Sistem Kebaikan

Sistem Kebaikan
Bab 46. Tidak Percaya


__ADS_3

Baik Rin dan Selin juga memperlihatkan raut wajah kaget nya. Mereka sungguh tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.


"Apakah aku telah bertemu dengan seseorang yang diam diam kaya raya?"


Eka pun juga tampak sama terkejut nya dengan Rin dan Selin.


"Selin dan Rin ambil lah pakaian mana pun yang kalian inginkan di toko ini lalu sisa nya kita bisa meninggalkan nya disini." ucap Andika dengan santai nya.


"Kau yang terbaik, Andika!"


Kini Rin tidak lagi menganggap bahwa Andika adalah seorang playboy.


Dan sekarang ia mulai memilih pakaian di sukai tanpa memedulikan orang-orang di sekitar nya.


Selin yang menyimpan uang 2 miliar rupiah milik Rin merasakan perasaan yang begitu campur aduk.


Lalu Selin membatin, "rencana nya aku ingin memberikan uang ini pada Andika terlebih lagi setelah melihat Andika yang tinggal di rumah yang sederhana kupikir dia sedang ada masalah finansial  tapi sepertinya sekarang aku telah salah menduganya."


Melihat Andika yang berada di hadapan nya membuat Selin merasa diri nya rendah karena ia telah berada di level yang berbeda dengan Andika.

__ADS_1


Selin merenung, "tidak heran jika tadi malam Andika menolak diriku menjadi kekasih nya tanpa pertimbangan apapun. Dia pasti menolak ku karena telah meremehkan diriku."


Setelah itu Selin merasa sedih karena baru menyadari hal itu.


"Tuan maaf kan kami yang telah merendahkan kan mu tadi. Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya dengan tulus." ucap Eka dengan perasaan malu nya pada Andika.


Begitu pula dengan Devi dan Diana yang tidak lagi menampilkan raut wajah angkuh nya, kini mereka berdua telah menundukkan kepala nya dengan perasaan malu yang luar biasa.


Tetapi Andika tidak memperdulikan mereka bertiga dan hanya diam saja.


Dan saat ini suasana yg di sekitar mereka menjadi canggung.


Lalu Eka dengan cepat menarik Diana yang saat ini hanya bisa menahan malu yang luar biasa dan mereka pun mulai meninggal kan toko.


Devi tadi nya berniat untuk berbincang sedikit dengan Andika tapi Andika mulai menjauhi dan tidak memperdulikan Devi.


Sedangkan Andika saat ini tengah bertanya pada Pita. "Apakah tidak masalah jika saya meninggalkan pakaian yang tidak bisa di bawa disini?"


Karena telah mendapat pelanggan yang telah rela mengeluarkan uang 12 miliar untuk membeli semua pakaian yang ada di toko membuat Pita berani untuk mengambil keputusan.

__ADS_1


Lalu Pita pun menjawab, "Ya, Tidak apa apa Tuan."


Lalu setalah menunggu lama, tak lama kemudian Rin dan Selin datang seraya masing-masing membawa dua tas kain berisi pakaian yang telah dipilih mereka berdua.


Terutama Rin, ekspresi nya terlihat begitu bahagia setelah memilih pakaian yang cocok baginya.


"Akhirnya, aku merasakan perasaan yang luar biasa setelah berbelanja banyak untuk pertama kalinya!"


Andika menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan nya.


Waktu kini telah menunjukkan hampir tengah hari. Dan Andika pun memutuskan untuk makan siang bersama.


"Baiklah, karena sebentar lagi pukul tengah hari mari kita cari tempat untuk makan siang." usul Andika pada Selin dan Rin.


"Baiklah, ayo!" ujar Rin menyetujui perkataan Andika.


Lalu Andika dan kedua wanita tersebut keluar dari toko.


Saat ini Andika memutuskan untuk makan siang di Restoran Region Campania.

__ADS_1


__ADS_2