
"Ini" ucap nya sambil menyodorkan sekotak bungkus tisu itu pada Selin.
. . .
Tak berselang lama ...
Setelah Selin berhasil memenangkan dirinya, dia berkata. "Maafkan aku karena telah membuat mu melihat semuanya."
"Apa yang terjadi?" tanya Andika pada Selin karena penasaran hal yang menyebabkan Selin menangis seperti ini.
Sambil menyeka iar mata yang ada di ujung mata, Selin berkata, "Dua tahun yang lalu bisnis investasi ayahku telah gagal dan membuat nya terlilit hutang hingga sekarang. Saat ini ayahku menggantungkan harapan nya pada ku dan dia ingin menikahkan ku dengan seorang pewaris dari keluarga kaya raya demi menyelamatkan perusahaan nya. Dan saat ini seharusnya aku menghadiri kencan buta yang telah ayahku rencanakan. Saat aku di suruh untuk mengikuti kencan buta yang telah ayahku rencanakan, aku tidak menolaknya karena aku berfikir jika sudah saat nya membalas kebaikan nya yang telah membesarkan diriku dengan baik dan pengorbanan ku pun tidak akan sia-sia.
__ADS_1
Sebelum melanjutkan, dia berhenti sejenak dan kemudian melanjutkan perkataan nya, "Namun aku tidak menyangka jika dia ingin menikahkan diriku dengan Wiliam! Dia adalah seorang bajingan yang pernah aku temui. Karena saat itu aku tidak sengaja mendengar percakapan Wiliam dengan seorang pelayan untuk menuangkan sesuatu kedalam minuman ku saat aku kencan tadi. Dan untung nya aku segera merasa tidak ada yang beres dan kemudian dengan aku pergi dari sana. Lalu aku pun bertemu dengan dirimu."
"Ayahmu?" perkataan Andika terhenti karena tidak percaya dengan apa yang di dengan nya.
Terlebih lagi itu adalah ayah kandung sendiri. Meskipun Darvin telah membesarkan Selin dengan baik, dia telah keterlalu karena telah menjerumuskan anak sendiri kedalam siksaan penderitaan hanya demi mendapatkan uang semata.
"Dilihat dari sifat nya Wiliam, dia pasti tidak akan membiarkan masalah ini dengan mudah. Dan itu pasti akan membuat mu bermasalah jika aku terus tinggal disini dengan mu. Maka untuk mencegah masalah yang tidak di inginkan, besok pagi aku akan pergi dari sini." kata Selin dengan serius.
"Kamu ingin pergi kemana? Terlebih lagi kau tidak memiliki uang sama sekali."
Benar kata Andika, karena Darvin telah memblokir kartu debit nya dan hal itu membuatnya tidak memiliki uang sepeser pun. Itu akan membuatnya sulit untuk pergi apalagi belum untuk bertahan hidup.
__ADS_1
"Andika, jadilah pacarku!" pinta Selin dengan tiba tiba.
"A-apa?" tanya Andika keheranan. Seketika Andika menjawab dengan tegas, "jika kau ingin membalas kebaikan ku dengan cara menjadi pacar ku, maaf, aku tidak bisa. Aku menolong mu bukan karena kau cantik ataupun ingin memanfaatkan mu. Aku menolong mu karena rasa belas kasihan setelah melihat mu terlihat frustasi."
Sebenarnya, Selin benar-benar ingin dirinya menjadi pacar Andika.
Lagi pula dia telah yakin dengan perasaan nya terhadap Andika.
Terlebih lagi dia tampan, pintar memasak, dan juga perhatian terhadap dirinya. Andika telah memenuhi standar pacar idaman nya.
Namun satu-satunya kekurangan dari Andika yaitu dia terlihat miskin.
__ADS_1
Namun, Selin percaya bahwa sepasang kekasih akan hal hal yang hebat dalam hal apapun jika kita ingin berusaha dan juga saling mau membantu satu sama lain.
"Oh, sekarang telah larut malam. Kamu sebaiknya setidur." ucap Andika sambil embaring kan tubuhnya di sofa.