Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 29. Arvin Farzan


__ADS_3

"Itu terlihat cocok di tangan mu" jawab Andika sambil mengangguk.


"Terimakasih" setelah mengucapkan itu Laras mengambil sebuah jam tangan yang ada di dalam tas nya.


Lalu sambil tersenyum, Laras memberikan nya pada Andika. "Anda pasti cocok jika memakai jam tangan ini"


Lalu ia berkata lagi dengan penuh harapan, "saya tau jika anda tidak kekurangan apapun. Tetapi, terimalah jam tangan pemberian saya sebagai terimakasih karena anda telah membantu saya"


Andika mengambil jam tangan tersebut dan memakai nya dengan hati hati. Andika lalu memamerkan nya pada Laras sambil berkata, "Terimakasih. Ini hadiah terbaik yang pernah saya terima."


Mendengar jawaban Andika, Laras menjadi senang. "Senang mendengar jika anda menyukainya juga"


Saat Andika ingin pergi dari toko Queni, ia tanpa sengaja melihat jam tangan yang mirip dengan jam tangan yang di kenakan nya. Dan ternyata harga jam tangan yang di kenakan seharga 47 juta rupiah.


"Dia gadis yang baik" gumam Andika karena merasa tersentuh dengan sikap baik yang Laras miliki.


Saat Andika dan Laras di luar toko Queni.

__ADS_1


Tiba-tiba Andika mendengar suara teriakan.


"Dasar wanita j@lang! Siapa yang memperboleh mu untuk dekat dengan laki-laki lain?!"


Lalu Laras menoleh dan ia melihat seorang pria berumur 21 tahunan tengah menatap marah diri nya.  Pria yang memakai pakaian mewah itu melototi Laras dengan amarah dengan wanita bermake up tebal yang tengah merangkul lengan nya.


"Arvin, ternyata itu kamu!" ujar Laras menatap Arvin dengan tatapan jijik.


Pria itu adalah Arvin Farzan yang di bicarakan oleh Rahma.


"Cih! Semenjak kita berkencan, kita telah diatur untuk menikah. Jadi karena kau adalah miliku, aku berhak mengatur mu untuk tidak dekat dan berkencan dengan pria lain selain diri ku! Apa kata orang lain nanti jika melihat mu bersama pria lain?" sungut Arvin.


"Tuan Pratama, abaikan saja dia. Ayo! Kita pergi dari sini."


"Hei! Apa kau pikir aku akan membiarkan mu pergi begitu saja meninggalkan aku disini?" tekan Arvin sambil berteriak.


Arvin bergerak dengan cepat lalu menghalangi jalan Laras dan Andika agar tak bisa pergi. Saat menghalangi mereka berdua, Arvin tidak sengaja melihat jam tangan Queni yang di pakai oleh Andika. Kemudian ia berkata, "Dasar sialan! Hanya seorang pecundang yang memakai jam tangan Queni dengan beraninya ingin merebut wanita ku?! Enyah kau dari sini!"

__ADS_1


Mendengar itu, Andika menatap malas bertanya pada Arvin. "Apakah jam tangan mu begitu berharga? hingga kau begitu memamerkan nya. Memangnya berapa harga jam tangan mu?"


Lalu, Arvin segera memperlihatkan jam tangan yang ada di pergelangan nya dengan tatapan angkuh.


"Lihat? Jam tangan yang ku pakai adalah Audemars Piguet dan jam ini seharga 1 miliar rupiah! Dan dibanding dengan jam tangan mu, jam tangan ku lah yang lebih mahal. Apakah kau masih mampu bersanding dengan diriku untuk memperebutkan Laras?"


"Oh, aku kira jam tangan itu harganya lebih dari 10 miliar ternyata harganya hanya 1 miliar saja."


"Ha-ha-ha berani nya pecundang seperti mu berkata seperti itu!" setelah berkata seperti itu perlahan tatapan Arvin mulai menajam.


┅┅┅┅┅┅┅༻❁༺┅┅┅┅┅┅┅


Sorry baru up sekarang, dari kemarin sibuk mulu karna harus ngurus kegiatan lomba yanga da di sekolah. Mana author harus di suruh buat dokumentasi🥲


sekali lagi author mengucapkan maaf kepada pembaca setia dan selamat hari ibu


__ADS_1


__ADS_2