Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 34. Mendapat keterampilan cooking


__ADS_3

Mendengar itu, membuat Andika tidak bisa mengerutkan keningnya. Dan membatin, "hei, apakah artinya aku harus membawa gadis ini ke apartemen ku?"


Ia tinggal di sebuah apartemen yang sederhana yang di dalam apartemen itu hanya ada 1 kamar tamu dan juga kamar tidur untuk dirinya.


Letak apartemen Andika berada sebuah perkampungan kumuh.


Walaupun berada di perkampungan kumuh, apartemen Andika begitu bersih.


. . .


Sesampainya di apartemen, Andika berkata, "kau bisa tidur kamar ku nanti dan aku akan tidur di sofa."


Selin merupakan anak dari keluarga kaya raya dan belum pernah melihat rumah yang sederhana seperti apartemen Andika, namun ia tidak memedulikan hal tersebut yang terpenting ia memiliki tempat perlindungan yang membuat nya aman dan nyaman.


"Terimakasih telah memperbolehkan ku untuk menginap di apartemen mu." ucapnya dengan rasa terimakasih yang tulus.


| Ting! |


| Sistem mendeteksi anda menolong seorang gadis yang hampir di culik |


| Anda mendapatkan sebuah keterampilan Cooking |

__ADS_1


"Hm? Tertumben hadiahnya tidak berupa barang." lirih Andika karena heran.


"Yah, apa peduliku. Bukan kah dengan begini aku bisa memasak makanan ku sendiri tanpa di buatkan oleh orang lain." pikir Andika.


"Dan lagi ini adalah saat yang tepat untuk menguji coba keterampilan ku karena aku saat ini telah lapar." lanjutnya.


Lalu Andika berbalik dan bertanya pada Selin, "hei nona, apakah kau lapar? Jika kau lapar, akan ku buat kan kau masak'kan sesuatu untuk mu."


"Ya, aku lapar." jawab Selin sambil mengangguk'kan kepala nya dengan malu.


Setelah mendapat jawaban, Andika lalu kedapur untuk menyiapkan makanan untuk nya dan juga Selin. Karena bahan masak'kan terbatas, Andika hanya memasak sebuah sup bayam, tahu goreng dan juga sambal terasi pedas saja.


"Masakan telah matang, jadi mari kita makan." ucap Andika sambil membawa makanan yang telah ia masak tadi.


Karena tak nafsu makan Selin hanya memakan makanan nya dengan sedikit. Itu di sebab kan ia sedang memikirkan hal hal yang telah di alami nya tadi.


Namun, saat ia baru saja makan satu suapan, ekspresi nya seketika menjadi terkejut.


Makanan yang ia makan ini merupakan makanan yang terenak yang pernah ia makan.


Lalu tanpa berfikir panjang, Selin pun memakan makanan nya dengan lahap hingga makanan nya pun ludes tanpa tersisa.

__ADS_1


Walaupun ia ingin makan lagi ia tidak kuat untuk menambah makanan lagi karena saat ini perutnya seperti ingin meledak karena kepenuhan.


Dan hal itu membuat Selin tidak bisa tidak memuji Andika.


"Makanan mu lezat sekali." puji Selin sambil menepuk nepuk perutnya yang telah kepenuhan dengan makanan yang di masak Andika.


Jujur saja, Selin merasa makanan yang di masak Andika lebih enak dari makanan yang di masak oleh restoran bintang 5 yang pernah ia makan.


Mendengar pujian Selin, Andika hanya menjawab sambil tersenyum. "Terimakasih atas pujian nya"


Si saat itu juga Andika berfikir, "sepertinya keterampilan Cooking ini cukup berguna"


Kemudia, Andika berdiri untuk membersihkan piring dan mangkuk yang telah selesai di pakai makan.


Melihat itu, Selin menawarkan diri nya untuk membantu Andika mencuci piring dan mangkok.


"Biarkan aku saja yang mencuci ini semua." tawar Selin.


"Baiklah." ucap Andika membiarkan Selin membantu nya.


Lalu Selin pun menumpuk pikirng dan mangkok yang ada di meja dan membawa nya kedapur.

__ADS_1


Prang !


Belum lebih dari 1 menit, Andika mendengar suara sebuah barang piring pecah dari dapur.


__ADS_2