Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 26. Sikap Rahma yang tidak tau diri part 3


__ADS_3

Pemuda berotot itu menatap tajam Rahma dan tatapan itu juga menyiratkan bahwa diri nya saat sedang marah besar.


"A-Agus?" lirih Rahma terkejut melihat Agus telah menemukan keberadaan diri nya.


Tepat satu itu juga, ia takut pada Agus dan tubuh nya menjadi bergetar saat melihat Agus menatap tajam diri nya dengan amarah yang ingin membludak.


"Dasar kau J@Β£@n9 sialan! Aku hampir saja termakan oleh omongan manis mu, untung saja temanku sempat memberi tahu ku jika kau tengah merayu seorang pria di Bar."


Lalu Agus mengangkat tangan nya dan menampar Rahma, "Kau telah menipuku! Kau pantas mendapat tamparan dariku!"


"Jangan! Hentikan! Aku mohon! Maaf kan aku, Tuan Pradesh!" ucap Rahma mencoba menenangkan Agus sambil menjauh agar tak kena amarah Agus yang siap keluar kapan saja jika Agus mau.


"Persetan! Siapa yang akan peduli pada mu, BiΒ’th! Cepat kembalikan uang ku sekarang juga! Atau kau mau ku bunuh jika kau tak segera mengembalikan nya hari ini?" ancam Agus sekaligus menyuruh Rahma untuk segera mengembalikan uang nya.


Mendengar itu, Rahma hanya bisa terpaku di tempat.


Melihat gelagat Rahma membuat Laras khawatir sekaligus panik dan dengan segera menyuruh Rahma untuk mengembalikan uang Agus. "Rah, cepat kembalikan uang nya!"


Plak!

__ADS_1


Agus kembali menampar Rahma dan mendesak Rahma untuk segera mengembalikan uang nya. "Apa kau mendengar nya? Tunggu apa lagi, segera kembalikan uang ku sekarang juga!"


Tamparan yang di berikan Agus pada Rahma membuat Rahma meringis kesakitan, dan ia pun mulai menitik kan air mata nya.


"Aku tak memiliki uang itu lagi. Uang 2,3 milliar itu sudah ku gunakan hingga tak tersisa sepeser pun." ucap Rahma dengan tak berdaya dan menyerah dengan takdir yang akan dia terima.


"Apa?!" seru Laras dan Agus secara bersamaan.


Mendengar perkataan Rahma membuat darah Agus jadi mendidih. Lalu dengan tak berperasaan, Agus menjambak rambut Rahma lalu menyeret nya keluar dari restoran.


"Tak tersisa satu pun, hm? Kalau begitu sebagai gantinya aku akan menjual mu di pasar gelap sekarang juga! Bukan kah kau sangat suka bercumbu dengan banyak pria? Maka aku dengan senang hati akan menjual mu di pasar gelap agar kau bisa bercumbu sepuas nya dengan banyak pria!" bentak Agus dengan tangan yang masih setia menyeret Rahma.


"Bagaimana cara nya? Aku saja tak bisa memiliki uang sebanyak 2,3 miliar rupiah dalam sekejap mata!" jawab Laras dengan panik.


"Kenapa kamu tidak mintanya pada tuan Farzan? Dia pasti mau meminjamkan mu uang jika kamu meminta nya!"


"T-tapi.." jawab Laras ragu. Ia bingung dan yakin bahwa untuk meminjam uang pada Arvin itu tidak lah mudah.


Pada saat itu juga, terlihat jelas maksud jahat Rahma yang tega mengorbankan sahabat baik nya demi melunasi hutang nya yang miliaran itu.

__ADS_1


"Laras, ayo! Tunggu apa lagi? Apa kamu tega melihat ku tersiksa seperti ini? Kita telah dekat selama lima belas tahun, kenapa kau ragu, Laras? Bukankah kita ini sahabat?" ucap Rahma memohon sambil menangis pada Laras agar membantu nya untuk melunasi hutang nya.


Laras saat ini kebingungan. Dia ingin sekali melunasi hutang sahabat nya itu akan tetapi, ia tak tau bagaimana cara nya agar mendapat uang sebanyak itu.


Dan tak mungkin juga ia meminjam uang pada Arvin.


Juga ia tak mungkin juga meminta bantuan pada Andika, mengingat bahwa Rahma telah kasar pada dia. Mana mungkin Andika mau menolong Rahma.


"Ya Dewa! Apa yang harus ku lakukan sekarang?!" pikir Rahma sambil mondar-mandir dengan panik dan juga khawatir.


Hingga tiba-tiba Andika berkata,


"Hentikan! Aku yang akan melunasi hutang Rahma." sela Andika.


Setelah berkata itu, ia beralih dan menatap Rahma. "Tapi dengan satu syarat. Kamu harus berjanji untuk tidak berteman lagi dengan Laras. Jika kamu tidak mau melakukan nya, jangan salah kan aku bertindak lebih jauh dari apa yang kamu bayangkan."


"Baiklah, aku berjanji!" ucap Rahma tanpa pikir panjang.


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Rahma membuat Laras seketika tertegun dan menatap Rahma tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2