
Hero di sambut oleh sosok pria paruh baya di pintu rumahnya. "Selamat datang Tuan." Ujarnya, semenjak kesuksesannya. Hero merekrut pelayan di rumahnya tentu bukan sembarangan. Apalagi ditambah beberapa orang datang dan mengaku dari teman, kekasih hingga keluarga Hero membuat ia tidak suka.
"Hmmmm, ya. Paman sudah makan?" Meskipun statusnya seorang pelayan tapi Hero tidak mengganggap nya demikian.
"Saya menunggu Tuan." Balasnya membuat Hero menghela napasnya.
"Panggil namaku saja atau kalau tidak bisa panggil nak saja. Aku tidak terbiasa." Hero berujar sambil mendudukkan bokongnya dia sofa singlenya.
"Kotaknya di letakkan di mana.... Nak?" Seorang wanita paruh baya datang membawa minuman hangat dan melirik kotak yang dibawa Hero.
"Di kamarku saja, aku akan membawanya. Paman dan bibi makan saja. Aku ingin tidur langsung." Hero langsung pergi menaiki lift menuju kamarnya dan meninggalkan kedua orang itu yang merupakan sepasang suami istri yang Hero bantu setelah ditelantarkan anaknya sendiri.
"Tidak berat, dan juga tidak ringan. Apa isinya?" Sekarang Hero sudah bertelanjang dada dan melirik kotak tersebut.
"Kenapa tidak tuan buka saja?" Sistemnya menyahut membuat Hero bergegas membukanya.
Dengan sigap Hero membuka ikatan di kotak tersebut, hingga setelah penutup kotaknya dibuka. Tidak ada suara apapun, Hero perlahan mengambil sebuah foto di dalamnya.
"Ini......
Merasa ada sesuatu, Hero dengan cepat memerintahkan sistemnya membuka sesuatu. "Buka foto keluarga!" Ujarnya yang langsung dikerjakan oleh sistemnya.
__ADS_1
"Foto keluarga di buka!" Balas sistemnya yang membuat Hero memandangi dengan lekat antara foto yang ia pegang dengan yang ditampilkan.
"Tidak ada yang berbeda, semua sama hanya perbedaan waktu saja." Ujarnya yang tidak lepas dari memandangi foto tersebut.
"Tuan, ada surat." Hero baru sadar ada surat di antara kumpulan foto, saat diambil terlihat surat bewarna merah muda dengan perpaduan putih.
"Aku rasa kau sudah mengerti. Atau..... Kalau belum juga, kita bisa bertemu? Tentunya jika kau memiliki waktu karena sepertinya kau sudah sibuk sekali." Itulah isi suratnya.
"Siapa dia?..... Hero berusaha mencari petunjuk siapa pengirimnya dan diantara kumpulan foto tersebut terlihat foto yang memperlihatkan kedua anak yang berusia 8 tahun yang memegang boneka salju.
"Analisis fotonya!"
50% 80% ........
99%..........
100% Analisis selesai!
"Tama Yamato Nadeshiko dan Hana Yamato Nadeshiko." Mata Hero langsung terbuka lebar membacanya, dipastikan gadis kecil itu adalah ibunya dan anak laki-laki yang berada di samping ibunya adalah pria yang pernah ia temui.
"Big T?"
__ADS_1
"Bagaimana menurut mu?" Tanya pria yang baru saja selesai menembakan peluru ke targetnya.
"Saya rasa ia akan datang dan menemui anda."
"Anggaplah begitu, tapi apa yang akan ku katakan? Begitu banyak hal yang menghuni pikiran ku sekarang. Apa menurut mu ia akan menerima nya?"
"Jangan terlalu banyak berfikir T, kita lihat saja nanti. Saya jamin nilai-nilai dari Nona hinggap dan melekat dalam dirinya."
"Semoga begitu." Balasnya sambil memandangi langit.
Kembali lagi dengan Hero yang masih memegang kotak tersebut. "Apa yang ia inginkan? Aku datang? Tentu saja. Aku ingin tau, apa yang akan ia sampaikan."
"Sebaiknya Tuan tidur, atau ingin bermain dulu?" Tawar sistemnya.
"Aku akan tidur. Energi rasanya terkuras akan semua ini." Baru saja Hero menutup matanya, ponselnya berdering dan saat ia mengangkatnya ia mendengar teriakkan di sana.
"Jill?"
Bersambung.......
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak
__ADS_1