Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 40. Tidak Tau Terimakasih!


__ADS_3

Ana melirik Rin dan menjawab pertanyaan Rin, "aku pinjamkan hanya 500 juta rupiah."


"Huh? Hanya 500 juta rupiah?" beo Rin sambil mengerutkan dahinya setelah mendengar perkataan Ana tadi.


Lalu ia memberi nasehat pada Ana, "Ana, kau seharusnya lebih dari itu pada Selin! Lagi pula bukan kah kau pernah berhutang 1.5 miliar rupiah pada Selin? dan kau juga belum mengembalikan nya. Sekarang dia tengah dalam masalah, jadi kau sebaiknya membantu Selin dengan cara meminjamkan nya uang yang lebih banyak."


Dengan tak peduli nya, Ana menjawab. "Hutangku padanya tidak ada hubungan nya dengan keadaan nya yang telah jatuh miskin. Lagi pula, dia meminjamkan ku uang 1,5 miliar karena dia yakin jika aku sudah pasti bisa mengembalikan uangnya. Karena dia sekarang telah meninggalkan keluarga Charlotte maka kita juga tidak tau apakah dia mampu membayar hutang nya atau tidak. Dan bukan kah aku telah berbaik hati untuk untuk meminjamkan 500 juta padanya?"


Mendengar itu, Rin menjadi marah dan membentak Ana. "Ana! Apa apaan kau itu! Selin adalah sahabat kita. Apa setidak pedulinya kau dengan Selin hingga kau dengan lancang membesar-besarkan masalah uang yang telah Selin pinjamkan padamu?!"

__ADS_1


"Ck..."


Ana berdecak sebentar lalu melanjutkan perkataan nya, "dia bukan lah lagi sahabat ku lagi. Siapa suruh dia memutuskan untuk meninggalkan keluarga Charlotte! Aku tidak ingin bersahabat dengan gadis miskin sepertinya."


Kata-kata nya Ana membuat Selin seperti tertikam sebuah jarum panjang.


Mendengar itu, Selin juga menjadi marah sekaligus sedih.


Disaat itu juga Selin menyela perkataan Rin, "Rin, sudah. Karena dia tidak mau menganggap ku teman lagi, aku juga tidak akan mau menerima uang yang dia berikan."

__ADS_1


Setelah berkata itu, Selin menoleh dan menatap Ana. "Baiklah, Ana. Mulai sekarang mari kita memutuskan hubungan persahabatan yang pernah kita jalin selama ini disini."


Selin berkata dengan tatapan yang sedih karena Ana adalah teman akrab Selin sedari kecil.


"Ck, kenapa tidak dari kemarin seperti ini sih. Sudahlah toh ini adalah ide yang bagus. Setidaknya aku bisa menggunakan uang 500 juta itu untuk membeli hal hal yang bermanfaat." ucap Ana dengan sumringah.


"Hei, kenapa terburu-buru sekali perginya. Selin, apa kau tidak mengetahui jika Tuan Anderson ingin bertemu dengan diri mu?" Ana menyeringai sambil berkata pada Selin yang hendak pergi.


Mendengar itu, Selin menjadi tak percaya. "Kau! Kau memberi tau Tuan Anderson jika aku akan berada disini?!"

__ADS_1


"Tentu saja! Bahkan Tuan Anderson telah membayar 2,5 miliar hanya karena telah memberikan foto screenshot ketika kita akan janjian kemari di Whatsapp. Oh, Selin yang malang. Aku tidak menyangka jika Tuan Anderson memperlakukan mu sebagai orang berharga meski keluarga mu telah berada di ambang kebangkrutan. Huh, bahkan aku saja tidak tau apa yang telah di lihat Tuan Anderson saat melihat mu! Jelas jelas tidak ada yang istimewa pada dirimu!" ucap Ana yang memiliki siratan kecemburuan yang mendalam pada Selin.


__ADS_2