Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 47. Tidak percaya part 2


__ADS_3

Mobil Mercedes AMG GT nya juga masih terparkir di sana.


Kemudian taxi yang di pesan Andika pun datang dan mereka pun naik kedalam taxi.


. . .


Tak berselang lama, Taxi yang di tumpangi oleh Andika sampai di depan Restoran Region Campania.


"Andika, kamu kemari lagi?"


Sartika melihat Andika yang tengah bersama dua wanita lain, mulai menyapa nya tanpa mengungkapkan status milik Andika.


"Sartika, pesankan kami ruangan yang tenang." ucap Andika.


"Baik lah, mari ikuti saya ke sebelah sini." jawab Sartika seraya membawa mereka bertiga ke sebuah ruangan yang terlihat elegan. Ruangan ini adalah ruangan private paling bagus yang ada di Restoran Region Campania.


"Andika, apakah kau pelanggan tetap di Restoran ini?" tanya Rin penasaran.


"Kenapa kau bertanya seperti itu?" bukan nya menjawab pertanyaan Rin, Andika balik bertanya pada Rin.

__ADS_1


"Itu karena Restoran Region Campania merupakan salah satu Restoran terkenal di Jakarta. Dan biasanya waitress dan waiter yang ada di sini sangat angkuh, tapi sepertinya tadi manajer yang ada disini terlihat ramah padamu. Pasti itu karena kau sering ke Restoran ini." tebak Rin pada Andika


"Yah ku rasa" jawab Andika dengan enteng.


"Baiklah, ayo pesan lah makanan yang kalian sukai." ucap Andika sembari menyodorkan buku menu Restoran Region Campania pada Selin dan juga Rin.


Kemudian Selin dan Rin pun berdiskusi tentang menu makanan yang akan mereka pesan.


Melihat Selin dan Rin yang begitu serius dengan menu makanan yang akan mereka pesan membuat Andika terkekeh pelan. "Kalian tidak perlu sungkan terhadap diriku jadi jangan khawatir dengan harga makanan yang akan kalian pesan."


Setelah berkata seperti itu Andika membatin, "kini aku memiliki uang 1 triliun lebih di kartu debit ku dan jika tidak segera di belanjakan uang ini akan terus menumpuk dan tersimpan di bank dengan sia sia."


Lalu tak lupa Rin juga ikut menimpali perkataan Andika, "Andika. Aku ucapkan terima kasih banyak atas bantuan mu yang telah membantu ku dalam menjaga nama baik ku dan telah membelikan pakaian yang banyak untuk ku. Tetapi, sekali lagi aku ingatkan padamu jika mengeluarkan uang secara berlebihan sangat tidak baik untuk mu dan itu tidak boleh terlalu sering di lakukan. Bagaimana pun juga kau dan Selin perlu uang untuk bertahan hidup di kota ini."


"Ha-ha-ha, Rin tenanglah. Ratusan juta tak ada apa nya bagi ku, tapi terimakasih telah menasehati diriku." ucap Andika sembari tersenyum bangga.


"Terserah mu sajalah. Orang kaya bebas melakukan apapun dengan uang nya sendiri." ucap Rin dengan mulut yang cemberut.


Lalu Rin kemudian bertanya lagi pada Andika, "sebenar nya apa pekerjaan mu, Andika?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Rin membuat Andika mengangkat satu alisnya.


"Bukan kah sebelum nya aku telah memberitahukan nya, kan?" ucap Andika.


"Aku menjalankan beberapa bisnis kecil. Dan lagi aku memiliki restoran dan perusahaan yang berjalan di bidang industri hiburan." lanjut nya.


"Apa nama Restoran yang kau miliki?" Rin kembali bertanya.


"Restoran Region Campania."


"Lalu nama perusahaan di hidnag industri hiburan yang kau miliki?" tanya nya lagi.


"Perusahaan Golden One."


Mendengar ucapan Andika membuat Rin tidak percaya.


Sembari memutar matanya Rin bertanya dengan nada tak percaya, "Hei, apakah kau bercanda? Ini sama sekali tidak lucu!"


Rin membatin, "bukan kah pemilik restoran Region Campania ini adalah Tuan Elliot? Lagi pula bukan kah perusahaan Golden One adalah salah satu perusahaan yang terdaftar di majalah Forbes? Dan pemilik nya juga tidak mungkin seorang anak muda seperti Andika yang umurnya masih sekitar 20-23 tahun!"

__ADS_1


__ADS_2