Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 51. Keterkejutan Zhang Chen


__ADS_3

"Ayahmu ingin berbicara padamu" ucap Andika dengan tenang.


Mendengar itu, Zhang Chen menjadi gemetar dan membeo. "Ayah?"


Setelah itu, Zhang Chen sepertinya menyadari bahwa situasinya menjadi tidak baik.


"Jika kamu tidak memohon pengampunan pada Tuan Pratama sekarang juga, maka aku tidak akan lagi menganggap mu anak ku lagi!" ucap Zhang Lin dengan nada mengancam.


Di dalam pikiran Zhang Lin tengah merutuki tingkah laku Zhang Chen yang membuat nya naik darah. "Dasar bedebah kurang ajar! Berani-beraninya anak itu menyinggung Tuan Pratama! Apa dia tidak tau jika aku sekarang telah menjadi bawahan Tuan Pratama?"


Sedangkan disisi lain, setelah handphone di alihkan kembali ke Andika, Zhang Lin langsung meminta maaf berkali kali pada Andika dan berkata dengan nada memohon. "Tuan Pratama, maafkan kelalaian ku karena tak bisa mendidik anak ku dengan benar. Dan setelah ini Anda bebas boleh berbuat apapun pada anak kurang ajar itu."


Setelah Zhang Lin berkata, Andika langsung menutup telepon nya dan memandang Zhang Chen yang saat ini telah panik dan tanpa sadar wajahnya berubah menjadi pucat pasi.


"Tuan, apakah aku masih bisa di maafkan?" ucap Zhang Chen dengan nada pelan tetapi penuh harapan.


Dia mulai bersikap sopan pada Andika untuk mendapatkan darinya.


Zhang Chen bahkan juga tidak akan segan segan memanggil Andika dengan panggilan 'Tuan' mulai saat ini hingga seterusnya.


"Oh, sepertinya kau sedang mengancam ku?"


Mata Andika menunjukan keterkejutan. Karena merasa situasi ini seperti berada di dalam sebuah serial yang ada di TV.

__ADS_1


Saat mendengar itu, membuat Zhang Chen merasa tertekan.


"Tuan, saya tidak akan berani untuk mengancam Anda. Saat ini saya sedang bersungguh-sungguh meminta maaf pada Anda di dalam lubuk hati terdalam ku."


Mendengar itu, Andika menjadi bingung akan apa yang harus di lakukan pada Zhang Chen.


Hingga mau tak mau Ia hanya menyuruh Zhang Chen untuk menyingkir dari hadapan nya sekaligus menyuruhnya pergi dari ruangan itu.


Setelah Zhang Chen dan kelompok nya pergi, Andika memandangi Rin dan Selin yang saat ini juga sedang memandang nya juga.


"Apa kamu benar-benar CEO dari Perusahaan GoldenOne?" tanya Rin dan Selin dengan serempak.


Melihat yang memennarkan jika dirinya adalah seorang CEO membuat Rin senang.


Dia juga ikut bahagia untuk Selin karena Selin sekarang telah memiliki kekasih yang luar biasa dan berpengaruh.


Berbeda dengan Selin saat ini yang menyadari bahwa dirinya hanya pura-pura menjadi kekasih Andika.


Namun, Ia yakin jika kedepan nya mereka dapat menjadi pasangan sungguhan.


Lagi pula, Selin adalah perempuan berpenampilan menarik walaupun dia berasal dari keluarga berada dan memiliki karier yang cemerlang.


Jadi dirinya merasa memiliki peluang besar untuk menjadi kekasih Andika.

__ADS_1


Tetapi, belum hal biasa jika di dunia ini wanita lebih dahulu untuk mengambil langkah pertama pada kisah asmara nya.


Terlebih lagi, peluang untuk mendapatkan Andika tidak sesuai dengan ekspektasi yang ia inginkan.


Jadi seperti nya sekarang tidak ada lagi kesempatan untuk berharap.


Itu karena banyak perempuan di luaran sana bisa di pilih oleh Andika.


Maka dari itu, rasanya bagi Selin tidak mungkin bisa untuk berkencan lagi dengan Andika.


"Anda keren sekali bos!" puji Sartika pada Andika.


Tatapan nya saat ini seperti melihat Andika sebagai idola nya dan seolah-olah Andika itu adalah sebuah permata yang berharga.


"Yah, wajar sekali jika setiap perempuan akan jatuh cinta pada Andika yang berbakat itu." gumam Selin dalam hati dengan perasaan kesal saat melihat tatapan Sartika pada Andika.


Setelah selesai makan, Rin kemudian menatap Andika dan bertanya padanya. "Setelah ini kita akan kemana?"


Mendengar pertanyaan Rin, Andika menatap jam yang ada di pergelangan tangan nya dan menjawab. "Setelah ini seperti nya aku ingin melihat-lihat rumah."


Karena ia belum mengambil alih Mansion Raja Belantara yang harganya 750 miliar tersebut.


Hal itu membuat Andika tidak sabar untuk melihat-lihat mansion nya yang di katakan begitu mahal itu.

__ADS_1


Ucapan nya membuat Rin penasaran, "kamu sedang mencari rumah?"


Selin menoleh kearah Andika dan tak paham dengan pria itu karena mengapa pria kaya betah tinggal di sebuah apartemen yang kumuh jika dirinya sendiri mampu membeli sebuah restoran.


__ADS_2