
Di meja besar berbentuk lingkaran ya terbuat dari kaca, terlihat kedua pria tampan dengan karakter yang berbeda tengah saling berhadapan.
"Aku ingin menikahi Jill." Sontak saja Lim terdiam dan tak lama ia tertawa.
"Hahahaha. Gurauan yang bagus. Anda hebat sekali bercanda."
"Aku tidak bercanda, aku serius. Apa aku terlihat bercanda?" Nada bicara Hero terdengar serius dengan raut wajah yang datar.
"Anda jangan main-main. Jill adalah tunangan ku dan apa sebabnya anda berkata begitu?"
"Terjadi sesuatu antara kami, dan aku rasa tidak perlu dijelaskan. Anda tentu sudah paham bukan?"
Brak! Brak!
Lim menggebrak meja nya membuat apa yang ada di atas ikut bergetar. "Kau!" Lim mencobanya menggapai Hero tapi tidak bisa.
"Jadi, mundurlah. Aku tidak ingin ada perpanjangan apapun apalagi drama di sini."
"Kalau aku tidak mau?" Tanya Lim
"Kau ingin bertanggung jawab begitu? Jika ia mengandung milikku nanti? Baik! Anggaplah begitu, kau menerimanya karena rasa cinta mu tapi bagaimana dengan keluarga mu? Atau kalaupun kau ingin menyembunyikan nya. Maka cepat atau lambat mereka akan tau, bagaimana nanti? Kau yakin? Dan jangan berfikir menghilangkan nya, aku yakin kau tidak seperti itu." Lim terdiam setelah mendengar penuturan Hero.
__ADS_1
"Lalu bagaimana denganmu? Kau bertanggung jawab atau mencintai nya?"
"Itu urusan ku, bukan bagianmu. Aku harap kau tau yang harus aku lakukan dan sepertinya tidak perlu kekerasan atau pertandingan saham."
"Aku ingin bicara dan bertemu dengan Jill. Baru ada keputusan." Balas Lim.
"Baik, tapi ada jaminan tidak ada pemaksaan nanti?"
"Kau meragukan ku? Aku tidak seperti itu."
"Aku harap begitu. Kan mencoba bermain-main, ingat!" Setelah menyampaikan itu, Hero segera pergi dan meninggalkan Lim dengan keterdiaman nya.
Hero langsung menuju perusahaan nya karena ada klien serta para investor yang ingin bekerjasama serta menambah dirinya untuk dikenal oleh orang banyak. "Maaf membuat menunggu, kita bisa mulai."
"Apapun yang terjadi, lusa harus selesai!"
"Tuan, anda mau ke mana?" Tanya seorang pria yang usianya tak jauh dari Hero dan memiliki rahang tegas dan manik hitam berwajah Asia.
"Aku mau pulang langsung, kenapa?" Tanya Hero pada asistennya. Ya, ia baru saja merekrut seorang pria setelah melakukan seleksi ketat melebihi p*s dengan campur tangan sistemnya.
"Saya hanya ingin memberikan ini, sepertinya anda akan tertarik." Ujarnya sambil memberikan dokumen tersebut.
__ADS_1
"Kau memang dapat diandalkan, kerja bagus!"
"Baiklah, kalau begitu aku akan pergi.....
"Tuan! Maaf aku lupa, ada ini juga." Terlihat sebuah kotak dengan hiasan sakura yang membuat Hero penasaran.
"Aku tidak pernah membuatnya apalagi karyawan."
"Benar, tapi ada seseorang yang mengirimkan." Balasnya.
"Baiklah, terimakasih." Hero membawa kotak tersebut hingga ke mobilnya dan seperti te*sla mobil Hero dijalankan oleh sistemnya karena ia merasakan lelah. Sungguh luar biasa sekali, Hero melirik beberapa kali ke kotak tersebut sembari merilekskan tubuhnya.
"Ku buka sekarang?" Hero bergumam sendiri.
"Baiklah, aku buka di rumah saja. Bagaimana menurutmu sistem ku? Apa isinya?"
"Yang mana membuat tuan senang. Sepertinya isinya adalah sesuatu yang akan membuat tuan tertarik." Terdengar ambigu bagi Hero, tapi ia tidak terlalu memusingkan nya.
"Cepat sedikit, aku lelah sekali!"
"Baik tuan."
__ADS_1
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.