
Sepanjang perjalanan di dalam mobil mewah itu, Jill tak henti-hentinya tersenyum membuat Hero yang meliriknya sesekali bertanya-tanya. "Ada apa? Kau sejak tadi terus tersenyum tuan putri? Apa karena ekspresi Daddy mu?"
"Tidak, aku tersenyum karena hal lain. Oh ya, ngomong-ngomong mengenai ekspresi Daddy ku, apa yang terjadi sebenarnya?" Tanya Jill menyelidik.
"Apanya? Tidak ada apa-apa. Lihatkan? Buktinya kita sudah di sini dan aku berhasil. Aktingku bagus kan? Sudah ku bilang aku akan membuat kau dan keluarga mu tak dapat berkata-kata hingga membiarkan kita pergi." Jawab Hero dengan bangga.
"Apa yang kau katakan pada Daddy ku tuan pelukis? Karena Daddy ku tidak semudah itu bisa melepaskan orang baru begitu saja." Jill terus menghujami Hero dengan pertanyaan.
"Aku hanya menjawab pertanyaan Daddy mu saja, ia hanya bertanya bukan mengajak bertarung. Apa yang kau pikirkan tuan putri? Apa menurut mu ada baku hantam? Atau kata-kata sarkas yang membuat ku pergi?"
"Baiklah, lupakan itu. Aku akui, kau luar biasa dan ....."
"Dan apa?" Hero penasaran dengan jeda Jill yang terdiam sambil menatap dirinya.
'Tampan mempesona membuat jantungku berdetak kencang.' Tentu saja Jill tidak berani mengatakannya, dasar cewek.
"Dan apa?" Ulang Hero lagi.
"Belok kanan!" Jawab Jill membuat Hero menghela napasnya karena tingkah Jill yang berubah-ubah.
"Bagaimana kalau perkenalkan aku dengan si hitam mempesona ini." Ujar Jill seraya menatap isi dalam mobil.
"Kau tidak tau?" Tanya Hero membuat Jill menggeleng.
"Bukan tidak tau, aku hanya mendengar saja, namanya tidak asing. Tapi aku lupa, kenapa tidak jawab saja pertanyaan ku? Huh?"
"Baiklah, kau pandai sekali berkilah dan memutar percakapan." Gumam Hero.
"Perkenalkan dia adalah Bugatti mistral. Memiliki mesin berkapasitas 8.0 liter quad-turbocharged. Mesin ini sanggup memuntahkan tenaga maksimal 1.577 hp dan torsi maksimal 1.600 Nm. Memiliki warna kombinasi hitam-kuning yang digunakan Bugatti pada bagian interior Mistral. Dan untuk performa nya, karena ia menggendong mesin W16 berkekuatan hampir 1.600 hp, Bugatti W16 Mistral ku ini d sanggup dipacu hingga ke kecepatan tertinggi hampir 260 mil/jam." Jelas Hero membuat Jill mengangguk-angguk.
"Menarik dan kau penuh kejutan Hero."
"Tentu saja tuan putri dan kita sudah sampai." Jill tersadar dan tak lama ia duduk diam membuat Hero berbalik dan mendekati Jill.
__ADS_1
"Kenapa tidak turun?" Tanya Hero membuat Jill mengambil napas panjang.
"Hei tuan pelukis, apa kau tidak pernah menonton drama romantis? Atau setidaknya kau mengetahui seni cara memperlakukan wanita dengan baik dan benar setidaknya di acara seperti ini." Jawab Jill sedikit kesal.
'Oh astaga! Benar-benar." Hero mengeluarkan deheman nya dan langsung mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Jill dengan senyuman manis membuat Hero sejenak terpesona.
"Silahkan tuan putri."
"Terima kasih Tuan pelukis." Jill terlihat melingkarkan tangannya di lengan Hero dan tidak menjadi permasalahan bagi Hero. Hal itu tentu saja tidak luput dari pandangan orang-orang yang menjadi tamu dan mengisi acara. Mereka langsung berbondong-bondong datang ke tempat Hero semuanya langsung takjub dan bertanya tanya mengenai Bugatti mistral yang merupakan mobil limited edition.
"Wah siapa pemiliknya?"
"Luar biasa!"
"Lihatlah! Pemiliknya tampan sekali dan bukankah itu adalah Nona Matthew?" Semua mata memandangi Hero berserta Jill ditambah sang primadona Bugatti.
"Ayo, kita masuk!" Jill mengangguk-angguk setuju dengan elegannya bak pasangan serasi mereka memasuki pintu dengan penjagaan yang ketat, saat penjaga meminta undangan Hero langsung mengeluarkan undangannya tanpa diketahui Jill yang sibuk mempelototi para wanita yang mengangumi Hero.
'Dasar! Awas saja!' Teriak Jill dalam hatinya.
Di belakang mereka tampak Axton yang terdiam membuat Jessi istrinya menyenggol lengan berotot itu. "Suamiku ada apa? Sejak tadi kau terus melihat pria putri kita." Ujar Jessi.
"Ada sesuatu dengan pria itu istriku, setelah pesta ini aku akan ...."
"Akan apa? Jangan merusak suasana hati putri ku. Setidaknya biarkan ia menikmatinya." Jawab Jessi memotong pembicaraan suaminya, dan ia langsung berlalu mengambil hidangan yang menggoda seleranya.
Axton tampak menggoyangkan jarinya membuat salah satu kaki tangannya mendekat. "Ya Tuan?" Tanyanya.
"Aku punya tugas untukmu." Axton membisikkan sesuatu dan tak lama terlihat kaki tangannya pergi.
"Mari kita lihat, bagaimana kau akan lepas dari ku kali ini Hero?" Gumamnya sambil melirik putrinya yang tak mau melepaskan Hero sedetik saja.
Hero menerima gelas berisi minuman expensive itu dari tangan Jill. "Kau baru pertama kali datang kan?" Tanya Jill di sela-sela kegiatannya mereka.
__ADS_1
"Ia, kau juga kan?" Jill mengangguk-angguk.
"Sebenarnya aku tidak mengerti acara ini, Daddy ku selalu datang dan entah apa yang mereka bicarakan." Ucap Jill dengan Hero yang mendengarkan.
"Tentunya berbagai hal, tuan putri seperti mu tentu tidak mengerti."
"Aku ini tau banyak hal, hanya saja aku tidak suka." Elak Jill. Mata Jill melihat sejenak ke sekitarnya, seperti biasa penglihatannya kembali aktif dan ia melihat berbagai hal dalam tas para tamu.
"Hero, sepertinya ada permainan." Ujar Jill membuat telinga Hero langsung berdiri.
"Sungguh? Permainan apa?" Tanya Hero cepat.
"Seperti...." Jill menajamkan matanya sedangkan Hero yang sedang menunggu perhatiannya langsung teralihkan setelah melihat kedatangan kedua pria yang membuat matanya berbinar.
"Tikus kecil dengan ayahnya. Ini akan sangat menyenangkan."
"Hero, kau dengar aku kan?" Sentak Jill dan Hero kembali fokus pada Tuan putri itu.
"Iya, sekarang katakan apa permainan nya?"
"Aku lupa namanya tapi aku melihat begitu banyak hadiah uang dan juga ada barang-barang unik yang sepertinya berharga fantastis!" Jill menjawab sambil menunjuk ke arah para pelayan yang tengah mempersiapkan permainan tentunya agar Hero tidak curiga dengan kemampuan yang ia miliki.
"Kau ini, lalu apa yang kau ingat?" Tanya Hero di sela-sela untaian nya. Jill tidak langsung menjawab entah mengapa pikirannya langsung tertuju pada sesuatu dibalik celana itu.
'Aku seperti wanita me*sum! Astaga!' Jill langsung menepis pikirannya dan menggeleng-geleng.
"Ada apa? Kepalamu sakit?" Tanya Hero.
"Tidak, hanya ingin." Jawab Jill membuat Hero kembali fokus dengan apa yang akan terjadi nanti.
'Barang unik dan langka, mereka akan sangat berguna, dan saatnya pertunjukan segera dimulai. Si ganda ini akan beraksi dan membuat semua orang menatapku dengan benar, terutama mereka.'
Bersambung ......
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.