
Akhirnya karena tidak tahan dengan sakit yang di rasakan, Wiliam memutuskan mengalah dan memohon ampun pada Andika. "Maafkan aku, Aku telah bersalah karena telah merebut Selin dari mu. Aku mohon tolong lepaskan aku dan setelah kau lepaskan aku, aku berjanji tidak akan menganggu mu dan Selin lagi."
"Begitu dong! Seharusnya kau mengatakan nya dari tadi. Kalo gitu kan kau tidak akan di tampar berkali kali." melihat Wiliam memohon seperti itu membuat Andika tersenyum kemenangan.
"Aku memang bodoh dan baru menyadari kebodohan ku sendiri. Jadi, aku mohon untuk biarkan aku pergi!" ujar Wiliam sambil memohon untuk melepaskan dirinya.
"Baiklah kalau begitu, pergi kau dari sini!" usir Andika pada Wiliam.
Setelah di izinkan untuk pergi, Wiliam dengan cepat pergi meninggalkan cafe.
"Andika... Maafkan aku... Karena telah melibatkanmu lagi di dalam masalah ku." ujar Selin sambil memilin baju nya karena merasa bersalah jika telah melibatkan Andika dengan masalah nya.
"Haha, tidak apa apa. Kau tidak perlu risau, toh jugaan aku kesini karena tidak menyukai sikap si bajingan itu."
Disaat Andika dan Selin mengobrol, diam diam Rin memperhatikan Andika. Karena menurut nya, Andika ada pemuda yang lumayan tampan terlebih lagi dia memiliki kemampuan bela diri yang mumpuni membuat diri nya kagum pada Andika.
Akan tetapi, salah satu kekurangan dari Andika adalah dia memakai pakaian yang sederhana dan polos.
Lalu karena penasaran, Rin mulai mengenalkan dirinya pada Andika. "Hai, perkenalkan aku Rinata Saviors, sahabat nya Selin. Emm, sepertinya ini pertama kali nya aku melihat mu bersama Selin. boleh aku tau, apa hubungan mu dengan Selin hingga kalian terlihat akrab?"
Mendengar itu membuat Andika bingung dan ia pun membatin, "Hem? Apa yang harus ku katakan pada dia? Apakah aku dengan nya adalah teman biasa? Atau teman sekamar?"
__ADS_1
"Oh, aku baru ingin mengatakan nya padamu. Perkenalkan, Andika ini adalah pacar ku." jawab Selin seraya menggandeng tangan Andika dengan senyum bangga.
"Hah? Pacar? Sejak kapan kita jadi pacar?" batin Andika kebingungan.
Hingga Sistem berbunyi...
| Ting! |
| Sistem memberi anda dia buah pilihan... |
| Pilihan pertama: mengakui jika Selin adalah pacar anda dan anda akan di hadiahkan Mansion Raja Belantara yang senilai hampir 750 miliar rupiah |
"Hah? Apakah dia bisa melakukan hal semacam ini?" batin Andika seraya terkejut dengan fakta yang baru ia ketahui.
Lalu dia diam diam memilih pilihan yang pertama.
"Ya, aku adalah pacar nya Selin." jawab Andika dengan santai.
Lalu Sistem berbunyi...
| Ting! |
__ADS_1
| Sistem mendeteksi bahwa anda telah membantu teman anda dari masalah nya. |
| Selamat anda telah di beri hadiah sebuah rumah Raja Belantara |
"Selin, kamu tidak sedang berbohong kan?" tanya Rin sambil menatap mereka berdua dengan penasaran.
"Untuk apa aku berbohong pada mu, Rin? Toh jugaan tidak ada untung nya aku berbohong padamu." tanya Selin balik pada Rin.
Mendengar itu mmembuat Rin membatin, "Yah, benar yang dikatakan oleh Selin. Jadi kurasa identitas Andika dapat bisa dipercayai."
Akan tetapi melihat Andika memakai pakaian yang sederhana membuat nya khawatir pada Selin.
Lalu Rin menatap Andika dan bertanya, "Andika, pekerjaan mu sekarang apa?"
Selin pun ikut penasaran dengan pekerjaan Andika. Karena ia tidak tau apa pekerjaan Andika untuk mencari nafkah.
"Aku hanya menjalankan beberapa bisnis kecil dan juga aku memiliki sebuah restoran dan perusahaan entertainment." jawab Andika dengan tenang.
Jawaban Andika membuat nya bingung. Membuat dia berfikir, "Jika dia memang itu pekerjaan nya Andika, lalu mengapa dia berpakaian se sederhana seperti itu? Mungkinkah dia adalah seorang playboy?"
Rin mulai cemas dan berfikir yang negatif, "dari berita yang ku baca bahwa banyak pemuda tampan yang menipu kekasih nya dan menghasut nya demi uang saja. Apalagi Selin adalah tipe gadis yang bodoh dan mudah di tipu oleh banyak orang!"
__ADS_1