Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 36. Tubuh yang begitu sempurna


__ADS_3

Tetapi ketika Andika membuka baju nya dan bercermin di depan kaca, Andika terpana dengan tubuh nya saat ini.


Tubuh nya berubah menjadi proporsional dan kekar, dengan abu yang lebar dan juga perut yang berotot.


Dan Andika menebak dan berkata pada dirinya sendiri, "ini pasti karena kultivasi seni bela diri di tingkat great master."


Andika lalu memutar badanya sambil memamerkan badan nya yang berotot dan juga kekar.


"Sial! Aku saja terpana melihat tubuh sendiri." ucap Andika tak tahan lagi melihat tubuhnya seperti mahakarya yang sengaja tercipta sempurna dan luar biasa.


➤➤➤


Tepat ketika dia selesai mandi, ia baru ingat jika ia lupa untuk membawa baju atasan.


Namun jika ia sendirian di rumah ini maka ia bisa dengan gampang mengambil baju nya.


Akan tetapi sekarang masalah nya berbeda karena sekarang ada Selin di rumahnya.


Memikirkan hal ini membuat nya canggung.


Lalu dengan terpaksa, ia meminta tolong pada Selin untuk membawakan baju atasan kekamar mandi.


"Selin, bisakah kau mengambil kan baju dari kamarku? Kamu bisa ambil baju apa saja di sana." pinta Andika dari kamar mandi.

__ADS_1


"Baiklah" jawab Selin dari luar.


Setelah itu Selin mengambil baju di kamar Andika.


Lalu ia dengan segera memberikan nya pada Andika.


Akan tetapi saat Selin baru saja membuka pintu kamar mandi, kakinya tidak sengaja terpeleset dan terjatuh tepat pada dada bidang Andika.


Melihat penampakan di depan nya membuat Selin tidak bisa mengalihkan pandangan nya dari tubuh Andika.


Apa yang di lihat nya itu seperti sebuah mahakarya tanpa cacat sekalipun.


"Ekhem" Andika berdehem karena canggung sebab ia melihat Selin menatap tubuh nya dengan lamat.


Lalu Selin dengan wajah yang memerah menyerahkan baju itu pada Andika lalu pergi secepat kilat.


Deg! Deg!


Bahkan sampai di ruang tamu pun Selin masih memikirkan kejadian tadi.


Dan jantungnya juga tidak bisa di atur.


"Tubuh nya benar-benar luar biasa sempurna!" lirih Selin sambil menggigit bibir nya karena tidak bisa menepis tubuh Andika yang mempesona di dalam pikiran nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian. . .


Andika keluar dari kamar mandi dengan baju yang Selin berikan tadi.


Selin yang melihat Andika mengenakan pakaian nya hanya bisa mendesah kecewa.


Namun sedetik kemudian ia menggeleng kan kepalanya. Sebalik nya ia menyadarkan dirinya di dalam pikiran, "Hei, sadarlah! Bisa bisa nya kau berfikir aneh seperti itu!"


"Ada apa dengan mu? Kenapa bergeleng geleng seperti itu?" tanya Andika karena bingung melihat Selin menggeleng secara tiba tiba.


"Ah, tidak kenapa napa." jawab Selin dengan wajah yang memerah.


"Apakah kau ingin mandi? Jika kau ingin mandi semuanya sudah siap. Handuk dan sikat gigi semuanya baru, namun kau harus memakai baju ku dahulu karena aku tidak memiliki baju wanita saat ini." ucap Andika menjelaskan pada Selin lalu setelah itu ia merebahkan badan nya di atas sofa.


"Baiklah" jawab Selin.


Lalu Selin menuju kamar Andika untuk mengambil baju untuk nya. Dan setelah ia mendapat baju kaos yang sedikit kebesaran, ia pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan badan nya.


Tak berselang lama Selin pun keluar dari kamar mandi.


Jangan lupa vote, komen, dan jika berkenan jangan lupa juga memberi author gift.


See you!

__ADS_1


__ADS_2