Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 19. Kekacauan part 2


__ADS_3

"Tuan Pratama!" Zhang Lin dengan cepat menyapa Andika sambil menunduk hormat.


Eksekutif lain nya mengikuti tindakan Zhang Lin dan dengan serempak menunduk kan kepala mereka sambil menyapa Andika, "Tuan Pratama!"


Sapaan mereka menggema di seluruh penjuru kantor perusahaan.


Bahkan Rendi dan Erika ternganga di buatnya.


Sementara itu, Andika merilekskan tubuh nya dengan malas dan menjawab, "Akhirnya kalian datang juga. Apa kalian tau tadi saya baru saja di usir dari perusahaan ini."


Mendengar itu ke dua belas eksekutif senior beserta Zhang Lin menjadi tegang. Bersamaan itu juga, Surya merasakan masalah buruk yang akan menimpanya.


"Senang bertemu dengan anda, Tuan Pratama. Saya adalah Zhang Lin yang telah menelfon anda tadi. Percaya lah, saya akan membereskan dan memberi penjelasan tentang masalah ini pada Anda." jawab Zhang Lin dengan cepat karena takut mengecewakan kepercayaan Andika.


Rendi melihat kejadian tak terduga itu dengan tatapan tak percaya.


"Tuan Zhang, Ayah, dan para eksekutif senior, Apa yang kalian lakukan? Pemuda ini adalah Andika Pratama. Dia hanyalah seorang pegawai biasa di perusahaan Mediatik Witra ini. Bagaimana mungkin dia bisa menjadi seorang CEO perusahaan? Kalian pasti salah mengira dia itu adalah orang lain!"


"Tutup mulut mu! Kau tak berhak untuk membicarakan CEO!" teriak Zhang Lin sambil menatap Rendi dengan tatapan yang tajam.


Dirinya bukan lah orang bodoh yang tak tau bahwa Rendi lah pelaku yang telah mengusir CEO baru mereka secara mendadak itu.

__ADS_1


Disisi lain, Surya berkeringat dingin saat mendengar perkataan putranya itu. Tetapi itu hanya lah terjadi sesaat saja, dengan kemarahan yang tak bisa terbendung lagi karena menyadari bahwa sebentar lagi mereka berdua akan segera berakhir.


Dia lalu memukuli Rendi dan memberikan beberapa tendangan sambil melontarkan bahasa kotor, "Dasar b*jingan! Berani nya kau mengusir CEO baru kita! Aku salah apa, sampai memiliki putra yang buruk seperti mu!"


Sementara itu, para pegawai di perusahaan Mediatik Witra menganga melihat adegan Rendi di pukuli oleh Surya yang notaben nya adalah ayah kandung nya sendiri. Bahkan saat ini pikiran Erika tengah kacau balau karena mendengar pernyataan yang membuat nya sangat tercengang.


"Bagaimana bisa? Bagaimana Andika bisa menjadi CEO baru di perusahaan GoldenOne? Aku tidak percaya! tidak mungkin! itu sangat tidak mungkin! Ayah nya hanyalah seorang kuli bangunan dan ibunya juga hanyalah seorang pelayan di sebuah cafe kecil. Jadi bagaimana dia bisa menjadi CEO yang baru?!" teriak Erika dengan tidak percaya.


"Beraninya kau!" teriak Zhang Lin geram dan menatap tajam Erika karena takut perkataan Erika membuat diri nya yang harus menanggung amarah Andika.


Tidak menghiraukan tatapan yang di tunjukan olehnya, Erika tetap berkata. "Tidak masuk akal! Andika tidak akan mungkin pernah bisa menjadi CEO! Aku sudah 3 tahun berpacaran dengan nya jadi mustahil dia menyembunyikan identitas asli milik nya padaku!"


Mendengar itu, Zhang Lin mengeluarkan handphone nya lalu mencari situs web resmi perusahaan GoldenOne dan setelah itu ia menunjukkan sesuatu pada Erika.


[ Nama: Andika Pratama.


Tanggal lahir: 17 Oktober 19xx


Usia: 23 tahun.


Lulusan: S 1 ]

__ADS_1


Situs web resmi itu bahkan menunjukkan nomor KTP Andika.


Bukti kuat itu membuat semua menjadi lebih jelas.


Selesai membaca itu, Erika seketika tercengang. Pikiran nya sudah berada di mana mana dengan perasaan bermacam macam seperti marah, sedih, dan terutama perasaan menyesal begitu terasa dalam hatinya.


"J-jadi d-dia adalah CEO baru dari perusahaan GoldenOne?" lirih nya sambil tak berdaya karena telah melihat bukti kuat yang di berikan Zhang Lin.


"Kau baru sadar? Menyesal bukan?" kata Andika menohok.


Bruk!


Hingga tiba tiba Erika bersimpuh pada Andika dengan berlinang air mata di kedua pipinya.


Dia memohon, "Andika, maaf kan aku! Aku salah! Aku telah meninggal kan mu dengan pria lain di saat kau sedang susah susahnya. Tolong maaf kan aku! Mari kita mulai lagi hubungan kita seperti semula! Dan aku akan berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu lagi."


"Bukan kah kau pernah bilang bahwa diri mu hanyalah milik Rendi Farellin seorang saja?" tanya Andika sambil menatap Erika dengan tatapan sinis.


Plak! Plak! Plak! Plak!


Erika menampar diri nya sendiri empat kali, setelah selesai menampar diri nya, Ia berkata pada Andika dengan nada tulus. "Aku tadi hanya bergurau saja. Sebenar nya tidak memiliki perasaan apapun pada Rendi. Dia hanyalah Babi pemalas yang gemuk, jadi Kenapa aku harus jatuh cinta pada nya? Andika, kamu adalah cinta sejati ku jadi aku mohon jangan tinggal kan aku sendiri. Aku tidak bisa hidup jika tak ada di samping mu walaupun satu detik.

__ADS_1


Dengan masih bersimpuh, Erika mendekati Andika lalu memegang ujung celana nya.


"Tidak perlu seperti ini, bangun lah. Ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu." ucap Andika seolah olah perhatian pada Erika.


__ADS_2