Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 24. Sikap Rahma yang tidak tau diri


__ADS_3

Setelah itu sifat Rahma berubah lagi menjadi tak enak di pandang. "Kenapa kau tidak memberitahu ku dari tadi? Ck!"


"Ck, sudah ku duga kalau pemuda ini adalah orang miskin! Betapa memalukan nya diri ku meminta maaf padanya!" batin Rahma kesal.


"Rahma!" tekan Laras kesal dengan tingkah laku Rahma yang kurang sopan.


"Tenanglah Laras, aku tidak apa apa." ucap Andika menenangkan Laras sambil tersenyum.


"Yah setidaknya kau tau kedudukan mu disini!" ucap Rahma sambil menatap angkuh Andika.


Lalu Rahma memanggil pelayan dan Sartika pun menghampiri meja mereka bertiga.


"Ya, nona? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Sartika sambil tersenyum ramah pada Rahma.

__ADS_1


"Kata nya red wine ini adalah hadiah dari restoran ini, memangnya di sini ada acara apa?" tanya Rahma tanpa berbasa basi.


Lalu Sartika pun menjelaskan tentang promo yang restoran Region Campania miliki.


"Owh kalau begitu, sajikan semua hidangan yang paling mahal di restoran ini untuk ku!" setelah Sartika selesai menjelaskan, Rahma menjadi antusias setelah selesai mendengar penjelasan dari Sartika.


"Apa apan kamu ini Rah! Kamu tidak boleh seperti itu!" seru Laras memperingati sahabat nya agar tidak keterlaluan.


"Laras, sangat di sayang kan jika kita tidak memanfaatan promo ini sebaik mungkin. Kau tau sendiri, bukan? Aku belum pernah ke restoran kelas atas seperti ini. Jadi hari ini, aku harus menikmati nya!" ucap Rahma.


Sartika menjadi kebingungan dengan situasi ini, lalu ia menatap Andika untuk memohon persetujuan dan Andika pun menjawab dengan anggukan. Setelah mendapat izin, Sartika pun menjawab. "Baik kalau begitu, mohon tunggu sebentar, pesanan akan datang."


"Rahma, kau keterlaluan!" sentak Laras geram oleh tingkah laku Rahma.

__ADS_1


"Laras, tidak apa apa. Restoran ini adalah milik teman ku, dan kurasa ini bukan masalah bagi nya." ujar Andika menenangkan Laras yang saat ini tengah geram dengan tingkah laku Rahma.


Akan tetapi, Rahma malah menatap nya dengan tatapan hina dan mencibir. "Dasar penipu! Mana mungkin orang miskin seperti mu dekat dengan pemilik restoran ini!"


Semua orang mengetahui bahwa pemilik restoran Region Campania ini adalah seorang miliader, bahkan orang bodoh pun mengetahui hal itu. Karena itu, Rahma tidak percaya bahwa pemuda yang berpakaian lusuh ini dekat dengan pemilik restoran.


Andika tetap tersenyum walau ia di hina oleh Rahma, seolah olah hinaan Rahma hanyalah angin semata.


Mendengar perkataan sahabat nya yang semakin lancang, membuat Laras menjadi marah dan ia pun membentak Rahma, "Rahma! Cepat minta maaf pada Tuan Pratama sekarang juga!"


Meskipun Rahma tak memercayai Andika, Laras tetap percaya pada Andika.


Dengan memiliki mobil mewah di negara ini yang harganya lebih dari 300 miliar, membuat Laras percaya bahwa wajar jika Andika dapat berteman dengan pemilik restoran Region Campania ini.

__ADS_1


Tidak terima bahwa telah di bentak oleh sahabat nya sendiri membuat Rahma marah dan berkata dengan nada tak terima, "Laras, apa apaan kau ini! Apakah kau telah di pelet oleh dia? Hingga kau memihak dia dari pada diri ku? Laras, jangan katakan kau telah jatuh cinta pada nya? Ya dewa! Laras! Lihat dia, dia hanya lah pemuda miskin yang memakai pakaian yang lusuh! Masa depan nya tak cerah! Kau akan menderita jika berkencan dengan nya!"


Lalu, Rahma melanjutkan perkataan nya, "Lebih baik kau berhenti berkencan dengan nya dan Kenapa kau tidak berkencan dengan Tuan Farzan saja? Pria itu memiliki kekayaan bersih sebanyak ratusan miliar, lho! Bahkan keluarga mu sempat memperkenalkan nya pada mu, bukan? Kenapa kau tak menikah dengan lalu hidup bahagia dengan nya?"


__ADS_2