Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 42. Tamparan Untuk Tuan Anderson


__ADS_3

Lalu tak lama kemudian, Andika muncul di hadapan Selin.


Melihat wajah yang familiar, salah satu bodyguard William mengadu pada William. "Tuan Anderson, itu dia si Bajingan yang kemarin telah menghentikan kita!"


Mendengar itu, Wiliam Anderson segera menatap tajam Andika dan berkata. "Berani-beraninya kamu! Apa kamu tidak tau konsekuensi jika mengambil gadis yang telah ku incar selama ini?"


"Tidak tau dan aku tak peduli apa pun konsekuensi nya!" cibir Andika dengan acuh tak acuh.


"Cih, sombong sekali! Baiklah, mari kita lihat sampai mana kau mampu bertahan dengan kesombongan mu itu!" Teriak Wiliam dengan tatapan meremehkan.


"Semuanya, bereskan si bajingan sombong ini!" perintah Wiliam pada bodyguard nya.


Melihat itu, Selin dan Rin berteriak karena khawatir pada Andika. "Hati hati!"


Duak!


Bugh!


Pak!


Bruk!


Tak sampai 2 menit bodyguard William semuanya telah di kalahkan dan saat ini mereka telah tergeletak pingsan tak sadar kan diri.


Perkelahian Andika dan bodyguard William membuat sekitar cafe menjadi berantakan.

__ADS_1


"Heh, apakah hanya sampai segini kemampuan mu, Tuan Anderson?" ejek Andika sambil menyeringai dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya karena kekuatan yang ia kerah kan belum sepenuh nya.


Melihat dirinya di ejek, membuat wajah William menjadi suram. "Cih! Jangan terlalu sombong di awal! Karena kesombongan tak akan bisa menolong mu!"


Lalu Wiliam kemudian memulai aksinya dan mulai akan memukul pipi sebelah kanan Andika.


Wajah Wiliam begitu percaya diri karena merasa ia akan menang sebab dia sangat mahir dalam seni beladiri pencak silat.


Di saat Wiliam merasa yakin jika dirinya akan menang, Andika kemudian mengulur dan menahan tangan Wiliam yang akan memukul pipi kanan nya itu.


Dan...


Crak!


Suara tulang patah bergema dan di akhiri suara Wiliam yang sedang menjerit kesakitan.


"Dasar bajingan! Tunggu sampai aku bisa menghancurkan mu!" teriak Wiliam sambil meringis kesakitan.


Plak!


Andika melepaskan tangan nya yang telah membuat tangan Wiliam patah.


Lalu kemudian ia menampar Wiliam dengan keras sampai menimbulkan suara tamparan yang nyaring.


"Haha, akan ku tunggu!" ucap Andika sambil menyeringai.

__ADS_1


"Lihat saja kau sialan!" ancam Wiliam sembari keringat dingin membasahi wajah nya.


Plak!


Andika kembali menampar pipi Wiliam.


"Heh, teruslah bermimpi kawan!" ejek Andika sembari menatap Wiliam dengan tatapan meremehkan.


"Sialan! Aku benar benar akan menghabisi mu, dasar bajingan!"


Kemudian Wiliam kembali di tampar oleh Andika. "Sampai kapan aku akan menunggu mu untuk menghabisi ku?"


"Dasar b@ngsat! Apa kau tau, aku adalah anggota keluarga Anderson dari kota Sanderley. Keluarga ku bahkan memiliki aset ratusan miliar rupiah! Aku dengan mudah bisa membuat mu sehancur hancur nya." teriak Wiliam dengan amarah yang telah memuncak.


Plak!


Seakan belum puas menampar Wiliam, Andika lagi dan lagi menampar wajah Wiliam hingga membuat pipi Wiliam sedikit bengkak.


"Haha, hei mau sampai kapan, hem?" ujar Andika sembari menghina Wiliam yang wajah nya telah membengkak seperti babi yang telah di beri makan banyak.


Rasa sakit yang Wiliam rasakan membuat dirinya ingin menangis kesakitan.


Tak berlangsung lama, sudut mata Wiliam mulai berair dan hampir mengeluarkan air mata yang akan siap menetes kapan saja.


"A-aku..."

__ADS_1


"Jadi sampai kapan?" tanya Andika sembari menampar kembali pipi Wiliam.


__ADS_2