Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 25. Sikap Rahma yang tak tau diri part 2


__ADS_3

Mendengar ucapan Rahma, Laras seketika tersipu malu. "Apa yang kau katakan, Rah!"


Melihat gelagat aneh sahabat nya, membuat Rahma langsung menyimpulkan bahwa tebakan nya benar jika Laras memiliki perasaan pada Andika.


Lalu tatapan Rahma beralih dan menatap Andika sinis, "Astaga ini tidak mungkin, bukan? Dan kau pecundang! Ku peringatkan kau, jangan lagi dekat dengan Laras! Karena kau sama sekali tak cocok untuk bersanding dengan Laras. Jadi kau segeralah pergi dari sini dan jangan buat kehidupan Laras menjadi rusak gara gara kau!"


"Sudah cukup! Rahma, kamu sudah keterlaluan! Cepat minta maaf pada Andika! Jika kamu tidak mau minta maaf, jangan harap kamu bisa tinggal lagi di rumah ku!" Titah Laras sekaligus mengancam Rahma dengan amarah yang menggebu-gebu karena geram pada Rahma yang sudah kelewatan batas.


Mendengar ancaman Laras yang tidak main main membuat Rahma seketika kelabakan. Karena selama ini ia numpang di rumah Laras agar bisa menghemat uang, jadi jika Laras mengusir nya maka diri nya akan menjadi gelandangan yang tak memiliki rumah.


Lalu dengan terpaksa, ia meminta maaf pada Andika,


"Maaf" ucap Rahma dengan lirih yang tak dapat di dengar oleh seorang pun.

__ADS_1


Tak berselang lama, hidangan yang di pesan oleh Rahma datang membuat suasana yang tadi nya canggung berubah menjadi tenang.


Rahma pun mulai tak memusingkan kejadian yang tadi. Lalu sambil makan makanan yang telah di pesan, Rahma menceritakan apa yang ia alami belakangan ini.


"Laras, kau tau? beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan pria bodoh di Bar. Kalau tidak salah nama nya Agustio Pradesh, aku mengatakan pada nya bahwa diri ku memiliki investasi yang menguntungkan, karena tertarik ia menyetujui ajakan ku untuk ikut gabung investasi. Lalu ia menginvestasikan uang nya sebanyak 2,3 milliar dengan syarat, aku harus menjadi kekasih nya." ucap nya.


Lalu setelah memakan sesuap nasi goreng khas restoran Region Campania, ia melanjutkan lagi ceritanya. "Bayangkan 2,3 milliar! mendengar itu aku langsung menyetujui syarat yang dia berikan pada ku. Setelah menerima uang nya, aku memberitahu nya bahwa aku akan pergi kekampung halaman selama beberapa hari dan berjanji akan bertemu lagi di Jakarta. Bodohnya, Ia percaya pada ku! Aku yakin jika si bodoh itu saat ini masih tengah menunggu ku untuk bertemu dengan dirinya. Haha!"


Bukan nya ikut tertawa, Laras malah malu terhadap sikap Rahma yang menurut nya begitu memalukan.


Sedangkan anggapan Andika malah sebalik nya, ia memiliki anggapan baru tentang Rahma. Dan diam diam Andika membatin, "Ternyata selain menjadi wanita yang matrealis, dia juga merupakan wanita yang begitu tak tau malu! Entah kesalahan apa, membuat Laras memiliki sahabat yang seperti ini. Untung Laras tak terpengaruh oleh perilaku Rahma yang keterlaluan ini."


Tak terasa, mereka menghabiskan hidangan selama dua jam lebih.

__ADS_1


Selama mereka makan, Rahma lah yang paling banyak makan makanan hidangan yang ada di meja makan. Jika di hitung, total semua pesanan yang di pesan oleh Rahma hampir mencapai 1,6 milliar rupiah.


Setelah selesai makan, Rahma bangkit dari kursi nya dan bersendawa dengan seenaknya di depan umum.


"Laras, ayo kita ke mall!" ujar Rahma kepada Laras. Setelah itu ia menatap Andika dengan tatapan merendahkan, "Dan kau, kau tak usah ikut kami ke mall."


"Aku tak bisa, jika Andika tak ikut maka aku pun tak ikut berbelanja ke mall." tolak Laras seraya menggelengkan kepalanya.


Mendengar ucapan Laras membuat Rahma menjadi geram, "Laras, Apakah kamu telah di pelet oleh nya? Dengan kecantikan mu, kenapa kau tak memilih pria kaya saja? kenapa kamu malah lebih memilih pecundang ini? Kamu harus bayangkan bagaimana jika kamu berkencan dengan nya membuat citra diriku yang telah ku atur sedemikian rupa itu menjadi buruk! Jadi jangan egois seperti ini kamu, Laras!"


Lalu tatapan Rahma beralih lagi dan menatap Andika dengan tatapan marah, "Lebih baik kau pergi sekarang juga! Dan mulai sekarang, jangan lagi mengusik kehidupan ku dan juga Laras!"


Meskipun di bentak dan di caci maki, Andika sama sekali tak menggubris perkataan Rahma.

__ADS_1


Dan pada saat itu juga, terdengar suara pemuda yang tengah marah. "Wah! wah! Lihat, Siapa yang telah kutemukan? Akhirnya aku dapat menemukan diri mu Rahma! Sialan, akan ku beri kau pelajaran sekarang juga!"


Seorang pemuda berotot yang memakai baju kemeja putih menghampiri mereka bertiga.


__ADS_2