
"Aku dengar di restoran ini promo pada tamu yang beruntung. Apakah promo ini masih berlaku?"
Mendengar itu, Sartika langsung mengerti kemana arah perkataan Andika. Ia pun langsung menanggapi nya dan dengan diam diam menyerah kan bill pada Andika. "Betul, tuan. Promonya masih berlaku. Sebentar saya cek dulu nomor meja kalian, maklum terkadang saya itu orang nya suka lupa. Kalau begitu, saya permisi dulu untuk mengeceknya."
Setelah Sartika pergi, lalu Laras menatap Andika dengan tatapan penuh tanda tanya.
Lalu ia bertanya pada Andika, "Apakah di sini memang ada promo yang seperti itu? Saya sama sekali tak tau tentang hal itu"
Mendengar perkataan Laras, Andika lalu terkekeh pelandan berkata. "Mungkin kau telat informasi"
...
Dua menit telah berlalu, Sartika kembali dengan raut wajah yang antusias sambil membawa sebotol red wine di tangan nya.
Dari kejauhan, ia mengumumkan kan sebuah pengumuman dengan nada semangat. "Selamat, tuan. Anda adalah pelanggan kami ke 100.000 yang telah makan di restoran ini, semenjak restoran ini pertama kali di bangun! Sebagai hadiahnya, Anda dapat memesan semua menu kami dengan gratis hari ini. Kami juga memberi hadiah Anda sebotol red wine, khusus untuk Anda!"
__ADS_1
"Astaga, apakah itu benar?!" ucap Laras kegirangan bahkan ia sampai berdiri karena gembira.
"Ya! Selamat nona, Anda hari ini benar-benar beruntung!" ucap Sartika sambil tersenyum pada Laras lalu meletak kan botol Red Wine di atas meja Laras dan Andika tempati.
Botol itu adalah red wine Chateau Lafite Rothschild 1999 yang harganya sekitar 77 juta rupiah.
"Astaga ini adalah red wine Chateau Lafite Rothschild!" seru Laras langsung mengenali merk botol red wine tersebut.
"Apakah ini Chateau Lafite Rothschild tahun 1999? Coba kulihat berapa harga pasaran red wine Lafite saat ini"
Hingga tak lama kemudian, tangan Laras bergetar karena syok bahkan handphone yang ada di genggaman nya hampir saja terjatuh akibat dia tak hati hati.
"Per botol harganya 77 juta rupiah? Ini terlalu mahal sekali. Kami tidak bisa menerima nya!" seru Laras sambil kembali menyerah kan botol red wine tersebut pada Sartika.
Reaksi Laras yang begitu tiba-tiba membuat Sartika terkejut dan bingung dengan apa yang di lakukan nya sekarang.
__ADS_1
Tetapi dengan segera Andika tersenyum pada Laras, "Laras, sepertinya kurasa kita terima saja red wine itu. Pelayan akan tidak bisa menjelaskan pada bosnya jika kita menolak tawaran mereka."
"benar, nona. Bos saya akan merah jika anda menolak hadiah dari kami" ucap Sartika sambil menatap Andika secara perlahan lahan.
"Baik lah kalau begitu, kurasa kita bisa menerima nya." kata Laras sambil menaruh kembali red wine tersebut ke atas meja dengan sedikit keraguan di hati nya.
Setelah itu, Sartika meninggalkan meja mereka berdua. Melihat Sartika telah meninggalkan meja, Laras lalu menatap Andika dan berkata. "Tuan Pratama, apakah saya telah membuat Anda malu?"
"Kenapa kau berkata seperti itu?" tanya Andika sambil menaik kan satu alisnya.
"Apakah reaksi saya seperti orang bodoh?" bukan nya menjawab Laras malah bertanya balik pada Andika.
"Itu karena, saya belum pernah melihat red wine semahal itu dalam hidup saya" lanjut nya sambil menunduk kan kepala.
"Tenang lah, itu tidak apa apa. Menurut saya, kamu itu adalah wanita yang menarik" ucap Andika sambil menenangkan Laras.
__ADS_1
"Menarik?" Laras bingung dengan perkataan Andika.