Sistem Kuas Dan Kanvas

Sistem Kuas Dan Kanvas
Apa ya terjadi?


__ADS_3

Cake yang ditawarkan dengan piring perak tersebut tidak ditanggapi oleh Jill, Lim yang merasakan aneh pada calon istrinya langsing menepuk pundak Jill. "Aghhhh!" Jill kaget dan membuat beberapa orang melihat mereka.


"Ada apa Jill? Kau sakit?" Lim memeriksa dahi Jill jikalau ia demam.


"Tidak, aku hanya lelah saja." Elak Jill, percakapan tersebut tentu saja di dengar oleh Hero yang tak jauh dari mereka, ada raut penasaran dalam dirinya, tapi ia hiraukan.


"Kalau lelah, aku akan katakan pada mereka. Kita....


"Tidak perlu, aku duduk saja. Jangan risau, hmmm." Jill menenangkan Lim, jujur saja ia belum ingin pulang karena penglihatannya yang menangkap sesuatu yang dibawa seseorang.


"Baiklah, aku ambilkan air. Tunggu ya." Jill hanya mengangguk dan Lim meninggalkan dirinya.


Pesta berjalan dengan baik, dan tentunya meriah Jill belum melihat tindakan aneh dari siapapun. Hanya saja, ia tersadar tidak melihat keberadaan Hero, ia mengedarkan pandangannya tapi tidak menemukan Hero.


"Apa dia sudah pulang? Atau....


"Ayo Jill, kita pulang." Ajak Lim, Jill yang tidak punya ruang langsung menerima ajakan Lim. Ia berharap Hero baik-baik saja, saat menuju pintu keluar, Jill tak sengaja menyenggol sosok wanita yang berpakaian sedikit terbuka.


"Maaf, aku tidak sengaja." Ujar Jill, tapi sepertinya wanita itu membalas dengan buruk.


"Dasar! Kau tidak punya mata ya? Karena kau aku jadi terlambat!" Lim yang melihat tunangannya diperlakukan begitu langsung maju.


"Tunangan ku sudah mengatakan tidak sengaja. Sepertinya anda yang tidak hati-hati, jika buru-buru kenapa tidak naik lift saja?" Wanita tersebut yang merasa tidak ada gunanya lagi, pergi begitu saja dengan wajah kesal.


"Tidak punya tata krama!" Ejek Lim.

__ADS_1


"Are you Ok?" Tanya Lim.


"Iya."


"Ayo kita pulang." Jill kembali melangkah tapi sepatu miliknya menginjak sesuatu dan saat ia mengambilnya ia teringat akan suatu hal.


"Ini.......


Di kamar yang memiliki VVIP terlihat ranjang yang tak karuan serta kain yang terkenal dibawah menghias nya. Suara deringan ponsel membangunkan sesuatu dibalik selimut tersebut. "Selamat pagi Tuan." Suara sistem yang tentu dikenali oleh pria dengan tubuh atas yang polos.


"Sudah pagi. Badanku pegal sekali, dan pusing.... Ia meregangkan otot-otot tubuh kekarnya dan tak sengaja matanya menangkap sebuah gelang di nakas kecil sebelah ranjang.


"Gelang? Milik siapa? Aku kan.....


Pagi ini kediaman mewah tersebut terasa berbeda sekali, ada badai besar yang tengah tertahan dan akan segera muncul membuat semua orang diam tak bicara. Sejak semalam, mata tajam itu tidak terlelap begitu juga dengan pikirannya. Meskipun sudah ditenangkan tapi tidak berhasil dan malah semakin runyam.


"Dia akan segera pulang, jangan khawatir." Sebuah suara lembut terdengar di ruangan itu.


"Jangan mencoba..... Ucapan tersebut mampu membuat suasana kembali hening seketika.


Hero terduduk dengan pikiran tak karuan, entah apa yang terjadi semalam membuat ia tidak mengingat apapun. "Bagaimana bisa? Kau?" Sedangkan di sebrang terlihat wanita cantik dengan selimut besar yang masih menutupi dirinya.


"Aku....


"Mandilah, aku tunggu. Kita akan bertemu dengan orang tua mu!" Sontak saja membuat wanita cantik tersebut kaget bukan main.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, terdengar suara pintu kamar mandi yang terbuka, Hero memberikan sebuah pakaian cleaning servis yang membuat wanita tersebut terdiam beberapa saat. "Pakailah, itu akan membuat orang tidak mengenali kita."


Benar saja keduanya keluar dengan selamat hingga akhirnya tidak di mobil mewah silver memuji kediaman yang dituju. Selama perjalanan tidak ada pembicaraan. "Jangan katakan apapun."


"Aku hanya mengatakan dari mana pakaian ini?"


"Apa itu perlu?" Tanya Hero. Roda empat tersebut akhirnya sampai di gerbang besar dan segera dibukakan oleh penjaga, panggilan pemberitahuan pelayan langsung disambut oleh tuan rumah dan segera menuju pintu.


Sepasang suami istri itu melihat anak mereka yang mereka tunggu sejak semalam dan setelah itu terlihat sosok yang mereka kenali bersamanya. "Aku sangat berterima kasih karena sudah mengantarkan putri ku pulang." Ucapnya.


"Ya."


"Kalau boleh tau, apa ada hal lain?" Pertanyaan itu terlontar karena melihat sosok tersebut yang tidak mau pergi.


"Aku ingin menyampaikan sesuatu, aku akan menikahi putrimu!" Sontak mata pria Eropa tersebut mendelik.


"Kau bilang apa?"


"Aku akan menikahi Jill!"


Bughh! Bughh!


Bersambung.......


Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.

__ADS_1


__ADS_2