
"Anara Klavior! Dasar wanita j@l4ng yang tidak tau diri!" desis Rin dengan amarah yang telah memuncak.
Di saat itu juga, terdengar suara bernada sombong dari luar cafe. "Aku telah mencari mu kemana mana, dan ternyata kau ada dimari. Tapi pada akhirnya aku menemukan mu, Selin."
Sontak Selin menoleh dan menatap Wiliam yang telah berpakaian rapi di tubuh tinggi nya.
Melihat itu Selin menjadi panik, "Wi-Wiliam!"
"Hei hei, mengapa kau ketakutan sekali saat melihat diriku? Apakah aku sebegitu menakutkan hingga kau ketakutan begitu saat melihat diriku?" tanya Wiliam dengan nada melankolis dan sambil tersenyum licik.
Melihat Wiliam datang, Ana pun menghampiri William dengan senyum sumringah. "Tuan Anderson, Anda akhirnya berhasil!"
Akan tetapi pujian Ana di abaikan oleh William.
Sedangkan Wiliam saat ini yenagh mengambil sebuah cek.
Dan setelah mengambil cek tersebut, ia lalu melemparkan cek yang berisi 2 Milliar pada Ana.
Setelah melemparkan cek tersebut, Wiliam memerintah Ana dengan nada yang kasar. "Sekarang, kamu pergi dari sini!"
Perlakuan kasar William membuat Ana tertegun sejenak, tapi sesaat kemudian ia tersadar dan mengambil cek yang William berikan. Lalu menuruti perintah William.
__ADS_1
"Enyah kau, William! Aku dan Selin ingin pergi dari sini!" sentak Rin pada William. Kini posisi ia berdiri sengaja berada di tengah tengah antara William dan Selin.
Plak!
Melihat Rin yang di tampat membuat semua orang yang ada di sekitar menjadi terkejut.
"Dasar sialan! Kau tidak perlu ikut campur dalam urusan kami! Jika kau ikut campur sekali lagi, maka jangan salah kan aku jika kau hanya tinggal nama saja!" ucap William dengan marah, dan sedetik kemudian ia mengubah raut wajahnya jadi melembut.
"Selin, kembalilah bersama ku ke keluarga Anderson. Aku benar-benar mencintaimu dan aku akan memperlakukan mu dengan baik di sana."
Mendengar itu, Selin langsung memeluk erat Rin lalu berkata. "Menjauh dari ku!"
"Selin, jangan berkata seperti itu. Kata kata mu sangat menyakiti aku." ucap William seolah-olah merasa dia lah yang paling terluka.
"Pergi!" sentak Selin sambil membawa asbak yang ada di atas meja untuk menepis tangan Wiliam yang ada di pipinya.
Akan tetapi William telah menghindar terlebih dahulu. Dan seketika raut wajah William berubah menjadi dingin.
"Dasar Jal@ng sialan! Berani nya kau melawan diriku! Asal kau tau saja bahwa ayah mu telah menjual dirimu pada padaku!" bentak William dengan geram.
Lalu kemudian William menoleh kebelakang dan memerintahkan bodyguard nya untuk menangkap Selin.
__ADS_1
"Tangkap dan bawa dia ke dalam mobil!" perintah William sambil menyeringai jahat.
Mendapat perintah dari tuan mudanya, bodyguard William pun mendekati Selin untuk di tangkap dan membawanya ke mobil.
"Selin, cepat lari!" ucap Rin sambil menghadang para bodyguard William.
"Minggir!" sentak salah satu bodyguard William sambil mendorong Rin.
"Aws!"
Rin yang di dorong pun terjatuh.
Sedangkan bodyguard yang mendorong tidak merasa bersalah sama sekali.
Bodyguard itu malahan mengulurkan tangan mencoba untuk menangkap Selin.
Akan tetapi...
Sebuah suara geraman terdengar dari balik kerumunan yang melihat pertengkaran mereka.
"Berani berani nya kau menyentuh gadis ku!"
__ADS_1
Hingga kemudian sekelebat bayangan muncul dan menendang bodyguard yang sebentar lagi akan menangkap Selin.
Dan setelah bayangan itu menendang bodyguard itu, tiba-tiba bodyguard itu telah terlempar dan pingsan.