
Memikirkan hal itu, Andika menjadi tidak memiliki kesan baik di mata Rin. Dan Rin berkata dengan kecurigaan, "yah, sejujurnya aku masih saja tak memercayai kalian berdua."
Selin yang berfikir jika Andika mengatakan hal tersebut hanya untuk melindungi citranya memutuskan untuk mengalihkan topik.
"Nah karena Wiliam telah pergi, ayo mari kita berbelanja sekarang." Mendengar perkataan Selin, Rin pun menanggapi dengan anggukan.
Dan Andika pun dengan pasrah untuk menemani mereka berdua pergi berbelanja dan membantu mereka untuk membawakan troli belanja.
Rin begitu menyukai melihat lihat pakaian, dan tiap mengunjungi toko baju ia hanya mencoba pakaian tapi bukan karena ia tidak ingin membeli baju namun uang nya sudah dia pinjamkan pada Selin jadi ia hanya bisa mencoba baju saja.
Hingga di saat Rin mencoba sebuah gaun berwarna hitam dengan bawahan yang berbentuk duyung.
Tubuh Rin seketika terlihat elegan nan anggun ketika memakai gaun tersebut.
"Selin, bagiamana? apakah gaun ini cocok pada tubuhku?" Tanya Rin pada Selin.
Dan Selin menjawab hanya dengan anggukan.
Kemudian, Rin menatap Andika dan meminta pendapat. "Andika, bagaimana? Apa pendapatmu tentang gaun yang kupakai ini"
Andika hanya menatap sekilas. Memang baju yang di pakai Rin bagus dan membuat Rin terlihat seksi akan tetapi Andika tidak tertarik dengan itu.
"Lumayan" jawab Andika dengan santai dengan ekspresi datar nya.
Rin yang melihat ekspresi datar Andika menjadi kesal sendiri.
Sepasang pasangan wanita dan pria masuk kedalam toko baju.
__ADS_1
Pria itu memakai pakaian yang bermerek dan dia tampak seperti orang yang memiliki banyak uang. Nama pria itu Eka Gustiwana.
Sementara wanita dari pasangan pria itu memakai makeup dan tatapan dari wanita itu sangat angkuh. Wanita itu bernama Diana Nahusa.
Dan SPG toko menyambut mereka, "Selamat datang di toko kami tuan Gustiwana dan nona Nahusa."
Diana yang baru masuk toko seketika melihat sekitar dan tatapan tertuju pada gaun yang di pakai Rin.
Dia lalu mengadu pada Eka dengan nada manja sembari mengayun kan lengan Eka manja, "Tuan Gustiwana, aku ingin gaun yang di pakai gadis itu!"
"Baik, aku akan membelikan nya untuk mu." Ucap Eka sembari mengiyakan.
Setelah mendapat persetujuan lalu Diana menatap SPG toko itu.
Mengerti dengan maksud Diana, SPG itu lalu berjalan menuju Rin.
Sesampai di depan Rin, SPG itu berkata. "Permisi nona, maaf ada orang yang ingin membeli gaun yang anda kenakan."
Mendengar itu, sang SPG memutar mata nya. "Tapi saya telah melihat anda mencoba berbagai pakaian, namun sampai sekarang belum membeli satu pun?"
Ucapan sang SPG membuat tubuh Rin menegang.
Dia tidak rela bila gaun itu di serahkan pada orang lain karena ia menyukai gaun yang di pakainya ini, lalu dia dengan hati yang mantap menjawab. "Baiklah sekarang aku akan membeli gaun ini."
"Tuan, seperti nya dia ingin merebut gaun yang ku sukai itu." Adu Diana pada Eka.
Mendengar itu, Eka lalu melambaikan tangan nya ke SPG toko. "Aku akan membeli gaun itu dengan dua kali lipat."
__ADS_1
Mendengar ucapan Eka membuat sang SPG berbinar kesenangan.
"Jadi nona, apa kau dengar perkataan tuan Gustiwana kan? Jadi berikan saja pada mereka, oke?"
"Tapi aku suka sekali dengan gaun ini. Kenapa tidak mereka saja kau suruh menyerah?" Tanya Rin dengan kesal.
Mendengar itu, sang SPG menjadi tertawa.
Sang SPG menjawab, "tuan Gustiwana dan nona Nahusa adalah member langganan toko kami. Jadi setiap tahun, mereka akan datang ke toko kami dan akan berbelanja hampir ratusan juta di mari."
Sang SPG menjawab dengan nada kesombongan yang ketara.
Lalu sang SPG menambahkan, "jadi nona tidak usah bergaya jika kau tidak mampu membayar nya! Lebih baik nona pergi saja dari toko kami sebelum kami memanggil keamanan!"
"Dasar kau-!" mendengar hinaan yang di berikan pada diri nya Rin menjadi marah.
Tetapi itu lah kebenaran membuat Rin gelisah sendiri karena ia tidak mampu untuk membayar gaun yang ia pakai ini.
"Jika saja aku datang sehari sebelum hari ini mungkin aku pasti bisa membayar gaun yang seharga 400 juta rupiah ini untuk membuat SPG ini percaya pada ku. Tapi sayangnya aku telah meminjamkan semua uang ku pada Selin. Jadi sekarang aku tidak memiliki uang saat ini." pikir Rin di dalam hati.
Sang SPG yang bernama Devi itu memandang sinis Rin. "Hei, jika anda tidak memiliki tidak memiliki uang untuk membayar gaun ini, maka segeralah lepas gaun ini lalu berikan pada ku gaun itu dari pada anda pakai terus gaun ini nanti gaun itu akan menyerap keringat mu yang bau itu."
Selin yang melihat Rin tidak bisa berkutik hanya bisa ragu untuk mencoba membantu teman nya. Lalu ketika Selin dengan mantap akan mengeluarkan uang yang di pinjamkan Rin pada nya untuk membantu memulihkan harga diri teman nya itu.
Akan tetapi Andika menyela perdebatan mereka.
- - -
__ADS_1
Sorry bsk mungkin author ga bisa up krna bsk adalah hari raya nyepi dan di Bali semua operator data akan di matikan jadi author minta maaf ya dan selamat Hari Raya Nyepi bagi yang merayakan!