
Beberapa jam berlalu dengan cepat, Andika melihat lihat dokumen dokumen yang terkumpuk di hadapan nya itu.
Sekarang ia merasa harus lebih memperhatikan semuanya lagi. Karena tidak di pungkiri bahwa, bisnis yang senilai ratusan triliun ini hanya bergantung pada diri nya.
Andika merilekskan badan nya setelah selesai membaca dokumen yang terakhir.
Hingga tiba tiba, handphone nya berdering. Dan ternyata Laras mengajak nya keluar untuk makan malam.
Andika pun menyetujuinya tanpa ragu sekali pun
Kebetulan, Laras memilih restoran Region Campania sebagai tempat makan malam.
Setelah itu, Andika memberikan 2 tugas kepada Zhang Lin sebelum dirinya pergi meninggalkan perusahaan.
Tak perlu mengumumkan mengenai bahwa diri nya telah menjadi CEO di perusahaan GoldenOne ini karena ia tetap ingin identitas nya tidak di ketahui oleh yang orang lain dan itu membuat diri nya di penuhi oleh para penjilat.
__ADS_1
Tak perlu melaporkan hal yang tidak penting pada diri nya karena ia percaya bahwa Zhang Lin dapat mengatur nya dengan baik dan ia juga berhak memberi keputusan untuk perusahaan sebagai wakil ketua perusahaan.
Setelah mengatakan hal tersebut, Andika masuk ke dalam lift yang di buat Khusus untuk CEO. Dan langsung menuju basement.
Beberapa saat kemudian, dia sampai di restoran Region Campania.
Jantung Sartika seketika berdetak kencang saat melihat Andika datang ke restoran Region Campania.
"Aku sebentar lagi akan makan dengan teman ku, jadi tolong jangan memanggilku dengan panggilan 'Bos', Aku tak ingin dia mengetahui identitas ku yang sebenarnya" jelas Andika pada Sartika saat ia masuk kedalam restoran.
"Baik bos!" ucap Sartika menyetujui.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Andika dengan cepat menemukan Laras.
"Teman ku sudah ada di sini, jadi ingat lakukan apa yang ku katakan tadi" Ucap Andika mengingatkan Sartika, setelah mengatakan hal tersebut, Ia berjalan menuju Laras.
__ADS_1
Lalu dirinya duduk di depan Laras dan memperhatikan wajah Laras yang memakai make up tipis. Wajah Laras hari ini begitu mempesona. Sekarang Laras begitu cantik dari saat ia bertemu pertama kali dengan Laras di showroom Ze-ro Rolligan.
"Tuan Pratama!" sapa Laras dengan antusias karena merasa senang melihat Andika telah datang.
"Kau cukup memanggilku Andika saja, tidak perlu memanggilku dengan panggilan 'Tuan Pratama' karena itu terdengar terlalu formal."
"Baiklah. Mulai saat ini saya akan memanggil anda dengan panggilan Andika saja." jawab Laras dengan semburat merah merona di pipi nya.
"Bagus. Sebagai gantinya, aku juga akan memanggilmu dengan panggilan Laras. Oke, Laras, Kau ingin makan apa saat ini?" tanya Andika sambil memberikan menu restoran pada Laras.
Mendengar itu Laras semakin tersipu malu karena mendapat panggilan baru dari Andika, dengan perasaan malu malu, Laras menerima menu yang Andika berikan.
Setelah mendiskusikan menu yang akan di pesan dan akhirnya mereka memesan makanan.
Mereka berdua memesan dua steak, beberapa makanan penutup lalu red wine dan semua total nya 10 juta rupiah.
"Pelayan, boleh saya minta bill nya?" ucap Laras sambil memanggil Sartika.
"Biar saya saja yang membayar nya" ucap Andika sambil mengambil handphone nya.
Mendengar itu, Laras langsung meraih tangan Andika lalu menatapΒ Andika dengan tatapan tak terima.
__ADS_1
"Jangan. Biar saya saja yang membayar nya atau saya akan marah jika anda bersikeras ingin membayar"
Andika paham, ia akan membuat keributan jika bersikeras ingin membayar bill. Oleh karena itu, Andika lalu menaruh handphone nya di atas meja dan menatap Sartika.