
"Tuan Pradesh! Kau dengar itu bukan? Andika bersedia membantu ku untuk melunasi uang 2,3 milliar itu" ucap Rahma pada Agus dengan ekspresi cemas dan ia menghiraukan tatapan tak percaya dari sahabat nya.
Agus lalu menatap Andika dengan tatapan sinis. Lalu bertanya, "Kau yakin bisa membayar uang yang telah ia ambil dari ku? Padahal wanita itu telah memperlakukan buruk pada mu!"
"Aku yakin bisa membayar melunasi hutang nya. Namun aku tak melakukan nya demi Rahma tetapi ini demi Laras agar dia tak lagi dalam kesulitan untuk melunasi hutang Rahma." jawab Andika dengan yakin.
Setelah mendengar itu, Agus melirik kearah Laras.
Lalu beralih lagi pada Andika, dengan ekspresi kagum, Agus berucap. "Baiklah, kau memang hebat kawan! Aku salut pada mu!"
Saat itu juga, Andika langsung mentransfer uang sebanyak 2,3 milliar rupiah pada Agus.
Pada saat itu juga sistem berbunyi.
│ TING! │
│Sistem mendeteksi Tuan telah membantu teman Laras melunasi hutang nya!│
│Anda mendapatkan sebuah jam tangan Rolex Antimagnetique Ref 4113 yang harganya 34,7 milliar rupiah│
__ADS_1
│Dengan nomor seri faktur pajak...│
│Dan anda dapat mengambil nya langsung di toko Rolex, Jakarta│
Setelah mendengar itu, perasaan Andika menjadi berbunga-bunga. Rasanya ia ingin tertawa seketika.
Lalu dia membatin, "Akhinya sistem memberiku hadiah juga!"
"Kau dermawan sekali, kawan!" puji Agus setelah mendapat transferan dari Andika. Lalu dengan tak berperasaan, Agus mendorong Rahma kuat-kuat dari belakang dan membentak nya. "He! Berterimakasihlah sahabatmu dan pacar nya yang telah baik hati melunasi hutang mu! Jika tidak, kau akan mati di tangan ku sekarang juga!"
Dan dengan perasaan malu, Rahma menjawab. "Aku mengerti, Tuan Pradesh"
Melihat Agus telah pergi, Rahma langsung melotot kesal pada Laras.
"Laras, kenapa kau tidak dari tadi menyuruh Andika untuk melunasi hutang ku! Kan dengan begitu aku tak perlu di pukul dan di tampar seperti tadi!"
"Aku tak peduli! Beri aku 1 milliar untuk biaya pengobatan ku setelah dipukul dan di tampar oleh Agus ini!"
"Karena telah jengah dengan sifat Rahma yang keterlaluan, Laras menjawab dengan tak berperasaan. "Kenapa aku harus meminta lagi uang pada Andika?"
__ADS_1
"Itu karena kita ini sahabat!" jawab Rahma dengan santai.
"Heh? Sahabat? Maaf, mulai sekarang hubungan persahabatan kita telah putus!" jawab Laras dengan tak kalah santai.
Mendengar itu, Rahma terdiam dan setelah tersadar, Rahma menjadi marah. "Siapa juga yang ingin berteman dengan mu yang miskin ini? Toh jugaan aku bersahabat dengan mu karena kamu cantik. Aku kira, kamu bisa menikah dengan orang kaya! Jika tidak, mana sudi aku bersahabat dengan mu!"
"Baiklah kalau begitu! Kau segera enyah dari sini sekarang juga!
Secara tiba tiba Andika membisikan sesuatu pada Laras. "Apa kau yakin tak mau lagi bersahabat dengan Rahma?"
"Aku yakin!" jawab Laras dengan mantap.
Lalu Rahma menatap Andika dengan tatapan menghina. "Apa kamu cuma memiliki uang 2,3 miliar rupiah saja? Hanya seorang idiot saja yang mau menyukai mu yang miskin!"
Lalu dengan tenang, Andika menganggukkan kepalanya. Dan berkata pada Rahma, "Baguslah jika kau tak bersahabat lagi dengan Laras. Kalau begitu, apa kau mau membayar bagian makan malam mu?"
"Bukan kah makan malam nya gratis? Lagi pula, kamu pikir kamu siapa? Berani sekali menyuruh ku untuk membayar!" ucap Rahma menatap remeh Andika.
Hingga tiba tiba seseorang menyela perkataan Rahma. "Dia berhak melakukan itu! Karena dia adalah boss restoran Region Campania!"
__ADS_1