
Hero tengah bekerja sambil memantau pegawainya yang tengah bekerja juga, sesekali terdengar suara sistemnya yang menyetujuinya atau menolak tampilan desain Hero. "Ternyata cukup menguras tenaga juga."
"Tuan.... Kita kedatangan seseorang, lihatlah!" Sistem Hero menyampaikan sesuatu yang langsung saja Hero melihat sosok yang datang ke perusahaannya yang ternyata menuju tempat penjualan barang.
Perusahaan Hero bukan hanya terdiri dari perusahaan saja tapi juga toko dan pameran. Hal itu membuat orang tertarik dan Hero tampak lebih mudah mengaturnya. "Big T?" Gumam Hero melihat pria Jepang itu.
Big T yang tengah melihat berbagai produk dari perusahaan ini, membuat matanya tak berkedip. "Sungguh unik! Dan ..... Sangat membuatku tertarik."
"Perlu kita ajukan proposal?" Saran Paman
"Tidak perlu, aku yakin ia akan keluar dengan sendirinya. Dan batalkan saja tugas mata-mata kita, aku punya rencana lain."
"Baiklah."
Hero mengamati pergerakan Big T yang tengah melihat dan sepertinya ingin membeli sesuatu. "Belilah yang mahal! Biar aku tambah kaya, sesekali bebagi." Ujar Hero yang terdengar oleh sistemnya.
"Kekayaan tuan tidak akan habis, aku bisa memberikannya."
"Iya aku tau." Balas Hero pada sistemnya.
Beberapa rancangan menghiasi meja kerja Axton, didampingi istri tercintanya mereka melihat rancangan untuk pertunangan Jill.
"Bagaimana suamiku? Aku rasa ini bagus juga." Ujar Jessy.
"Semuanya tampak bagus, aku akan tanyakan pada Lim."
"Baiklah, aku tidak menyangka perusahaan itu tepat waktu sekali. Dan kerjanya juga memuaskan." Puji Jessy yang dibalas anggukan oleh Axton.
"Kau benar. Pemiliknya sangat berbakat."
__ADS_1
"Setelah ini, pertunangan akan segera dilakukan." Sontak saja membuat Jessy diam.
Waktu berjalan dengan cepat sebulan kemudian, pertunangan Jill dilaksanakan seperti ucapan Axton Hero mendapatkan undangan bergaya kerajaan itu.
"Huft!" Hero memandangi jendela yang memperlihatkan hujan akan segera turun. Bersamaan dengan pertunangan Jill, Hero juga mengingat akan ada pertemuan para pengusaha.
"Tuan ingin pakaian bagaimana?" Suara sistem Hero bak pelayan yang membantu dan memenuhi kebutuhannya.
"Aku sudah punya, jangan risau. Aku rasa tuan Axton memilih waktu yang tepat.
Terlihat ruangan di desain dengan mewah dan berkilau di mana-mana para pekerja mendesain sebaik mungkin. Bunga, bangku, meja serta lampu sudah menempel dan terlihat indah membuat siapapun mengangumi nya. Dibalik itu semua, terlihat Jill hanya diam murung, bukannya senang ia tampak tidak bahagia seperti yang lainnya.
"Nona, ini gaun pertunangan anda." Jill menatap pelayan yang datang membawa gaun pertunangan nya.
"Letakkan saja di sana." Hanya itu yang dikatakan Jill.
"Hmmm." Tidak ada semangat terlihat dalam diri Jill.
Di kamar bernuansa perak terlihat Jill sudah duduk di meja riasnya dengan wanita yang membawa alat makeup mahal di tangannya. Jill hanya menatap dirinya di cermin sedangkan di sisi lain, Axton menyambut kedatangan calon besannya yang baru saja datang. Para tamu undangan juga sudah terlihat menunggu pertunangan keluarga yang terkenal itu.
"Selamat datang besanku, Lim. Kau terlihat tampan!" Puji Axton membuat senyum terkembang di wajah Lim yang membuat matanya menyipit.
"Daddy bisa saja. Daddy juga terlihat sangat tampan." Axton meminta Lim memanggil nya dengan sebutan Daddy yang disambut baik oleh Lim.
Sebuah mobil mewah terlihat sosok tampan dengan setelan tuxedo hitamnya. Mobil mewah ini, menuju bangunan megah dan mewah yang sudah dipenuhi oleh para tamu undangan.
"Kita sudah sampai tuan." Sistem yang berbentuk ponsel itu bersuara.
Hero memasukkan ponsel berbasis sistem itu ke dalam saku jasnya dan segera melangkah ke dalam gedung itu. Mata Hero langsung disambut dengan orang-orang yang berasal dari kalangan atas.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kau datang tuan pelukis." Hero membalikkan tubuhnya dan terlihat Axton dengan gaya bangsawan.
"Tentu aku datang, ini adalah undangan untukku." Jawab Hero
"Aku senang mendengarnya. Nikmatilah hidangan dari kami, Jill akan segera datang dengan tunangannya."
"Terima kasih." Hero tampak mengambil sebuah pudding di meja hidangan.
"Baiklah, para hadirin sekalian. Kita sambut bintang pasangan hari ini. Nona Jill dan Lim! Berikan tepuk tangan yang meriah!" Semua hadirin bertepuk tangan menyambut kedatangan sepasang ratu dan raja itu.
Sepasang mata coklat melirik diantara kerumunan dan menemukan apa yang ia cari. Sosok itu begitu gagah dengan style nya dan aura ketampanan nya begitu terpancar. "Hero."
"Kau mengatakan sesuatu Jill?" Tanya Lim yang membuat perhatian Jill teralihkan.
"Tidak ada."
Sekarang keduanya sudah saling berhadapan dan kotak cincin mulai terlihat, dari keramaian Hero dapat melihat sosok Jill yang terlihat sangat cantik dengan dress yang ia kenakan.
Adegan tukar cincin dilakukan dan semuanya berjalan dengan lancar. Namun ditengah pesta tunangan itu, terdengar sebuah suara yang membuat semua orang tertuju pada pilar yang menyangga bangunan besar itu.
"Seperti yang sudah tertulis dalam undangan. Maka kita akan mulai pertemuan kali ini." Hero terkejut mendengarnya dan melihat sosok dibaliknya.
"Selamat datang di pertemuan kali ini!" Sebuah tulisan hologram menyambut dan bersinar di sana.
"WELCOME!"
Bersambung....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.
__ADS_1