
Rambut Selin sedikit basah karena saat mandi secara tak sengaja air mengenai rambutnya.
Dengan memakai baju kaos kebesaran milik Andika.
Dan celana pendek yang tak terlihat karena baju kaos Andika yang kepanjangan membuat kaki ramping dan paha mulus Selin terpampang di hadapan Andika.
Melihat pemandangan mempesona di hadapan nya membuat Andika tertegun sejenak karena terpesona.
Dan Selin menyadari jika Andika tengah melihat dirinya karena terpesona.
Secara diam diam dia membusungkan dadanya dengan bangga dan membatin,"heph,bukan hanya tubuh mu saja yang mempesona tapi tubuhku juga sama mempesona nya dengan tubuh mu!"
. . .
__ADS_1
Drt ... drtt ...
Tiba tiba ponsel Andika bergetar.
Dan ternyata ada panggilan masuk dari Whatsapp.
Selin merasa ragu untuk menjawab, akan tetapi setelah beberapa lama Selin pun memutuskan untuk menjawab panggilan masuk tersebut.
"Selin! Apa yang terjadi pada mu? Bukan kan aku telah menyuruh mu untuk menemani Tuan Anderson tapi kau malah melarikan diri! Dia jadi marah besar padaku karena diri mu yang merusak suasana hati nya!" di seberang sana terdengar suara pria paruh baya, dia adalah Darvin Charlotte sekaligus ayah dari Selin Charlotte.
Ayahnya Selin menghela nafas lalu berkata,"Selin, bukan kah kau telah berjanji padaku jika kau akan setuju kali ini? Kenapa kau kabur? Semua rencanaku terbuang percuma karena mu. Apa kau tau itu, Selin?"
"Ayah, aku memang berjanji akan mengikuti kencan buta yang kau persiapkan untuk ku, tapi ayah tidak memberitahu kan ku jika yang menjadi pangan kecan buta ku adalah William Anderson! Apakah kau tidak tau sifat dia seperti apa ayah? Apakah ayah tidak tau jika dia telah menodai berapa banyak wanita yang telah dia nodai selama ini? Dia itu sampah dan juga seorang bajingan ayah! Apa aku tidak maksud mu, Yah? Ayah jelas jelas telah berniat untuk menjerumuskan diriku kedalam siksaan penderitaan!" bentak Selin dengan emosi yang tak terkendalikan.
__ADS_1
Mendengar itu, Darvin terdiam sejenak sebelum berkata mencoba untuk menjelaskan, "Wiliam adalah pewaris dari keluarga Anderson, dan dia adalah anak kebanggaan dari keluarga mereka. Pria kaya sudah hal yang biasa berulah seperti itu, jadi jangan di masuk kan kedalam hati. Lagi pula, dia akan sadar dan berubah saat kau menikahinya."
"Ayah, kenapa ayah lebih membela dia dari pada diriku? Apa ayah tidak tau jika dia hampir membius dan memp*rk*sa diriku? Dan jika aku tidak kabur dari sana, pasti aku sudah di nodai olehnya!" ucap Selin sambil terisak.
"Berani-beraninya. . ." sebelum berkata lagi Darvin kembali tenang dan berucap, "Dengarkan aku selin, kamu harus segera menjadi istrinya. Dan terlebih lagi, tidak menjadi masalah jika kau berbuat sesuatu padamu sebelum menikah."
Mendengar perkataan dari ayahnya, Selin menjadi marah dan berkata, "Tega kau ayah! Apakah kau benar-benar menganggap ku sebagai anak mu?"
Setelah berkata seperti itu, Selin lalu menutup telfonnya dan kemudian menangis tersedu-sedu.
Tangisan Selin tampak menyedihkan.
Melihat Selin menangis membuat Andika tidak tega.
__ADS_1
Terlebih lagi dia tidak tau bagaimana cara untuk menghibur orang yang tengah bersedih.
Pada akhirnya, dia hanya bisa memberikan sekotak bungkus tisu pada Selin.