
Terdengar suara meja yang sudah terbalik membuat semua orang yang ada di sana terkejut bukan main. Jill yang sedang dalam pelukan Mommy nya menangis sementara Axton mencengkram kuat kerah Hero. "Apa maksudnya? Katakan dengan jelas! Kau tahu benar aku sudah memiliki pendamping untuk Jill!"
"Kami menghabiskan malam bersama, aku akan bertanggung jawab." Jawab Hero tanpa ada rasa takut.
Axton yang mendengarnya terpaku sesaat dan melihat ke arah putrinya yang menguntungkan pakaian cleaning servis begitu juga dengan Hero. "Kami memakainya agar tidak ada masalah." Seolah mengerti, Hero menjelaskan.
"Katakan Jill! Apa yang terjadi! Apa itu benar?" Axton mendekati putrinya dengan berbagai pertanyaan yang memburu.
"Daddy.... Aku....
"Jawab!" Jill tersentak kaget karena teriakkan Daddy nya. Jessy yang melihat suaminya bertindak begitu langsung mencegah.
"Tidak perlu berteriak, tanya dengan baik."
"Baik-baik? Aku butuh jawaban sekarang! Katakan Jill!"
"Iya." Satu kata membuat Axton terhuyung, Hero hanya diam menunggu untuk pembicaraan berikutnya. Baginya semua sekarang harus jelas, ia akan bertanggung jawab.
"Bagaimana bisa?" Sekarang Jessy yang bertanya pada putrinya itu.
Jill yang masih menangis mencengkeram erat tangannya dan tak lama...
Flashback on
Setelah melihat bungkusan yang ia a injak, Jill yakin itu adalah obat. Pikiran buruk mulai menghantuinya sekarang, keinginan mencari tau segera ia pikirkan dan langsung menyampaikan pada Lim.
__ADS_1
"Lim, aku....
"Jill, ayah ku meminta ku ke perusahaan sekarang, karena ada rapat esok hari. Karena itu, aku akan mengantarmu sekarang!"
"Sepertinya itu cukup memakan waktu Lim, kau pergi saja. Aku akan menghubungi supir ku, jangan khawatir. Pergilah." Ujar Jill, mendengar kata supir Lim menjadi tenang.
"Aku akan menunggu nya." Jill yang tau Lim tidak bisa dibohongi langsung menghubungi supirnya dan setelah sampai terlihat Lim langsung berangkat.
"Ayo nona. Kita pulang." Ujar supirnya.
"Pak, aku ada janji dengan temanku akan menginap di hotel di sana. Aku sudah mengatakan pada Mommy, jadi bapak pulang saja." Tidak ada kecurigaan darinya.
"Kalau gitu Bapak tunggu dan lihat ya."
'Astaga!' Dumel Jill.
Setelah semuanya selesai, Jill langsung bergegas masuk dan mencari keberadaan Hero, bangunan mewah ini memang bergabung dengan hotel. Bertanya pada beberapa pelayan hotel, akhirnya Jill menemukan titik terang keberadaan Hero.
"Kenapa Hero menginap? Cukup aneh atau mungkin ia menikmati nya? Pokoknya aku akan melihatnya." Saat Jill melewati lorong tempat pelayan hotel memberitahu nya, 8a melihat tubuh Hero yang mulai sempoyongan dengan wanita yang Jill tabrak tadi.
Tampak terdengar percakapan wanita tersebut dengan seseorang. " Iya, sekarang obatnya mulai bekerja. Aku tidak sabar dan segera menjadi nyonya Armand. Meskipun sulit tapi menggunakan anak kecil ia menerimanya." Jill yang mendengarnya langsung melirik sebuah sapu yang terletak di sana dan dengan cepat melemparnya mengenai wanita tersebut.
"Aghhhh!" Teriaknya yang membuat Hero terjatuh dan Jill langsung membawanya, melihat mangsanya dibawa wanita itu melakukan perlawanan tapi Jill yang tak kalah cerdas langsung menginjak kaki mulus itu yang membuat ia tidak bisa berjalan sementara.
"Pusing sekali." Ujar Hero yang di dengar oleh Jill. Jill membawa tubuh kekar itu keluar tapi sepertinya wanita tadi tidak cukup mempan dengan injakan tadi. Hingga Jill harus segera mencari kamar, melihat seorang pelayan hotel, ia mengatakan...
__ADS_1
"Akhirnya, kamar Tuan dan nyonya di sini." Jill yang mendapatkan kesempatan langsung mengangguk dan menuju ke sana. Terlihat kamar dengan ruangan yang luas serta ranjang besar. Jill segera meletakkan Hero di sana dan mengunci pintu segera, napasnya naik turun karena Hero yang berat.
"Akhirnya.... Kau berat sekali!" Jill yang ingin ke toilet menuju segera meninggalkan Hero terbaring.
Saat ia sedang mencuci wajahnya ia dikejutkan dengan kedatangan Hero yang sudah dibelakangnya dan memeluk dirinya. Terdengar ocehan dari mulut Hero yang tidak jelas. Jill yang mengetahui permasalahan segera menyalakan air untuk meredam Hero. Tapi tubuh kecilnya bukanlah lawan bagi Hero, Hero yang merasakan panas luar biasa dan gai*ah tidak perduli wanita yang ada di pelukannya dan apa yang seharusnya tidak terjadi sudah terjadi.
Flashback off
"Apa aku perlu menjelaskan apa yang terjadi? Aku rasa nyonya dan tuan Axton sudah tau." Ujar Hero yang mengerti kondisi Jill.
"Pergilah! Lim akan menerima Jill." Dengan percaya diri Axton mengatakannya.
"Aku yang mengambilnya, maka aku yang bertanggung jawab. Anda memindahkan tanggung jawab ku pada orang lain?"
"Apa masalahnya? Lim berfikiran modern ia akan menerima. Pergilah sebelum aku mengusir mu, meksipun kau memiliki segalanya." Hero pergi dengan pikirannya sendiri sedangkan Jill ingin memanggil tapi suaranya seolah hilang.
"Kau benar-benar keterlaluan Jill! Sepertinya selama ini Daddy terlalu lembut padamu." Axton menarik putrinya dan Jessy tidak dapat berbuat apa-apa.
Lim dikejutkan dengan kedatangan Hero di perusahaan nya. " Aku tidak menyangka akan mendapatkan kejutan dari orang seperti mu."
"Aku biasa saja, kau yang lebih hebat tuan Lim. Aku tidak bisa berbasa-basi, langsung saja aku ingin menyampaikan maksud ku kesini." Hero bukanlah pria yang suka berbasa-basi.
"Katakan apa itu?" Lim tidak tahu perkataan Hero akan membuat di terkena badai.
Bersambung.....
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak.