
Melupakan perkataan Andika, lalu mengobrol ringan sambil menikmati makanan yang telah di pesan.
Hingga tiba tiba handphone Laras bergetar.
Di seberang telfon, Andika dapat mendengar suara wanita yang terengah-engah, "Laras, kau ada di mana? Aku mencari mu dari tadi! Hah? Kau sekarang berada di restoran Region Campania?! Astaga! Tunggu aku disana! aku segera kesana sekarang!"
Lalu Laras mematikan telfon dan berkata pada Andika dengan nada tak enak hati, "Maafkan aku, Tuan Pratama. Tadi yang menelfon ku adalah Rahma, sahabat saya. Dia akan datang kemari dan ingin ikut bergabung makan bersama kita."
"Tak ada masalah" ucap Andika dengan santai.
...
Selang beberapa menit kemudian, meja mereka di hampiri oleh seorang wanita cantik dengan pakaian yang terbuka.
"Aku datang Laras! Oh! Astaga! Aku lapar sekali!" oceh Rahma pada Laras.
__ADS_1
Menyadari ada Andika, lalu seketika Rahma bertanya pada Laras. "Oh! Siapa ini?"
Wajah Andika yang tampan membuat Rahma tertarik. Hingga membuat ia penasaran dengan pria tampan yang makan bersama dengan Laras.
Tetapi, setelah melihat pakaian Andika yang standar membuat Rahma langsung mengubah mimik nya menjadi tatapan sinis.
"Dia teman ku" jawab Laras dengan wajah memerah.
"Halo Rahma! Nama saya Andika Pratama. Laras, bilang kamu adalah sahabat nya. Senang bertemu dengan mu, Rahma!" ujar Andika dengan senyuman ramah.
"Ck!" tetapi hanya di jawab decakan oleh Rahma bahkan ia masih menatap Andika dengan tatapan sinis. Lalu Rahma memilih untuk duduk di sebelah Laras.
Tapi, tidak dengan Laras. Ia melotot kan mata nya pada Rahma lalu memerintah Rahma untuk meminta maaf pada Andika. "Rahma, cepat minta maaf pada Andika sekarang juga!"
Rahma lalu membalas dengan nada acuh tak acuh, "Laras, aku adalah sahabat baik mu! Kenapa kau malah membela nya? dari pada membela ku?"
__ADS_1
Lalu setelah berkata itu, tatapan Rahma teralihkan pada makanan yang Andika dan Laras pesan tadi. "Hei, apakah kalian tengah makan mewah? Oh, astaga! Bahkan disini juga ada Red Wine Chateau Lafite Rothschild tahun 1999!"
Setelah memperhatikan hidangan, lalu tatapan Rahma tertuju pada
Red Wine yang mahal itu, setelah itu Rahma lalu bangkit dan meminta maaf pada Andika. "Maafkan atas ketidak sopanan ku tadi Tuan Pratama!"
Rahma sangat mengerti akan masalah keuangan yang Laras miliki. Oleh karena itu, Rahma lalu menyimpulkan bahwa Andika lah yang telah memesan red wine tersebut.
Dan Rahma juga beranggapan bahwa, Andika adalah anak dari keluarga kaya raya yang mampu memesan red wine Chateau Lafite Rothschild yang harganya sekitar 77 juta rupiah.
Karena anggapan tersebut, Rahma lalu merubah sikap nya menjadi lebih sopan terhadap Andika.
Melihat itu, Andika tidak lah terkejut ataupun merasa canggung sama sekali. Karena sifat manusia terkadang memang seperti itu sebab menjilat orang kaya adalah suatu hal yang biasa di kalangan masyarakat sekitar.
Terkadang uang juga penting untuk kelangsungan hidup tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa kita beli dengan uang.
__ADS_1
Andika lalu menujuk dengan jari telunjuk nya ke arah botol red wine tersebut dan berkata, "Kau tak perlu meminta maaf seperti itu pada ku, dan juga red wine ini merupakan hadiah dari restoran karena kita berdua telah memenangkan sebuah promo"
"Hadiah dari restoran?" seketika Rahma langsung terkejut setelah mendengar perkataan Andika.