Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Big T


__ADS_3

Terlihat sang pemilik toko, mendekati kedua pria itu dan berbicara sesuatu. Hero tak dapat mendengar dengan jelas begitupun dengan Jill, tapi keduanya kaget saat terdengar kemarahan. "Sudah kami bilang, tapi kau tidak pernah mengindahkan nya!"


"Tolong, aku ada pembeli. Setidaknya tunggu sebentar, kita bicarakan ini." Balas pemilik toko sambil melirik Hero dan Jill.


Terlihat percakapan terhenti, dan sang pemilik toko mendekati Hero, akan tetapi sayangnya sebuah tongkat muncul dipundak nya dengan sebuah tendangan kecil yang membuat tubuh itu terjatuh.


"Aaaaaaa!" Teriak Jill spontan karenanya.


"Berhenti!" Entah karena apa, mungkin kasihan atau pernah mengalami atau melihatnya. Hero muncul dihadapan pria yang terlihat bukan orang biasa itu.


"Siapa kau? Kau tidak tau permasalahannya, jadi menyingkir lah." Terdengar peringatan meksipun dengan suara pelan. Hero dapat melihat wajah pria itu yang berusia sekitar 50 tahunan dengan mata yang tidak terlalu kecil dan berkulit sawo matang.


"Benar, tapi setidaknya tidak perlu kekerasan. Ia sudah tua, tubuhnya ...."


"Lalu?" Jill tampak mendekati Hero dan membisikkan sesuatu.


"Jangan, kita pergi saja, sepertinya mereka bukan orang biasa. Kita tidak berada di tempat kita." Jill bukannya tidak iba, tapi siapa yang tahu permasalahan yang sebenarnya terjadi.


"Kalaupun permasalahannya memang berat, setidaknya tidak perlu menggunakan kekerasan, bicara sepertinya sudah cukup." Ujar Hero yang membuat sosok pria bertongkat itu memandangi nya dengan lekat.


"Dengar anak muda, aku sudah melakukannya, tapi tidak ada perubahan. Karena itu aku sedikit melakukan tendangan sekalian berolahraga untuk kakiku ini. Ku tekankan sekali lagi, sebaiknya kau pergi saja."


Tidak terlihat pergerakan Hero membuat pintu toko dikunci dan Jill ketakutan sekarang. "Pilihan yang salah!"


Sekarang terdengar suara sepatu hitam legam itu mendekati sang pemilik toko yang tengah terduduk. "Jadi, bagaimana? Kau tidak lupa kan?"


"Maaf Big T. Tapi, aku tidak memiliki bahkan membuatnya, aku tidak memiliki keahlian itu." Jawab sang pemilik dengan pelan.


"Itu sudah resiko, aku sudah katakan bukan? Jika tidak sanggup jangan berbuat!"


"Aghhhh! Ampun Big T. Ampun!" Tarikan cukup kuat itu membuat Jill memejamkan matanya, sedangkan Hero melihat hal itu segera mendekat.


"Tidak perlu!" Big T memberikan peringatan pada kedua anak buahnya untuk tetap di tempat mereka melihat tindakan Hero.


"Aku lepaskan, tapi sekarang sebagai gantinya kau yang terikat dengan ku menggantikan dia!" Suaranya tidak terdengar kemarahan hanya tegas, tetapi mengandung berbagai zat yang membuat Jill sesak napas.


"Memangnya apa yang ia lakukan?" Tanya Hero.


"Ia tidak melakukan apapun, tapi cucunya. Kau lihat ini?" Big T menyodorkan sebuah kepingan gambar pada Hero.


"Kepingan ....."


"Lukisan ku! Bukan sebuah lukisan biasa. Bukan karena harganya juga, kau mungkin berpikir pria sepertiku pastinya tidak akan mempermasalahkan harga bukan?" Hero hanya memandangi Big T dengan tatapannya yang mengandung persetujuan dari ucapan Big T.


"Tapi karena isinya atau maknanya."


"Benar! Kau sangat pintar! Bagiku siapapun yang merusaknya maka, ia harus mengembalikan nya. Aku tidak menginginkan uang, tapi lukisan yang sama." Hero sepertinya mengerti permasalahannya sekarang.

__ADS_1


"Aku bisa melakukannya!" Jawab Hero mantap membuat Jill melihatnya lekat.


"Baik, datang ke tempat ku! Besok! Dan tepat waktu!" Hero disodorkan sebuah alamat.


Secepat mungkin ketiganya sudah menghilang hanya tersisa ketiga orang di dalam toko yang terletak Hero dan Jill membantu pemilik toko. "Maaf, karena aku kau terlibat." Terdengar suara bergetar dari sana tak lupa dengan air mata di wajah keriput itu.


"Tidak apa, bisa katakan apa yang terjadi? Apa itu benar?" Tanya Hero.


"Iya, saat itu aku membawa cucu ku berjalan di sebuah danau dengan jalan setapak yang dihiasi bunga mawar. Kami duduk di salah satu bangku sambil bercerita, cucuku perempuan berusia 5 tahun. Saat aku menyiapkan makanan untuknya aku mendengar suara tangisnya. Ternyata, ia sudah tidak ada di sampingku melainkan di sebuah jalan kecil di belakang posisi kami." Terlihat helaan napas panjang nya sebelum melanjutkan ceritanya.


