
Dengan kekuatan yang baru ia dapat kan, ia menggenggam karung yang berisi buah kersen itu dengan gampang.
Ia menggenggam karung itu seperti seperti menggenggam bulu hewan.
Begitu sangat ringan.
"Sayang sekali keahlian ku tidak berguna, walaupun keahlian ini begitu hebat" ucap Andika sambil menggeleng kan kepalanya karena berkelahi adalah sebuah larangan dan penjara lah hukuman jika kita berkelahi.
Dan masyarakat wajib melaksanakan larang yang pemerintah berikan.
Tak berselang lama, Andika tiba tiba mendengar suara wanita berteriak meminta pertolongan.
"Nona Charlotte, kau tidak bisa lari lagi dari kami. Bersikaplah yang manis dan ikut lah dengan kami. Tuan Anderson ingin bertemu dengan mu."
Dan ternyata suara itu berasal dari sebelah nya Andika.
Saat Andika menengok ke sebelah, ternyata ada 10 orang berjas hitam sedang mengejar seorang gadis.
"Tidak mungkin ini kebetulan, bukan? Apakah ini saat nya aku memakai keahlian yang baru ku dapatkan?" pikir Andika di dalam hati.
Setelah menaruh karung yang berisi buah kersen kedalam mobil nya, Andika lalu segera mempercepat langkahnya agar bisa mengejar kesepuluh pria itu yang tengah mengejar gadis muda tersebut.
Bugh!
Andika meninju salah satu pria yang hendak menyakiti gadis tersebut.
__ADS_1
Dan dengan sekali tendangan nya, pria yang di tendang oleh Andika jadi terlempar beberapa meter.
Melihat Andika yang telah membantu nya, membuat gadis yang tengah di kejar kesepuluh pria berkas hitam jadi menghela nafas lega.
"Astaga, apa apaan tendangan ku itu?!" pekik Andika dalam hati setelah melihatΒ tendangan nya sendiri yang begitu kuat hingga membuat Andika tidak percaya jika itu adalah tendangan nya sendiri.
"Dari mana bocah ingusan ini berasal? Berani berani nya dia ikut campur urusan keluarga Anderson! Hei kau! Pergi dari sini!"
Ketika Andika menolong gadis itu dan melindungi nya di belakang punggung, para pria berjam hitam menatap tajam Andika seakan akan ia telah membuat singa marah.
"Kalian telah melakukan perbuatan yang salah dengan menindas seorang gadis! Jadi mana mungkin aku membiarkan dia di culik begitu saja!"
Gadis yang baru saja Andika tolong, memiliki surai yang lembut dan berkilau dengan kulit berwarna kuning langsat.
Gadis yang bersembunyi di belakang punggung Andika begitu ketakutan karena takut dengan para pria berjas hitam tersebut akan tetapi karena telah ada Andika di sisinya membuat dia merasa aman.
"Kau tidak usah ikut campur kami dan keluarga Anderson! Cepat, tangkap dia!" teriak salah satu pria berjas hitam tersebut lalu seketika mereka menyerang Andika dengan bersamaan.
"Hati hati!" seru gadis itu mencemaskan Andika.
Bugh !
Duak !
Brak !
__ADS_1
Bukan nya menghindari pukulan mereka, Andhika malah melawan balik serangan mereka dengan membabi buta dan tanpa berfikir panjang.
Namun delapan menit kemudian, para pria berjas hitam itu telah tepar di tanah sambil meringis kesakitan.
"Ck, aku belum sepenuh nya menggunakan kekuatan yang yang ku miliki, kalian malah telah kalah duluan. Sungguh tidak sesuai dengan ekspektasi!" karena begitu senang dengan keahlian baru nya, membuat Andika terobsesi dengan tantangan yang lebih.
"Nak, kau menang! Akan tetapi kami tidak akan melepaskan mu semudah itu, tunggu saja!"
Pemimpin pria berjas hitam tersebut bangun dengan susah payah dan sesat kemudian para pria berjas hitam itu kabur dengan begitu saja.
"Terima kasih telah menolong ku, tuan. Perkenalkan nama saya Selin Charlotte." ucap gadis itu dengan tatapan rasa terimakasih.
"Sama sama, oh nama saya Andika Pratama. Baiklah kalau begitu karena anda telah tidak kenapa napa, saya pergi dulu. Sampai jumpa!"
Setelah berkata hal tersebut, Andika lalu pergi menuju apartemen nya.
Akan tetapi, ternyata Selin mengikuti nya dari belakang.
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Andika kebingungan.
"Saya tidak tau harus kemana karena saya lupa membawa uang dan kartu Tanda Penduduk ( KTP ). Apakah saya boleh ikut bersama anda terlebih dahulu?" tanya Selin dengan malu.
"Aku akan membawa mu ke hotel dulu dan jangan khawatir, aku yang akan membayar tagihan hotel nya." jawab Andika setelah menghela nafas sejenak.
"Aku tidak bisa tinggal di hotel jika aku tinggal di hotel maka mereka akan menculik ku lagi." ucap Selin dengan putus asa dan berharap Andika membawa kerumah nya agar ia bisa aman dan terlindungi dari para pria berjas hitam tersebut.
__ADS_1