Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 32. Mendapat Hadiah Dari Sistem.


__ADS_3

Mendengar ucapan manajer sales membuat Arvin kebingungan dan hanya bisa berdiri dengan mematung.


"Aku tidak bisa membayangkan jika hanya sebuah jam tangan bisa seharga 34 miliar lebih." ucap Andika sambil mengambil jam tangan Rolex Antimagnetique ref 4113 nya dari manajer sales dengan santai lalu setelah mendapat jam tangan itu ia menaruh jam itu di kantong saku celana nya.


Melihat Andika menaruh jam tangan itu dengan sembarangan membuat manajer sales itu bergetar.


Sama juga dengan Arvin, dia merasa bahwa jam tangannya yang seharga mobil 10,5 miliar rupiah itu begitu tak sebanding dengan jam tangan milik Andika.


"Teman, maafkan aku. Aku tadi telah terbawa perasaan, jadi jangan di masukkan kedalam hati, ya?" ucap Arvin dengan cemas dan berharap jika Andika mau memaafkan diri nya.


Dan tiba tiba Arvin menampar diri nya dengan keras.


"Ck, apakah segitu saja?" tanya Andika merasa kurang puas.


Karena tidak puas, Andika lalu mendekati Arvin dan menampar pipi Arvin dengan keras.


"Tamparan untuk Laras karena kau tidak lagi mengatai nya dengan sembarangan! Apakah kau keberatan dengan ini?" tanya Andika.


Plak!


Mendapat tamparan dari Andika membuat Arvin terpelanting dan juga kesakitan, akan tetapi ia tak berani marah pada Andika. Lalu Arvin pun menjawab dengan nada ketakutan sekaligus memelas, "Ya! Saya tidak keberatan!"


Arvin mengangguk dengan keras agar terlihat jika ia serius di mata Andika.


Plak!


Lalu Andika kembali menampar pipi Arvin.


"Lalu tamparan ini untuk diri ku. Kau pikir kau ini siapa, hah? Berani berani nya kau mencari masalah dengan ku! Apa kau mengakui kekalahanmu"


"Ya, aku mengakui kesalahan ku." jawab Arvin sambil tersenyum kecut.


Plak! Plak!


Lagi dan lagi Arvin mendapat tamparan di pipi kanan dan juga kiri nya.


"Tamparan ini untuk diri ku sendiri karena aku membenci melihat diri mu. Apakah kau terima?" ucap Andika sambil sekali lagi bertanya pendapat Arvin tentang tamparan yang ia berikan pada nya.

__ADS_1


"Aku akan menerima nya" ucap Arvin dengan gigi bergemelatuk.


Sambil mengambil kenyataan yang telah ia perbuat. "Aku tidak bisa mencari masalh lagi pada Andika karena dia adalah orang yang rela membeli jam tangan seharga 34,7 miliar rupiah itu."


"Senang mendengar hal itu, maka mulai saat ini kau jangan lagi berani mengganggu Laras lagi! Jika tidak kau melakukan hal seperti ini lagi, jangan salahkan aku jika kau hanya tinggal nama saja. Jadi kau segera enyah dari sini! "


Setelah berkata seperti itu, Andika lalu menyelipkan tangan di kantong celana seolah-olah kejadian yang tadi hanya angin lalu.


"Tenang teman, aku berjanji tidak akan lagi menganggu Laras lagi." setelah itu, Arvin segera pergi dari toko Rolex dengan wajah yang menahan rasa malu.


Sementara itu, Laras menatap Andika dengan terharu. Dan perasaan nya pada Andika semakin bertambah.


Setelah kejadian itu, keduanya pergi dari toko Rolex dan melanjutkan jalan jalan di sekitar kota.


Waktu pun terus berjalan, dan akhirnya mereka sampai di tempat tinggal Laras.


"Tuan Pratama, apakah kau berkenan mampir untuk minum sebentar?" tanya Laras dengan penuh harap yang terpancar di mata nya.


Mendengar itu, Andika lalu membatin. "kenapa dia bertanya seperti ini lagi pada ku?"


"Tidak perlu, kau istirahat saja dirumah." tolak Andika dengan lembut setelah memikirkan nya sejenak.


