
Jam pelajaran terakhir, Guru yang mengisi kelas 11 IPA-3 tidak masuk ke kelas. Surga dunia bagi mereka yang mendapatkan jam kosong di akhir pelajaran yang sering mengantuk saat mendengarkan Guru menjelaskan di depan. Bukan hanya kelas 11 IPA-3 saja sebenarnya yang tidak belajar saat jam kosong saat ini, tapi kelas lain pun sama-sama tidak belajar. Karena, semua guru hari ini rapat di Aula depan sekolah.
Jadilah, kelas yang tampak hening ketika pelajaran sejarah ini, sekarang berubah heboh seperti di pasar. Tidak ada yang tidak bisa duduk di bangkunya masing-masing ketika jamkos.
Semuanya asik dengan kegiatannya masing-masing, ada yang menjadi Band dadakan, kontes catwalk ala Miss Indonesia dadakan, nobar bersama, Ghibahin mantan pacar, promosi olshop baru, bikin Vlog, main Game, stalking sosmed gebetan, tidur dengan tenang di mejanya tanpa terganggu sama sekali dengan kebisingan di kelasnya yang campur aduk itu, ada juga yang sibuk nulis cerita di ponselnya seperti author. Yang nulis di pojokan kelas sendirian, buat lanjut kisah cerita Sinyal 2G Gista.
"... Hidupku tanpamu takkan pernah terisi sepenuhnya karena kau ... separuhku.
Berbagi suka-duka saling mengisi dan menyempurnakan karena kau ... Separuhku ... π€πΆ"
"... Oh iya, guys. Apa kalian suka dengan Vlog gue yang sebelumnya? Vlog itu gue persembahin buat kalian yang lagi jomblo, jadi jomblo itu jangan berkecil hati. Cuek aja shayyy kayak gue, mending jomblo bebas ngapa-ngapain yee kan ... πΉ"
"Omega ... Oppa luvyu Oppa, huaaaa pacar gue ganteng banget sumpah ... π»"
"Lo jalannya yang bener dong, masa catwalk jalan lo kayak orang abis sunatan ..."
"Lah, mantan pacar gue balikan lagi sama mantannya coba. Gue tau itu, dari mantan gue yang juga mantannya mantan gue itu."
"Kalau kalian beli lebih dari 150 ribu, maka kalian nggak di kenakan biaya ongkir. Alias gratis ongkir, sist. Jadi, kalau mau beli apa-apa sekarang ada di aplikasi Shoppo yang jualnya itu Makevahcakeup."
Seperti itulah, kepingan ucapan mereka yang author tangkap saat ramainya di jam kosong.
Jika, Bara memilih bermain Game di ponselnya saat jam kosong kali ini. Beda halnya dengan Gista yang memilih mencorat-coret whiteboard dengan spidol hitam di depan kelas sendirian. Gadis itu, tak tahu mau melakukan apa saat jam kosong. Biasanya ia suka wefie bareng Lili atau baca cerita di aplikasi baca dan nulis online, tapi sekarang Lili sedang asik nonton drakor bersama temannya yang lain. Dan, Gista juga lagi bosan untuk baca cerita.
Jadilah, ia menggambar apapun yang di inginkannya di whiteboard itu.
"Gigi sebenarnya gambar apa sih?" gumamnya bingung sendiri, niatnya mau menggambar kartun winie the pooh kesukaannya itu. Malah tidak mirip sama sekali. Malah jadi ngeri sendiri ia melihat hasil gambarnya.
"Bosen banget, ih."
"Ya bosen lah, orang lo nggak ada kerjaan." ucap seseorang yang membuat Gista kaget karena kehadirannya yang tiba-tiba.
Gista berdecak kesal saat Bara lah si pelaku utamanya, bukannya tadi Bara asik sama game di ponselnya. Trus, kenapa sekarang tiba-tiba ada di sana?
"Ya abis, pada asik-asik sendiri. Jadi, Gigi bingung mau ngapain? Bara juga asik bener dari tadi main game." gerutu Gista kesal, tapi malah membuat Bara tersenyum.
"Biasanya juga lo punya cara sendiri biar nggak bosen, trus kenapa sekarang malah gambar-gambar makhluk nggak jelas bentuknya apa?" tanya Bara membuat Gista mengerucutkan bibirnya.
"Gigi tuh gambar winie the pooh tau, bukan makhluk nggak jelas bentuknya." ujarnya.
"Mana ada winie the pooh, bentuknya kayak kangguru lagi senam jumba." ledek Bara membuat Gista semakin kesal rasanya.
"Bara nyebelin, ih ... Kesel Gigi sama Bara."
"Udah bosen, kesel lagi. Komplit banget keboringan lo."
"Au ah, kesel sama Bara." ucap Gista yang memilih membelakangi Bara dan kembali mencorat-coret whiteboard.
Namun, seketika rambutnya terasa ada yang menarik dari belakang bersamaan dengan Bara yang usil melepaskan ikat rambutnya hingga rambut Gista yang di kuncir kuda itu sekarang jadi terurai gara-gara ulah Bara.
