Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 28. Akhir untuk Rahma


__ADS_3

Dia adalah Sartika Wardani yang sekarang telah menjabat menjadi manajer umum restoran Region Campania.


Dan di belakangan nya ada 8 bodyguard yang mengawalnya.


Mendengar itu, Laras dan Rahma menjadi terkejut.


"Apa? Dia sebenarnya adalah bos restoran Region Campania?!" seru Rahma tak percaya.


Setelah mendengar itu, Rahma pun sadar bahwa Andika adalah seorang miliader.


"Selamat malam, Tuan Pratama!" sapa Sartika pada Andika dengan hormat.


"Selamat malam juga, Tuan Pratama!" setelah Sartika menyapa, para karyawan yang ada di sana menyapa Andika dengan serempak.


"A-apa.." ucap Rahma tak percaya dan juga kebingungan dengan situasi yang terjadi di depan nya.


Di satu sisi, Laras juga menatap Andika dengan tatapan bingung sekaligus canggung.


"Nona, Tagihan Anda sebanyak 1,6 milliar rupiah dan silahkan anda melunasi pembayaran nya." ucap Sartika sambil mengeluarkan bill pesanan dan menyerahkan nya pada Rahma.

__ADS_1


Lalu sesuai dengan arahan Sartika, para bodyguard mulai mengerubungi Rahma.


"Apa?! Tagihan nya sebanyak 1,6 Milliar?!"


Mendengar itu, kaki Rahma seketika menjadi jelly. Belum lagi Rahma telah di kerubungi oleh para bodyguard yang menatap nya seperti santapan yang lezat. Karena tak ada pilihan lain, Rahma mulai mendekati Laras dan meminta tolong pada Laras agar menolongnya.


"Laras, tolong aku. Aku kan sahabat mu."


"Kapan aku memiliki sahabat seperti diri mu? Cepat bayar pembayaran mu dan jangan mengganggu diri ku lagi!" ucap Laras dengan ekspresi kesal.


"Aku mohon pada mu, Laras. Tolong bantu aku. Bagaimana aku bisa membayar tagihan yang sebanyak itu?" ucap Rahma memohon dengan cemas karena diri nya tak memiliki uang sebanyak itu untuk membayar tagihan bill.


"Nona Wardani, jika dia tak mampu membayar, bawa bawa saja dia kepihak yang berwenang." setelah mengucapkan itu, Andika menarik Laras dan pergi dari restoran.


Bruk!


Kemudian setelah Andika dan Laras pergi. Rahma seketika terduduk lemas dan pikiran nya di penuhi dengan keputusasaan dan penyesalan.


"Tuan Pratama, saya akan mengembalikan uang anda 2,3 milliar." ucap Laras dengan serius setelah mereka keluar dari restoran Region Campania.

__ADS_1


"Tidak perlu. Lagi pula kita telah berteman, jadi jangan sungkan kepada saya." jawab Andika.


Mendengar itu, Laras membalas jawaban Andika dengan candaan dan mulai tak membahas masalah ini lebih dalam lagi.


Lalu Andika melihat jam tangan nya, dan berkata pada Laras. "Karena sekarang belum terlalu malam, bagaimana jika kita berdua jalan jalan?"


Setelah melihat jam tangan nya, sekarang ternyata masih jam delapan malam.


"Baiklah, ayo kita pergi!" jawab Laras dengan antusias.


Laras menjawab pertanyaan Andika dengan antusias karena tak ingin berpisah dengan Andika begitu cepat.


Tetapi saat berjalan jalan di pinggiran kota, mereka berhenti di depan toko yang menjual jam tangan mewah.


"Tuan Pratama, saya perlu membeli jam tangan. Karena manajer umum yang lain di Showroom Ze-ro Rolligan memiliki jam tangan mewah. Mereka sangat mengutamakan penampilan mereka di depan costumer."


Lalu Laras menggandeng Andika masuk kedalam toko jam tangan Queni.


Setelah beberapa menit melihat jam tangan yang tertata rapi, Laras memilih jam tangan berlabel harga 10 juta rupiah. Lalu setelah mencoba memakai jam tersebut, Laras bertanya pada Andika sambil memamerkan jam yang di pakai nya tersebut. "Apakah ini cocok untuk ku?"

__ADS_1


__ADS_2