyihir itu adalah pemimpin Kerajaan Langit selanjutnya !” Ucap Yuno memberikan sebuah saran kepada Asta.
“Jika seluruh Penyihir telah berkumpul, maka pada saat itu kita akan menghabisi Pemimpinnya di hadapan mereka agar mereka tidak pernah berbuat dosa dan mereka pun akan memilih untuk mengakhiri hidupnya sendiri daripada harus berbuat dosa di dunia !” Lanjut Yuno.
“Mohon maaf Tuan, tapi hamba kurang setuju dengan rencana seperti itu ! Jika kita melakukan hal tersebut, bagaimana dengan keluarga Raga yang berada di istana Kerajaan ? Hamba sangat yakin, mereka pasti akan menyimpan dendam kepada Kerajaan Langit !” Ucap Loid.
“Aku setuju dengan rencana yang diucapkan Yuno ! Tetapi apa yang kau katakan juga benar ! Untuk saat ini tujuan kita adalah menangkap Penyihir itu terlebih dahulu ! Setelah itu akan kita pikirkan rencana selanjutnya !” Ucap Asta dengan penuh kewibawaan.
__ADS_1
“Baik Tuan !” Jawab Yuno dan Loid serentak.
Bersambung..