Sedangkan Andika menatap lamat Laras yang telah pergi.


Sambil terkekeh pelan dan menggeleng kan kepalanya, "gadis ini..."


Lalu ia pun berbalik untuk pulang.


Akan tetapi saat di jalan perjalanan pulang, ia melihat seorang pria tua yang umur nya sekitar 60 tahunan. Pria tua itu tengah tertidur di atas kursi jalan dan di samping kursi jalan yang pria itu tiduri ada setengah karung buah kersen.


Andika lalu menghampirinya. Dan bertanya pada pria tua itu, "Permisi pak, boleh saya bertanya tidak? Ini telah larut malam, kenapa anda tidur di pinggir jalan seperti ini?"


"Saya belum selesai menjual barang jualan saya, karena rumah saya berada di desa terpencil dan perlu ongkos untuk pulang kerumah lebih baik saya menginap disini untuk satu malam dan besok nya lagi saya akan berjualan lagi. " jawab pria tua itu sambil tersenyum.


Mendengar penuturan pria tua itu membuat hati Andika terenyuh.


Dan tanpa pikir panjang, Andika berkata, "kalau begitu pak, saya akan membeli semua barang jualan bapak yang tersisa."

__ADS_1


Perkataan Andika membuat pria tua itu terkejut, "Apa? Semuanya? Apa kau yakin, nak?"


Lalu ia berfikir sejenak dan berkata lagi, "nak, saya tau niat baik anda. Namun, saya takutkan nanti anda tidak bisa menghabiskan buah kersen sebanyak ini. Kan akan sangat di sayang kan jika buah ini membusuk. Saya akan menjual kira kira 4 kilo buah kersen ini pada anda."


"Pak, anda jangan khawatir. Saya tidak akan membuang buang makanan. Tapi jika saya tidak bisa menghabiskan semua nya, maka saya akan membagikan nya pada rekan rekan saya nanti. Mereka pasti menyukai buah kersen." jawab Andika sambil tersenyum ramah.


Pria tua itu pun setuju dan berkata, "baik lah kalau begitu, anda hanya perlu bayar 350 ribu rupiah saja."


Lalu setelah mentransfer uang sebanyak 750 ribu lewat m banking pada pria tua itu. Sebenarnya dia ingin membayar lebih dari itu, akan tetapi pria tua itu pasti akan menolak nya.


"Pak, anda pulanglah duluan. Saya yang akan membawa buah kersen ini sendiri." ucap Andika sambil mengangkat sebuah karung yang berisikan buah kersen.


Menyadari bahwa Andika membayar nya dengan uang yang kelebihan, pria itu pun berterima kasih pada Andika kau setelah itu ia pun segera pergi dari tempat itu.


"Bersyukur, saya mendapat bantuan dari orang yang dermawan hati nya." batin pria tua itu terharu pada perbuatan baik yang di lakukan Andika.


| Ting! |


| Sistem mendeteksi bahwa anda telah menolong seorang pria tua yang barang jualan nya yang tidak laku! |


| Sistem menghadiahkan Anda sebuah kultivasi dalam seni bela diri di tingkat Great master |


Setelah sistem berbunyi, seketika muncul sebuah cahaya berwarna kuning kemerahan di sekitar tubuh Andika dan cahaya itu membuat tubuh Andika terasa hangat dan juga nyaman.


Tak lama kemudian cahaya di tubuh Andika meredup dan setelah membuka mata nya Andika menyadari jika tubuh nya berubah menjadi kekar seperti atlet binaragawan dan penglihatan nya pun menjadi semakin menajam setajam burung elang.


Setelah itu, ingatan tentang seni bela diri muncul di benak nya.


"Tinju Air!"


"Tinju Wor!"


"Pukulan Drag!"


"Pukulan Thior!"


Lalu sambil meng praktekkan nama pukulan yang ada di ingatannya seperti ia melakukan pukulan tersebut dengan mudah.

__ADS_1


Note:


sorry author up nya lama ya, karena belakangan ini author sibuk karena ngebantu ibuk untuk buat banten untuk Galungan jadi ga ada wktu untuk update deh wkwk:v


__ADS_2