"Bara ih ..." kesal Gista bertambah, tapi Bara malah terkekeh sambil menunjukkan ikat rambutnya yang berhasil di lepaskannya.
"Balikin!" ucap Gista sambil berusaha mengambil ikat rambutnya lagi, tetapi Bara malah menjauhkannya. "Bara balikin ..."
"Nggak!" ujar Bara, lalu berlari keluar dari kelas.
"Bara ...!!!" teriak Gista, lalu mengejar Bara yang berlari keluar kelas.
Ternyata di sepanjang koridor, banyak siswa-siswi kelas lain yang hanya duduk-duduk di pinggir koridor. Mumpung jam kosong dan tidak ada satu guru yang mengawasi, jadi mereka bebas mau apa saja di mana saja.
Kembali lagi pada Gista yang terus mengejar Bara untuk mendapatkan ikat rambutnya kembali.
"Bara balikin ikat rambut Gigi!" teriaknya tak peduli dengan tatapan orang lain yang melihatnya.
Alih-alih berhenti berlari, Bara malah berlari ke tengah lapang dengan senyumannya yang mengembang ketika Gista mengejarnya sambil teriak-teriak namanya.
Beruntung, Gigi suka sekali dengan yang namanya lari. Jadi, ia tak kesal-kesal amat saat mengejar Bara.
Dan, di lapangan dalam sekolah itu, terjadi lah aksi kejar-mengejar yang menjadi tontonan siswa-siswi yang melihatnya saat itu.
"Bara balikin ..."
"Ambil kalau bisa."
"Bara nyebelin!"
"Emang!"
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian, Gista tak berhasil juga mendapatkan ikat rambutnya. GistaΒ pun memilih berhenti mengejar Bara dan memilih jongkok di lapangan itu karena sudah mulai capek.
Bara yang melihatnya hanya tersenyum, lalu menghampiri Gista yang sudah menyerah tampaknya.
"Nyerah nih?" tanya Bara.
"Gigi capek tau!" balasnya.
"Yaudah, berdiri. Gue nggak bakalan lari lagi." ucap Bara sambil mengulurkan tangannya.
Gista menerima uluran tangan itu, lalu berdiri yang di bantu oleh Bara. "Sekarang balikin ikat rambutnya, Gigi." pintanya.
"Nggak mau," tolak Bara.
"Bara jangan nyebelin deh, Gigi lagi bosen bukannya di hibur malah di usilin. Jahat banget Bara!" gerutu Gista yang membuat Bara terkekeh melihat wajah kesal Gista.
"Yaudah, sini." ucap Bara menarik Gista agar lebih dekat dengannya, setelah itu ia mengumpulkan rambut Gista menjadi satu untuk di ikat.
Dan, perlakuan Bara itu berhasil membuat jantung Gista berdebar kencang. Jika sudah berdebar seperti ini, maka Gista tidak bisa menahan senyumnya. Padahal, Bara hanya membantu mengikat rambutnya saja. Tapi, kenapa jantungnya merespon dengan cepat?
Posisi mereka sekarang terlihat seperti orang yang sedang pelukan di lihat dari sisi mana pun, karena memang Bara mengikat rambut Gista dengan berdiri di hadapan Gista. Bukan, di belakang Gista. Dan, hal itu membuat orang-orang yang melihat mereka bersorak heboh.
"Yang pacaran di tengah lapangan jangan bikin jomblo envy, woy."
"Lo berdua lagi ngapain woyyyy ..."
"Jomblo happines auto kejang-kejang!"
"Bara gue aduin lo ya ke KPI karena udah menayangkan keromantisan secara live, lo udah bikin para jomblowan sama jomblowati mendadak jadi jombie karena kejang-kejang nggak jelas."
"Yang jomblo pengkhayal auto ngiler tuh!'
"Yang jomblo auto gila senyum-senyum sambil mencak-mencak sendiri."
"Hahaha ... Jomblo kere auto gigit jari."
"Itu jomblo lebay garuk-garuk tembok."
"Yang jomblo alay auto bikin snap dengan caption: kapan kayak gitu?"
"Jomblo akut auto sarakatul maut!"
"Jomblo fisabilillah auto istiqomah."
Dan, masih banyak lagi nama-nama jomblo lain yang mereka ucapkan. Yang intinya, saat itu hanya orang-orang yang jomblo yang ternistakan. Padahal, si jomblo tidak salah apa-apa tapi terus di sebut ketika ada pasanan yang romantisan. Sabar jomblo, Author pun sama-sama jomblo.
[Depan banyak orang]
Hidup jomblo! π
Hidup! π
[Di belakang saat sendirian]
Jomblo mah kan bebas, ya.
Walaupun kadang menyakitkan
Ketika dalam kesendirian dan kesepian. πππ
Ketahuilah ... Seorang jomblo tidak sekuat seperti yang sering di perlihatkannya di depan umum, terkadang saat dalam kesendirian mereka sering merasa sedih.
Yang jomblo itu yang merasakan parah hati lebih besar dari pada orang yang baru putus cinta.