"Ternyata ia tengah menangis saat melihat gurat kemarahan dari sosok yang seusia ayahnya, terlihat pria itu menggunakan mobil mewah dengan pakaian serba hitam ditambah dengan beberapa anak buahnya. Cucuku sepertinya ketakutan karena itu, aku yang penasaran langsung bertanya."


"Maaf, ada apa ini?"


"Apa dia cucumu?"


"Benar."


"Cucumu menghancurkan barang ku yang tak ternilai dan aku harus memotong tangan kecil ini." Sontak saja membuat wajah tua itu kaget bukan main.


"Apa yang Ling lakukan?"Tanya nya pada wajah imut yang menangis itu.


"Aku hanya menyentuhnya kek, tapi saat aku pergi aku tidak sengaja menyenggol sebuah mesin di sampingku dan ...."


"Mesin itu menghancurkannya, tangan kecil cucumu membuat barang tak ternilai ku rusak, dan tidak bisa kembali lagi. Jadi, tangannya yang menjadi sumber masalah harus segera diatasi."


"Tolong jangan, aku aku menggantinya, uang atau ...."


"Baik akan aku lakukan."


"Setelah itu, aku berusaha membuatnya, tapi ..."


"Tapi apa?"


"Meow!" Seolah penasaran juga sweety ikut mengeong seperti pemiliknya.


"Siapa yang bisa membuat lukisan, jika infomasinya tidak jelas."


"Maksudnya?" Ujar keduanya serentak.


"Ia selalu mengatakan hal yang tidak ku mengerti, setiap aku membuat lukisannya ia selalu menghancurkannya karena salah. Hampir tiga tahun aku melakukannya, tapi tidak berhasil."


Aksi tanya jawab terhenti saat melihat kakek China itu batuk disertai sesak napas. "Minum dulu." Jill mengambil air dan memberikannya Hero yang melihat kode langsung mengambil sebuah botol yang sepertinya berisi obat dan langsung diminum olehnya dan berhasil menghentikan gejala itu.


"Kau seorang pelukis?" Tanyanya pada Hero.


"Iya."

__ADS_1


"Terlihat jelas, dari caramu memegang pena itu." Hero baru sadar, ia dari tadi menggenggam pena di sebelahnya.


"Maaf, saat aku bingung, aku sering memainkan barang kecil di sekitar ku." Jawab Hero membuat kekehan kecil keluar.


"Kau bisa menarik kembali ucapan mu, karena ...."


"Aku pasti bisa."


"Ia, karena dia adalah tuan pelukis!" Sambung Jill menambah warna di percakapan itu.


"Jika kau sudah berhasil, datang lah lagi kemari." Hero tidak mengerti tapi ia hanya mengangguk dan tak lama keduanya meninggalkan toko serta setelah memastikan keadaan kakek baik-baik saja.


"Kau sungguh yakin?" Pertanyaan terlontar dari bibir merekah Jill.


"Kau meragukannya?"


"Tidak, tapi mungkin saja hanya sebuah alasan atau jebakan."


"Tenang saja, aku bisa mengatasinya. Lagipula aku rasa itu bukan alasan yang mengada atau lainnya."


"Kau menjadi penebak atau cenayang?"


"Ia, bahkan aku bisa menebak isi hatimu."


"Oh ya?"


"Iya, mau ku katakan?"


"Katakanlah!" Tantang Jill yang penasaran.


"Kau ingin menghabiskan waktu lagi denganku." Jill hanya terdiam sejenak dan tak lama tawa Hero keluar membuat sebuah pukulan andalan wanita mendarat di punggungnya.


"Dasar! Ishhh!" Hero masih tergelak sedangkan Jill tersenyum sambil menatap kucingnya yang ikut mendaratkan cakar di sana.


'Iya, kau benar. Tapi yang sebenarnya bukan itu. Aku tau kau hanya menebak dari permintaan ku.' Jill mencoba mendekat lebih pada punggung Hero membuat Hero kaget karena sensasi itu.


Sepanjang perjalanan, Hero tidak melarangnya, mungkin karena Jill lelah meskipun ia jantungnya berdetak karena itu. "Sudah sampai tuan putri." Jill turun segera, sedangkan Hero ikut turun juga saat di depan pintu, keduanya hanya terdiam membisu.


"Hei, tunggu!" Ujar Hero menghentikan langkah Jill.


"Apa?" Tanya Jill heran.


"Ini." Singkat tapi membuat Jill tak bergerak saat merasakan dan melihat wajah Hero mendekati dan dari arah belakang, terlihat mobil mewah dengan pantauan matanya tajam di sana.


"Dasar pasangan, awasi keduanya. Terutama pemuda itu, ia sudah berani dan menghantarkan dirinya padaku. Kita lihat, bagaimana dia."


"Baik Big T." Tak lama mobil mewah itu berlalu.

__ADS_1


Bersambung .....


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.


__ADS_2