Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 48. Zhang Chen


__ADS_3

Rin sulit mempercayai apa yang di ucapkan oleh Andika.


Di sisi lain, ada beberapa pemuda berpakaian mewah masuk kedalam Restoran Region Campania.


Pemuda yang berada di barisan depan mengenakan pakaian bermerek dengan hidung yang di tindik.


"Kurasa standar di Restoran Region Campania ini mulai menurun dan makanan yang ada di sini juga tidak terlalu buruk untuk di coba. Jadi kalau begitu, ayo makan disini saja!" ujar pemuda yang hidung nya di tindik seraya mengajak teman nya.


"Tentu terserah anda saja Tuan Zhang." jawab orang orang di belakang pemuda yang bertindik di hidung nya sambil mengikuti pemuda bertindik itu.


"Selamat datang di Restoran Region Campania, Tuan Zhang." ujar Sartika seraya menyambut sekumpulan orang di depan nya itu dengan hangat.


"Nona Wardani, tolong bawa kami ke ruangan privat paling mewah di Restoran ini." pinta pemuda bertindik tersebut pada Sartika.

__ADS_1


"Mohon maaf, Tuan Zhang. Ruangan privat paling mewah di Restoran ini telah ada yang menempati nya." jawab Sartika dengan sopan.


"Huh? Ruangan privat telah ada yang menempati nya? Suruh orang yang menempati ruangan privat tersebut untuk duduk di tempat yang lain nya." titah pemuda bertindik itu sambil mendesak Sartika.


Sartika benar benar tidak bisa melakukan apa apa ketika berhadapan dengan Zhang Chen yang begitu keras kepala.


Dia berfikir, "Tuan Zhang Chen bukan lah dari kalangan orang biasa. Dia adalah anak dari wakil ketua dari Perusahaan GoldenOne, Zhang Lin. Tuan Zhang Lin termasuk tokoh berpengaruh di kota Jakarta dan setiap kali Tuan Zhang Lin datang kemari, bos kami yang sebelumnya akan selalu menyambut dan menemani mereka makan disini."


Sartika yang tak berani untuk mengambil keputusan secara sepihak memutuskan untuk berbicara dengan lembut pada Zhang Chen. "Baiklah, saya akan menanyakan nya pada mereka terlebih dahulu. Tentang apakah mereka bersedia untuk pindah ke meja yang lain nya."


Sartika pun pergi untuk menuju ruangan privat yang di tempati Andika.


Lalu sesampainya di sana, ia pun menghampiri Andika dan berbisik pada nya. "Bos, Tuan Zhang Chen anak dari Wakil Ketua Perusahaan GoldenOne ingin makan di ruangan privat ini. Lalu bagaimana menurut Anda tentang ini?"

__ADS_1


Mendengar itu, Andika terkejut lalu ia mengangkat satu alisnya.


"Suruh dia untuk pergi dari sini!" ucap Andika.


Ucapan Andika membuat Sartika terkejut.


"Perusahaan GoldenOne adalah perusahaan yang memiliki banyak koneksi media di mana mana. Jika Restoran Region Campania ini di beri ulasan yang cukup kurang baik maka saya rasa Restoran ini..." ucap Sartika mencoba untuk mengungkapkan kecemasan nya.


Akan tetapi disisi lain Andika yang mendengar perkataan Sartika hanya tertawa terbahak bahak.


"Ha-ha-ha biarkan saja, kau tidak perlu cemas seperti itu." tukas Andika yang masih sedikit tertawa pelan.


Melihat perilaku Andika membuat Sartika semakin cemas. "Apa mungkin karena atasan nya yang masih terlalu muda hingga merasa Restoran Region Campania tidak satu level dengan Perusahaan GoldenOne? Dan apakah dia berkata seperti itu karena tidak ingin mempermalukan diri nya sendiri di depan kedua gadis cantik yang ada di depan nya itu?"

__ADS_1


"Kenapa Manajer Restoran ini datang lagi kemari?" ucap Rin sambil bertanya pada Andika setelah Sartika meninggalkan ruangan privat.


__ADS_2