Gebetan nembak orang lain, si jomblo sedih π
Cinta diam-diam, yang ngerasain si jomblo π
Lihat gebetan jalan bareng pacarnya, si jomblo patah hati π«
Lihat orang pacaran pun, si jomblo masih di nistakan π
Paket lengkap buat para jomblo, tapi jangan syedihhh ... Yang jomblo itu adalah orang setia. Saat jomblo aja setia dengan kesendiriannya, apalagi kalau udah punya pasangan nanti.
Toh, jomblo juga masih bisa hidup, masih bisa jalan-jalan, masih bisa ketawa juga. Malahan bisa ketawa jahat buat orang-orang yang pernah meledeknya.Β Tertawa jahat untuk sang gebetan yang baru putus dengan pacarnya π π
Kenapa jadi bahas si jomblo?
__ADS_1
Oke, kita kembali pada Bara dan Gista yang masih berada di tengah lapang berdua. Mereka mengabaikan semua teriakan tak jelas itu, karena yang lebih menarik bagi Bara sekarang adalah saat melihat Gista yang terus tersenyum padanya.
"Lo kenapa sih senyum-senyum terus? Jadi ngeri gue." tanya Bara bingung.
"Emang kenapa kalau Gigi senyum? Nggak ada yang larang juga." ucap Gista.
"Abisnya lo senyum sendiri sih."
"Kalau Gigi senyum itu artinya Gigi lagi senang, Gigi bahagia."
"Oh, jadi sekarang lo lagi senang? Lo lagi bahagia?" Gista mengangguk sebagai jawaban, "Lo bahagia karena apa?"
"Karena, Bara." detik itu juga Bara ikut tersenyum saat mendengarnya.
Tes
Tes
Tes
Tiba-tiba saja mereka merasakan ada tetesan air dari langit yang menetes ke wajahnya, keduanya kompak mendongkakkan kepalanya melihat ke arah langit.
Kedua mata mereka juga kompak terpejam saat merasakan tetesan air lagi daru langit.
"Hujan." ucap keduanya.
Bara menarik tangan Gista untuk membawanya pergi dari lapang itu sebelum hujan turun dengan deras, namun Gista malah menahannya membuat Bara kebingungan.
"Kenapa?" tanya Bara.
"Hujan!" jawab Gista.
"Iya, hujan. Maka dari itu ayo kita ke kelas." ajak Bara yang di balas dengan gelengan kepala Gista.
"Gigi mau ujan-ujanan, Bara."
"Kenapa mau ujan-ujanan?"
"Karena Gigi lagi bahagia, dan Gigi mau berbagi kebahagiaan pada langit yang sekarang sedang bersedih." ujar Gista dengan senyumannya yang semakin mengembang.
Hujan saat itu turun dengan deras, dan Gista tidak peduli itu. Gadis itu, tetap berada di lapangan untuk hujan-hujanan yang di temani oleh Bara.
Gadis itu berlari kesana-kemari bermain dengan air yang menggenang di lapangan sambil tertawa bahagia, tampak seperti anak kecil yang baru pertama kali mengetahui jika itu adalah hujan.
Orang-orang yang berada di sepanjang koridor semakin bersorak heboh melihat pasangan itu yang malah hujan-hujanan.
"Bara!" panggil Gista saat berada di belakang Bara.
Bara berbalik badan, dan saat itu juga ia merasakan cipratan air dari bawah mengenai wajahnya ketika Gista dengan sengaja menginjak genangan air tepat di hadapannya dengan kedua kakinya.
Gista tertawa saat meliat ekspresi wajah Bara yang terlihat lucu, lalu setelah itu ia berlari ketika Bara hendak membalas perbuatannya itu.
"Gista!"
Tak ingin melepaskan Gista begitu saja, Bara pun mengejar Gista. Hingga terjadilah aksi kejar-kejaran di bawah derasnya air hujan.
Bara menarik tangan Gista saat ia sudah di belakangnya, hingga tubuh Gista bertubrukan dengannya. Detik itu juga, dengan jahil Bara menggelitik pinggang Gista.
Keduanya tertawa bersama, Bara tertawa karena berhasil membalas keusilan Gista. Sedangkan, Gista tertawa karena merasa geli.
"Ihihihi ... Bara geli!"
Bara tak ingin menghentikan aksinya itu, ia senang saat melihat Gista tertawa. Untuk itu, ia tak ingin menghentikan tawa itu.
Para netizen yang melihatnya pun semakin merasa envy melihatnya, sekarang mereka seperti menyaksikan film drama romantis yang terjadi secara nyata.
"Lo berdua bener-bener ya, bikin kaum jomblo merasa tersakiti."
"Hujan aja tau yang jomblo lagi sedih."
"Kuy lah ikutan hujan-hujanan."
"Hayuk lah, rame-rame pasti seru."
"Woy semuanya, ayo ikut hujan-hujanan."
"Ayo!!!"
__ADS_1
Mereka pun yang ingin ikutan hujan-hujanan, langsung berlari ke lapangan. Kapan lagi mereka hujan-hujanan bersama teman-teman di sekolah, lagi pula setelah ini tidak ada pelajaran lagi. Toh semua gurunya juga masih rapat membahas ujian akhir semester.
---